Kuliner Nama Binatang yang Tak Lazim Dikonsumsi, Apa Saja Ya?

Yuni Astutik

Yuni Astutik

On Indonesia
Kuliner Nama Binatang Kuliner Nama Binatang

Indonesia memiliki beragam kuliner khas yang tersebar di berbagai Nusantara. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner yang mengusung ciri khas masing-masing. Rasanya juga beragam, namun kebanyakan kuliner Indonesia memiliki cita rasa yang enak. Ada beberapa yang memiliki nama unik dan tak biasa. Inilah kuliner nama binatang yang tak lazim dikonsumsi di Indonesia.

Tengkleng Gajah, Jogja

Tengkleng Gajah, via Instagram/bubueataway
Tengkleng Gajah, via Instagram/bubueataway

Tengkleng Gajah merupakan salah satu kuliner yang ada di Jogja. Bukan dari gajah, melainkan dari tulang sapi yang masih ada dagingnya. Rasanya begitu enak dan mantap, bumbunya kaya dan meresap sampai dalam.

Alamat Tengkleng Gajah berada di Bulurejo, Minomartani, Ngaglik, Sleman di Jl. Kaliurang Km. 9.3, Jogjakarta. Harganya, satu porsi tengkleng gajah Rp39.000. Dan kabar baiknya, Tengkleng Gajah ini sudah ada di Bandung lho.

Roti Buaya, Betawi

Roti Buaya, via Instagram/duo_nyamnyam
Roti Buaya, via Instagram/duo_nyamnyam

Kuliner selanjutnya adalah Roti Buaya yang merupakan kue khas Betawi. Ini merupakan roti manis yang memiliki bentuk buaya, awalnya berukuran besar sekarang sudah banyak yang kecil. Biasanya, roti buaya ini hadir dalam upacara pernikahan tradisional Betawi. Namun sekarang ini sudah bebas dikonsumsi kapan saja. Bahkan, varian rasanya juga makin beragam.

Bakso Buaya, Jakarta

Bakso Buaya, via Instagram/lezatnikmat
Bakso Buaya, via Instagram/lezatnikmat

Kuliner nama binatang yang sempat viral adalah bakso buaya. Daging yang digunakan bukan daging buaya ya, hanya nama dan bentuknya saja. Ini masuk dalam salah satu menu yang ditawarkan oleh Bakso Rusuk Joss. Alamatnya berada di Jl. Pejagalan I No. 12, Jakarta Barat. Jam bukanya mulai dari pukul 10:00 hingga 22:00 WIB. Untuk harganya, sekitar Rp40.000-an untuk bakso buaya.

Nasi Kucing, Jogja

Nasi Kucing, via Instagram/gagaldiett
Nasi Kucing, via Instagram/gagaldiett

Nasi kucing merupakan kuliner kondang di berbagai tempat. Namun yang paling banyak ada di Jogja. Bukan daging kucing, disebut demikian lantaran porsinya kecil, cocok untuk hewan mamalia ini. Biasanya, dalam satu porsi nasi kucing akan ada nasi, sambal, sayuran dan ikan teri atau telur. Sederhana namun banyak diburu. Biasanya satu porsi tak cukup karena porsinya yang kecil.

Sate Lalat, Pamekasan

Sate Lalat, via Instagram/phoodandphoto
Sate Lalat, via Instagram/phoodandphoto

Sate Laler atau ada yang menyebutnya sebagai Sate Lalat merupakan kuliner Pamekasan yang enak juga. Sate lalat ini hanya sebutan saja ya Teman Traveler, karena potongan dagingnya yang mungil-mungil. Ini merupakan sate ayam pada umumnya namun ukurannya kecil yang nanti dipadukan dengan saus kacang kental. Rasa kuliner nama binatang ini Mantap dan rasanya benar-benar juara.

Sate Kalong, Cirebon

Sate Kalong, via Instagram/aboutcirebonid
Sate Kalong, via Instagram/aboutcirebonid

Kuliner nama binatang lainnya adalah Sate Kalong di Cirebon. Terkesan menyeramkan, namun tak perlu khawatir ya. Tidak ada daging kalong atau kelelawar yang digunakan. Bahan utama untuk membuat kuliner ini adalah daging sapi atau kerbau yang dipadukan dengan aneka bumbu dan rempah tradisional.

Untuk penamaanya, ternyata saat pertama kali muncul sat ini djual pada malam hari dan itulah yang membuatnya diberi nama kalong yang aktif bergerak di malam hari.

Terbukti kan jika masyarakat Indonesia sangat kreatif dan inovastif. Kira-kira kuliner nama hewan tak lazim apa lagi ya, yang belum masuk dalam daftar?