Mie Tiau Haji Haidir, Spesial dengan Daging Kambing Sejak 90-an

Pertama kali menginjakkan kaki di Pontianak, saya langsung excited berburu makanan khas Kota Khatulistiwa. Apalagi sekitar 30 persen penduduk kawasan ini merupakan oleh etnis Tionghoa, sehingga tak heran ada banyak sajian bernuansa Tiongkok di sini. Salah satu yang cukup eksis tak lain adalah Mie Tiau Goreng Haji Haidir.

dscf9034_JO1.JPG
Dapur kedai Haji Haidir (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Sebenarnya bukan hal sulit menemukan kedai Mie Tiau di Pontianak. Pilihannya ada banyak, terutama di jalan-jalan protokol. Namun jika mencari yang sudah legendaris dan bertahan lebih dari seperempat abad, Mie Tiau Haji Haidir adalah jawabannya. Seperti apa sih enaknya? Yuk, simak ulasan berikut ini.

Manjakan Lidah Sejak 26 Tahun Lalu

dscf9036_ktA.JPG
Bangku hampir penuh terisi (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Berada di ruas Jalan Tanjung Pura, kecamatan Pontianak Selatan, sekitar 200 meter dari utara Plaza Ramayana , Kedai Mie Tiau Haji Haidir sudah berdiri sejak 1993. Tempatnya ada di tepian jalan raya dengan meja-meja pengunjung berada di bagian luar. Eksis selama puluhan tahun membuat mie tiau di sini punya banyak pelanggan setia. Terlihat dari meja pengunjung yang selalu nampak ramai.

Menggunakan Daging Kambing dan Sapi

dscf9035_HFg.JPG
Siap menerima pelanggan berikutnya (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Daging kambing atau sapi umumnya diolah menjadi sate atau gulai. Ada pula yang memanfaatkannya untuk tongseng maupun empal. Namun di sini, dua bahan tersebut menjadi salah satu komponen utama di mie tiau. Dicampur telur dan tauge, tak heran jika sajian mie di sini terasa begitu spesial.

Tekstur Daging Empuk

dscf9044_Zpf.JPG
Mie tengah dimasak (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Jangan khawatir bakal menemukan daging kambing atau sapi alot. Dengan teknik memasak rahasia nan istimewa, potongan daging di sini semuanya terasa lembut dan empuk. Takarannya pun berlimpah. Teman Traveler dijamin bakal puas ketika mencoba bersantap di sini.

Pilihan Mie Tiau Goreng dan Rebus

dscf9040_wFP.JPG
Seporsi mie tiau kambing (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Kedai Mie Tiau Haji Haidir hadirkan pilihan mie tiau goreng atau rebus. Untuk versi rebus, teksturnya mirip seperti mie nyemek. Berkuah dengan jumlah mie lebih sedikit.

Saya sendiri akhirnya memesan mie tiau goreng daging kambing. Seporsinya dibanderol seharga Rp22.000 saja. Menurut saya cukup bersahabat dengan kantong. Bisa jadi alternatif kuliner malam kala sedang liburan di Pontianak.

Berbentuk pipih dan lebar, mie tiau goreng di sini terasa gurih dan manis. Mie-nya cukup kenyal ketika menyentuh lidah. Sensasi nikmatnya benar-benar unik, membuat saya tak ingin buru-buru menghabiskan. Paduan dengan daging kambingnya benar-benar luar biasa.

Nasi Kebuli Jadi Menu Lainnya

dscf9037_meT.JPG
Nasi kebuli juga jadi favorit di sini (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Selain mie tiau, masih ada menu nasi kebuli yang juga pantang dilewatkan. Dengan tampilan mirip nasi goreng, cita rasa sajian satu ini kabarnya tak kalah istimewa dengan mie tiau-nya. Sama-sama gurih menggoda.

dscf9041_1JW.JPG
Pilihan lauk untuk nasi kebuli (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Ada berbagai lauk yang bisa dipilih untuk menemani nasi kebuli, mulai dari daging kambing serta sapi, telur mata sapi, telur bulat, hingga kari kentang. Sayangnya, saya tak sempat mencicipi sajian ini. Barangkali Teman Traveler bisa mencobanya nanti kalau mampir ke sini lain kali. Seporsi nasi kebuli di sini dibanderol dengan harga mulai dari Rp26.000-Rp41.000, tergantung lauk yang dipilih.

Buka setiap hari antara pukul 17.00 sampai 23.00, Kedai Mie Tiau Haji Haidir siap memanjakan lidah Teman Traveler saat keliling wisata Pontianak. Bagaimana, tak sabar untuk mencicipi?

Tags
kontributor Kuliner Pontianak Pontianak Travelingyuk
Share