Rest Area KM 260 B, Dibangun dari Pabrik Gula Belanda

Teman Traveler berencana mudik menggunakan kendaraan pribadi lewat jalur pantura? Jangan lupa mampir ke Rest Area KM 260 B di jalur Pejagan Pemalang. Di sini kalian bisa melihat bekas pabrik gula zaman Belanda yang unik.

Sebagian lahar parkir kendaraan (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Eits, jangan khawatir. Meski berada di jalur arah Jakarta, pemudik yang datang dari arah ibu kota tetap bisa mampir ke sini karena ada kebijakan one way hingga KM 263. Konon, rest area yang baru diresmikan awal Mei 2019 ini bakal jadi yang terbesar dan paling eksotis di Indonesia. Penasaran? Yuk, simak ulasannya.

Berawal dari Pabrik Gula Zaman Belanda

Mesin roda gila (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Rest area anyar ini berdiri di komplek Pabrik Gula Banjaratma. Bangunan yang kini berstatus cagar budaya ini sudah ada sejak 1908 atau pada zaman penjajahan Belanda. Setelah sempat berjaya, pabrik tutup di 1997 akibat biaya operasional tak sebanding dengan pendapatan.

Diubah Menjadi Rest Area

Bekas peralatan tungku (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Meski sudah lama berhenti beroperasi, sebagian besar bangunan pabrik gula masih berdiri kokoh. Inilah yang memancing inisiatif konsorsium BUMN untuk mengubahnya menjadi rest area bernuansa heritage di jalur tol Pejagan-Pemalang. Lokasi tepatnya ada di Kecamatan Bulakamba, Brebes.

Bangunan Utama yang Keren

Taman di dalam ruangan (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Begitu memasuki bangunan utama, Teman Traveler akan disambut sebuah ruangan besar berdinding kaca yang digunakan sebagai taman. Di dalamnya terdapat pepohonan, rerumputan, kolam kecil, sungai buatan, dan burung dara.

Lantaran baru selesai dibangun, taman ini masih belum tampak hijau. Namun demikian, keberadaanya tetap berhasil menarik perhatian para pemudik.

Lorong-lorong mesin uap (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Nuansa ‘bekas pabrik’ akan mulai Teman Traveler rasakan setelah menemui struktur unik dari batu bata di tengaht-tengah bangunan utama. Bekas tempat mesin uap tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan keasliannya terus dipertahankan hingga kini.

Langit-langit bangunan (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Langit-langit di bangunan utama tampak sangat megah, dengan ketinggian mencapai lebih dari 15 meter. Cagar-cagar besi diletakkan di antara dinding batu bata agar bangunan tetap kokoh berdiri. Berada di tempat dengan desain keren ini membuat saya serasa sedang menjelajahi objek wisata sejarah.

Fasilitas Super Lengkap

Taman di belakang toilet (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Sebagai rest area tipe A, Teman Traveler akan mendapati fasilitas super lengkap di sini. Meski ada beberapa yang masih dalam tahap pembangunan, kalian sudah bisa memanfaatkan SPBU, toilet, masjid, ATM BNI, spot instagenic untuk berswafoto, klinik kesehatan, bengkel, dan area parkir kendaraan yang sangat luas.

Asyiknya lagi, di Rest Area KM 260 B ini rencananya juga akan dibangun sebuah water park, lho! Keren banget ya?

Banyak Pilihan Kuliner dan Oleh-oleh Khas Brebes

Beberapa stan kuliner dan mini market (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Rencananya Rest Area KM 260 B akan memiliki 52 stan usaha kategori besar dan 64 stan UMKM. Untuk mudik 2019, belum semuanya siap beroperasi. Tapi jangan khawatir, Teman Traveler sudah bisa memesan beragam kuliner menarik seperti bakso, mie ayam, soto, nasi goreng, pempek, sop daging, kedai kopi, dan masih banyak lagi.

Jika ingin membeli oleh-oleh, pilihannya juga beragam Teman Traveler Kalian bisa membeli telur asin, salah satu buah tangan khas daerah Brebes.

Nah, setelah tahu informasi ini, sempatkan singgah di Rest Area KM 260 B saat perjalanan mudik nanti Teman Traveler. Dijamin, rasa lelah setelah perjalanan jauh akan hilang seketika.

Tags
Brebes kontributor Travelingyuk wisata brebes
Share