Hanyut dalam Ketenangan Alam Pedesaan di Puthuk Panggang Welut

DWI WAHYU INTANI

DWI WAHYU INTANI

On Indonesia
Berfoto di Hutan Pinus Puthuk Panggang Welut Berfoto di Hutan Pinus Puthuk Panggang Welut

Alam pedesaaan selalu menawarkan pesona menawan di akhir pekan. Kawasan asri serta menenangkan seakan jadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Begitu pula dengan Hutan Pinus Puthuk Panggang Welut di Desa Nogosari, Pacet, Mojokerto. Paduan suasana alam dan sentuhan kreativitasnya membuat tempat ini kerap ramai pengunjung.

Dibangun sejak 2017, wisata Pacet Mojokerto ini belakangan makin diminati, khususnya oleh kawula muda. Banyak spot foto apik dan kekinian tersaji di sini. Apalagi lokasinya berada di dataran tinggi hingga mampu hadirkan panorama elok dan hawa sejuk memanjakan. Berikut adalah beberapa keindahan Puthuk Panggang Welut yang bisa menyemarakkan masa liburan Teman Traveler.

Gerbang Apache

Gerbang Apache (c) Indi Nabilatun N/Travelingyuk

Saat menginjakkan kaki di pintu masuk, Teman Traveler akan disuguhi gerbang melingkar dengan warna-warna indah. Namanya Gerbang Apache dan diberi sebutan demikian karena bentuknya menyerupai hiasan
kepala suku indian. Kehadiran gerbang ini membuat hutan pinus tampak semakin unik dan anti-mainstream.

Tak heran jika tiap minggu kunjungan wisatawan selalu bertambah. Teman Traveler juga akan menemukan papan petunjuk berisi daftar spot foto instagenic yang bisa kalian jajal satu per satu. Jangan sampai ada yang ketinggalan ya.

Jalan berliku di kawasan hutan pinus (c) Indi Nabilatun N/Travelingyuk

Cukup bermodal Rp10.000, Teman Traveler sudah bisa masuk gerbang indian dan menjelajah pesona hutan pinus. Kalian akan menemukan jalan berkelok di antara rimbunnya pepohonan tinggi menjulang. Paduannya menciptakan panorama yang sungguh menakjubkan .

Payung Warna-Warni

Menikmati kesunyian di spot apik (c) Indi Nabilatun N/Travelingyuk

Keberadaan payung gantung warna-warni selalu mampu menarik perhatian wisatawan. Tak terkecuali destinasi di sini. Usai melewati Gerbang Apache, akan terlihat jalan kecil berkelok dengan hiasan payung aneka warna. Sentuhan kreatif ini bakal menghiasi perjalanan Teman Traveler selama menjelajah sekitar hutan.

Setelah berjalan sekitar 10 menit, Teman Traveler akan disuguhi kawasan ‘Ask Forest Hijau’ yang kekinian dan Instagenic. Ada banyak spot menarik di sini. Salah satunya adalah hiasan payung gantung di tengah hutan pinus lebat. Ada tempat duduk memanjang dari kayu pinus. Cocok untuk bersantai, ngobrol atau membaca buku dalam kesunyian.

Dudukan Kayu Pinus Beratap Jerami

Menikmati nuansa alam (c) Indi Nabilatun N/Travelingyuk

Tempat duduk dari kayu pinus juga bisa ditemukan di beberapa titik lain. Salah satunya di bawah di bawah atap jerami berbentuk halte. Spot
ini juga biasa disebut Taman Cinta. Kreasi berbentuk ‘Love’ serta papan
tulisan semakin melengkapi pesona keunikan di sini. Kehadiran pepohonan rimbun, semak hijau, dan sentuhan udara segar membuat suasana rileks semakin komplet.

Spot Tunggak Cinta Bersemi

Tunggak Cinta Bersemi (c) Indi Nabilatun N/Travelingyuk

Spot ‘Love’ kerap jadi favorit para wisatawan dan penggemar fotografi. Terlihat sangat alami lantaran dibuat dari rangkaian bunga cantik. Diletakkan di balik batu besar hingga menambah kesan romantis. Tak jarang, spot ini menjadi jujugan untuk lokasi foto pre-wedding.

Gazebo Kayu

Gazebo kayu (c) Indi Nabilatun N/Travelingyuk

Tak hanya menawarkan deretan spot foto indah, destinasi ini juga sudah memiliki fasilitas memadai. Selain beberapa tempat duduk, Puthuk Panggang Welut juga menyediakan gazebo nyaman. Jika sudah lelah berjalan kaki, Teman Traveler bisa singgah sejenak di sini. Di kawasan Ask Forest, kalian juga bisa menemukan mushola, toilet, serta warung makan.

Asyiknya lagi, Teman Traveler juga bisa mengunjungi Air Terjun
Kembar Watu Gedeg dan Coban Curah Watu. Kedua destinasi tersebut berada tak jauh dari Puthuk Panggang Welut. Namun perhatikan kondisi cuaca sebelum memutuskan melanjutkan perjalanan ke sana.

Jadi bagaimana Teman Traveler, sudah menentukan destinasi liburan di akhir pekan? Jika belum Puthuk Panggang Welut bisa jadi rekomendasi.