Jelajah Taman Nasional Berbak, Amazon ala Jambi

Ada banyak cara untuk menikmati indahnya alam Indonesia. Selain mendaki gunung-gunung Indonesia, menjelajah air terjun, atau duduk manis di pantai, Teman Traveler juga bisa menikmati kekayaan flora tanah air dengan berkunjung ke Taman Nasional Berbak.

Berada di Jambi, kawasan alami ini menyuguhkan betapa megah dan kayanya kawasan hutan di Indonesia. Dijamin Teman Traveler bakal makin mencintai alam Nusantara. Yuk, simak bersama ulasan Taman Nasional yang terkenal dengan kawasan rawanya ini.

Hutan Lindung Bagai Amazon

Pintu masuk Taman Nasional (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Taman Nasional Berbak memiliki luas 142.570 hektar dan merupakan kawasan konservasi hutan rawa terbesar di asia Tenggara. Bukan hanya secara nasional, area ini juga masuk kawasan lindung Internasional, sebagaimana ditetapkan dalam Konservasi RAMSAR di 1992.

Teman Traveler yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Berbak, siap-siap disuguhi pemandangan indah bagai Hutan Amazon. Mulai dari aneka tumbuhan di hutan mangrove, hingga binatang yang berdiam di dalamnya.

Akar tanaman mangrove (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Taman Nasional Berbak memang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya. Melalui beberapa penelitian, diketahui bahwa kawasan memiliki setidaknya 261 spesies tumbuhan dari 73 famili, 28 spesies mamalia, 224 jenis burung dari 49 famili, 39 jenis reptil dari 12 famili, berbagai jenis amfibi, serta tak kurang 35 jenis ikan yang dapat dikonsumsi.

Disambut Deretan Palem dan Buaya

Aliran sungai menuju lokasi (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Begitu Teman Traveler mulai memasuki kawasan Taman Nasional, deretan pohon palem akan nampak berjejer rapi di sisi kiri dan kanan sungai, seolah menyambut para pengunjung. Palem di sini memang cukup terkenal, jumlahnya juga melimpah.

Teman Traveler bahkan bisa menemukan palem hias berjenis daun payung di sini. Padahal palem jenis ini sudah termasuk langka dan mulai sulit dijumpai.

Deretan Palem Nipah (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Kemungkinan besar, Teman Traveler juga akan bertemu beberapa ekor buaya. Taman Nasional Berbak sendiri sejatinya dihuni beragam jenis hewan. Namun tidak semua bisa dijumpai saat kalian berkunjung.

Pengecualian untuk buaya. Saat melintasi sungai, Teman Traveler dijamin akan melihat beberapa ekor sedang berjemur. Bahkan tak jarang speedboat yang menyusuri kawasan ini menabrak buaya.

Lakukan Persiapan Matang

Perahu yang digunakan untuk mengantar pengunjung (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Sebelum datang ke sini, Teman Traveler perlu memahami dulu kondisi lingkungan sekitar. Apalagi jika kalian berniat menjelajah kawasan hutan rawa di sekitar. Untuk bivak atau tempat peristirahatan, sebaiknya jangan membawa tenda umum seperti yang biasa digunakan di gunung. Bawalah hammock, flysheet, serta sleeping bag. Jika ada tenda khusus rawa, akan lebih baik.

Selain tempat peristirahat, pertimbangkan juga soal sumber air. Mata air di kawasan ini rata-rata payau, warnanya hitam pekat seperti kopi. Jika tak mengatur perbekalan dengan baik, bisa-bisa Teman Traveler akan terpaksa meminum air tersebut.

Namun yang tak kalah penting, siapkan kamera. Lebatnya vegetasi, tingkah laku satwa, serta kekhasan lingkungan abiotik sekitar menjadi kombinasi sempurna untuk mendapatkan hasil foto memukau. Pastinya bakal sangat luar biasa dan terus dikenang.

Perjalanan Menuju Taman Nasional

Perjalanan menuju Berbak bisa dimulai dari Jambi menggunakan jasa travel. Teman Traveler tinggal ambil jurusan menuju Nipah Panjang, dengan waktu tempuh 3,5 jam dan biaya Rp70.000 per orang.

Begitu sampai Nipah Panjang, Teman Traveler harus berhenti di pelabuhan. Berikutnya, lanjutkan perjalanan menggunakan speed boat menuju Desa Hitam Laut. Penyebrangan akan memakan waktu dua jam dengan biaya Rp60.000 per orang.

Setelah mendarat di Desa Hitam Laut, Teman Traveler bisa istirahat sejenak. Manfaatkan kesempatan untuk mengenal masyarakat setempat dan melihat pemukiman di daerah pesisir.

Ingin mencoba sesuatu yang menantang? Teman Traveler bisa memilih rute Desa Sungai Cemara. Dengan menggunakan speed boat, rute ini akan memakan waktu 5-8 jam. Selama perjalanan kalian bisa melihat deretan burung bermigrasi. Namun kadang cuaca akan sedikit kurang bersahabat, ditambah ombak Laut China Selatan yang lumayan ganas.

Panorama selama perjalanan (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Dari desa terakhir menuju kawasan Taman Nasional Berbak, Teman Traveler akan mendapatkan pemandu khusus dari pihak Balai Taman Nasional. Oleh karena itu sebaiknya kalian menghubungi mereka terlebih dulu sebelum berencana mengunjungi kawasan lindung ini.

Itulah gambaran singkat mengenai Taman Nasional Berbak. Jika Teman Traveler hendak menjelajah kawasan ini, atur persiapan sebaik mungkin. Sebab tidak ada banyak fasilitas yang bisa membantu di dalam hutan. Bagaimana, ada yang tertarik mencoba menjelajah taman nasional ini?

Tags
Indonesia Jambi kontributor taman nasional berbak Travelingyuk wisata jambi
Share