Sapi Terjangkit Antraks di Gunungkidul, Traveler dan Pemudik Harus Waspada!

Berita mengenai hewan yang terjangkit virus atau bakteri bukanlah hal baru yang terjadi di Indonesia. Tentu jika mewabah akan sangat berbahaya terutama bagi manusia. Seperti yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Jawa Tengah. Baru-baru ini terdapat laporan lima sapi terjangkit antraks dan mati mendadak. Berikut informasi singkatnya.

Penyakit Antraks

Bacillus Anthracis
Bacillus Anthracis via Shutterstock

Sebelum menelusuri lebih dalam, akan lebih baik jika Teman Traveler mengetahui soal Antraks. Penyakit menular tersebut disebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis dan sangat mematikan. Biasanya sering menyerang herbivora liar yang telah dijinakkan. Penyakit ini pun dapat ditularkan dari hewan ke manusia, namun tidak dapat ditularkan ke sesama manusia. Maka dari itu wajib berhati-hati ketika berinteraksi dengan hewan herbivora.

Lima Sapi Mati Mendadak

Ilustrasi sapi terjangkit antraks
Ilustrasi sapi terjangkit antraks via Shutterstock

Informasi yang didapat oleh Kompas, hari Rabu (8/5) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mendapatkan laporan mengenai sapi mati secara mendadak di wilayah Dusun Grogol IV, Desa Berjiharjo.

Setelah mendengar laporan tersebut, pihaknya melakukan pengecekan di lokasi kejadian dan mengambil sampel tanah dan dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVET) Water Jogja. Berdasarkan hasil laporan, sampel positif spora antraks. Diketahui dari lima hewan yang terjangkit, tiga ekor hampir mati dan disembelih sedangkan dua ekor lain yang lemas dikirim ke jagal hewan.

Tiga Warga Diperiksa Kondisi Kesehatannya

Ilustrasi pemeriksaan Antraks
Ilustrasi pemeriksaan Antraks via Shutterstock

Petugas kesehatan memeriksa tiga warga. Rinciannya, dua orang dilakukan pemeriksaan awal dan seorang harus diperiksa intensif untuk sampelnya kemudian dikirim ke laboratorium. Diketahui tiga orang tersebut diperiksa karena sempat bersentuhan langsung dengan sapi yang mati terkena antraks.

Perlu beberapa hari untuk mengetahui apakah positif terpapar penyakit tersebut. Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut akan kondisi warga yang diambil sampelnya.

Langkah Agar Tak Menyebar

Ilustrasi sapi
Ilustrasi sapi via Shutterstock

Antraks mudah menular melalui adanya kontak antara manusia dengan sapi mati. Bahkan benda mati seperti spora antraks yang ada di tanah bisa tersebar melalui alas kaki yang menginjak dan ban kendaraan yang melewati tanah-tanah positif.

Bisa juga dari konsumsi daging yang mengandung antraks yang tidak dimasak dengan benar. Jika seseorang terjangkit bisa disembuhkan dengan mengonsumsi antibiotik. Hewan yang terjangkit juga bisa diobati. Dan salah satu cara untuk membasmi dengan menyempotkan tanah yang positif spora antraks dengan formalin.

Bagi Teman Traveler atau pemudik harus berhati-hati ketika menyentuh sesuatu seperti hewan, tanah, atau lainnya. Langkah paling mudah yakni dengan selalu mencucui tangan dan mencuci kaki setelah bersinggungan dengan hewan ternak. Jika terjadi gejala, langsung periksa di rumah sakit terdekat.

Insiden sapi yang terjangkit antraks ini semoga tidak terjadi lagi di Gunungkidul atau semua daerah yang ada di Indonesia. Jangan lupa untuk selalu hidup bersih.

Tags
Indonesia Sapi Terjangkit Antraks
Share