Jelajah Wisata Taman Nasional Tanjung Puting, Seru-seruan Bareng Orangutan

Mendatangi tempat yang jauh dari keramaian merupakan salah satu alternatif lumrah yang dipilih wisatawan. Indonesia memiliki banyak objek wisata alam yang memungkinkan hal itu terjadi. Tanjung Puting di semenanjung barat daya Kalimantan Tengah adalah pilihan destinasi yang tepat untuk dikunjungi. Lokasinya mencakup tiga kecamatan, yakni Kumai, Hanau, dan Seruyan Hilir. Agar Teman Traveler dapat menikmati destinasi ini secara maksimal, berikut alternatif itinerari 2D1N di Wisata Taman Nasional Tanjung Puting.

Orangutan via Instagram/TanjungPuting

Hari 1: Kumai – Tanjung Harapan

Mendokumentasikan Orangutan di Tanjung Harapan via Orangutan Tours Tanjung Puting

Di hari pertama, Teman Traveler bisa menuju Camp Tanjung Harapan, dengan jarak tempuh selama kurang lebih 2 jam dari Kumai. Makan siang di atas kelotok dengan panorama Sungai Sekonyer menjadi awal yang sempurna perjalanan Teman Traveler.

Mendokumentasikan Orangutan di Tanjung Harapan via Archipelagos
Orangutan via Javaindo

Selanjutnya, Teman Traveler bisa trekking hutan singkat dan menyaksikan pemberian makan orangutan di Camp Tanjung Harapan mulai jam 3 sore. Terdapat kera besar satu-satunya yang ada di Asia, yakni Orangutan. Jangan lupa untuk mengabadikan momen bersama orangutan ya, Teman Traveler! Rasakan kesegaran udara alam khas hutan tropis Kalimantan.

Orangutan via Love & Road

Dari Camp Tanjung Harapan, Teman Traveler diajak menyusuri kembali Sungai Sekonyer menyaksikan pemandangan khas sore hari, kawanan bekantan (proboscis monkey), monyet ekor panjang, dan satwa – satwa di pinggiran sungai yang ada.

Menyusuri Sungai Sekonyer dengan Klotok via Borneo Orangutan Tours
Menyusuri Sungai Sekonyer dengan Klotok via Local Guides

Suasana makan malam dengan cahaya lilin dengan menu menggugah selera juga disajikan secara higienis dan beranekaragam di atas klotok. (Jika Teman Traveler menginap di Rimba Ecolodge atau Flora Homestay, makan malam disajikan di Homestay).

Flora Homestay via TripAdvisor

Selesai makan malam, tour guide Teman Traveler akan me-review kembali perjalanan pada hari itu dan memberikan briefing tentang agenda esok harinya. Teman Traveler bisa bebas berdiskusi atau sekedar beramah tamah dan berbagi pengalaman bersama tour guide dan crew perjalanan.

Flora Homestay via TripAdvisor

Hari 2: Pondok Tanggui – Camp Leakey

Klotok di atas sungai via Instagram/Waw_borneo

Ada menu khas nusantara sebagai sajian sarapan di atas klotok bagi Teman Traveler. Koki yang bertugas menghidangkan makanan tidak perlu diragukan lagi. Teman Traveler akan disuguhi hidangan yang memanjakan lidah. Secangkir kopi panas asli Indonesia dengan kualitas premium menjadi pelengkap untuk menikmati pagi hari dengan pemandangan alam Sungai Sekonyer dan belantara Kalimantan.


Makan di Klotok via Instagram/Waw_borneo

Setelah sarapan, Teman Traveler diajak untuk mengunjungi Camp Pondok Tanggui, trekking singkat menuju ke feeding station dan menyaksikan kembali atraksi orangutans feeding mulai jam 9 pagi. Di Camp Pondok Tanggui ini, Teman Traveler juga diajak untuk mengenali perbedaan topografi yang ada di Taman Nasional Tanjung Puting, yang menggambarkan keberagaman hutan hujan tropis Kalimantan pada umumnya.

Camp Pondok Tanggui via Tindak Tanduk Arsitek

Dari Camp Pondok Tanggui, tujuan selanjutnya adalah Camp Leakey. Tentunya tempat yang paling dinanti dalam perjalanan oleh Teman Traveler. Camp Leakey adalah situs terbesar di Taman Nasional Tanjung Puting dan juga menjadi salah satu tonggak sejarah kegiatan ecotourism di Indonesia.

Camp Leakey via Instagram/Brequelee

Tiba di dermaga Camp Leakey, Teman Traveler akan disambut oleh kehadiran banyak orangutan yang ada di area tersebut. Selain itu, Teman Traveler wajib untuk mengikuti peraturan yang ada dan instruksi dari tour guide untuk keamanan dan kenyamanan bersama.

Orangutan via Instagram/Kita_Borneo

Di Camp Leakey, Teman Traveler diajak untuk mengunjungi Pusat Informasi Pengunjung (Visitor Centre), mempelajari sejarah penelitian orangutan pertama kalinya oleh Prof.Dr. Birute Galdikas, melakukan trekking melalui hutan (30 – 45 menit) menuju ke feeding station (area pemberian makan orangutan), dan menyaksikan pemberian makan (feeding) untuk orangutan yang ada di area ini mulai jam 2 siang. Teman Traveler jangan lupa menyiapkan kamera ya untuk mengabadikan momen-momen unik bersama orangutan yang ada di sana.

Mengabadikan momen bersama orangutan via Instagram/_shandy_d

Selepas menyaksikan orangutans feeding, dalam perjalanan kembali ke dermaga, umumnya Teman Traveler akan menemui beberapa orangutan yang menjadi penghuni tetap area Camp Leakey. Tour guide akan mengajak Teman Traveler mengamati lebih dekat perilaku dan kehidupan orangutan yang ditemui di sini.

Orangutan via Instagram/Borneocotour.id

Selesai kunjungan di Camp Leakey, Teman Traveler bebas kembali menyusuri Sungai Sekonyer dan bersantai melepas lelah setelah hari yang panjang. Di sepanjang sungai tersebut, Teman Traveler akan diajak untuk menikmati suasana senja Wisata Tanjung Puting lengkap dengan keindahan pemandangan di sekelilingnya.

Menyusuri Sungai Sekonyer di Sore Hari via Instagram/kba_tur
Menyusuri Sungai Sekonyer di Sore Hari via Conservation Atlas

Kemudian, Teman Traveler akan menikmati hidangan makan malam istimewa ala “candle light dinner”. Uniknya lagi, hidangan tersebut kembali disajikan di atas kelotok dengan rasa masakannya yang nikmat.

Candle Light Dinner di Tanjung Puting via Travel Junkie

Setelah kegiatan makan malam selesai, akan dilakukan review kegiatan pada hari itu oleh tour guide. Teman Traveler dapat bercanda riang bersama rombongan dan crew sebelum beristirahat malam harinya.

Jika berencana untuk mengunjungi Wisata Taman Nasional Tanjung Puting, Teman Traveler dapat mengaplikasikan itinerary 2D1N di atas. Tak lupa untuk selalu menikmati setiap destinasi sekaligus mengabadikan momen ke dalam jepretan kamera ya, Teman Traveler. Selamat berlibur!

Tags
kalimantan Kalimantan Tengah orang utan Taman Nasional Tanjung Puting Tanjung Puting Wisata Wisata Alam Wisata Kalimantan
Share