Inovasi Baru Ramah Lingkungan, Kafe di Filipina Buat Sedotan dari Daun Kelapa

Sekarang ini sepertinya makin banyak tempat makan yang memperhatikan masalah lingkungan. Khususnya mengenai penggunaan sedotan plastik yang juga turut menjadi penyumbang sampah. Di berbagai penjuru dunia seakan mencari alternatif sedotan ramah lingkungan. Seperti apa yang dilakukan oleh kafe di Filipina, bernama Editha.

Membuat Sedotan Ramah Lingkungan dari Daun

Pernah menggunakan sedotan stainless steel, via Instagram/yanyantiu2482
Pernah menggunakan sedotan stainless steel, via Instagram/yanyantiu2482

Selama ini yang terkenal adalah sedotan yang terbuat dari stainless steel, bambu dan beberapa bahan lain. Namun Cafe Editha ini memanfaatkan daun kelapa untuk membuat sedotan ramah lingkungan. Tidah hanya ramah lingkungan, sedotan daun kelapa ini juga aman dikonsumsi dan memiliki ketahanan guna seperti sedotan plastik. Terobosan yang sangat bagus, bukan?

Cara Membuat Sedotan Daun Kelapa yang Mudah

Sedotan ramah lingkungan, via Facebook/Cafe Editha
Sedotan ramah lingkungan, via Facebook/Cafe Editha

Pembuatan sedotan daun kelapa ini juga sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak hal. Yang diperlukan hanyalah daun kelapa ini sendiri.

Daun kelapa dipotong menjadi ukuran tertentu, kemudian digulung membentuk sedotan dan ditali menggunakan bagian daun kelapa itu sendiri. Pembuatannya sangat mudah dan tak membutuhkan waktu lama.

Sedotan Daun Kelapa yang Viral di Media Sosial

Tidak kalah cantik dari sedotan lainnya, via Facebook/Cafe Editha
Tidak kalah cantik dari sedotan lainnya, via Facebook/Cafe Editha

Karena terobosan baru yang begitu canggih dan ramah lingkungan inilah, sedotan daun kelapa ini viral di media sosial. Sedotan ini memiliki nama Lukay yang dalam bahasa slang Filipina memiliki arti daun kelapa. Dalam akun Facebook kafe tersebut, mereka mengunggah Lukay. Baru beberapa saat saja, unggahan tersebut mendapakan banyak reaksi dan viral di Facebook, kemudian YouTube.

Ide Pembuatan Lukay Sejalan dengan Misi Pemilik Kafe

Ide muncul setelah jalan-jalan, via Facebook/Cafe Editha
Ide muncul setelah jalan-jalan, via Facebook/Cafe Editha

Ide awal pembuatan sedotan daun kepala ini ternyata berasal dari Sarah Tiu (37), manajer dari Cafe Editha setelah liburan ke Pulau Corregidor, Siargao, Filipina. Awalnya mereka membeli kelapa segar dan kemudian pengelola setempat memotong sisa daun lukay untuk menjadi sedotan. Dan hal tersebut sejalan dengan ide pemilik kafe yang ingin selalu menghapus penggunaan sedotan plastik.

Mungkin sedotan daun kelapa ini bisa diterapkan ke banyak tempat makan atau restoran di Indonesia. Karena seperti yang kita ketahui bersama, kelapa banyak tumbuh subur di Indonesia. Apakah kamu punya ide lainnya yang ramah lingkungan dan mudah diurai?

Tags
sedotan alami sedotan daun kelapa sedotan ramah lingkungan
Share