Pasar Lama Tangerang, Kawasan Istimewa untuk Perindu Jajanan Jadoel

Advertisement
Advertisement

Tangerang dikenal sebagai kota padat penduduk. Pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga jalanan macet menjadi pemandangan umum yang biasa terlihat di sini. Namun, ada satu kawasan yang mencuri perhatian. Apalagi kalau bukan Pasar Lama Tangerang menjadi tujuan Kontributor Travelingyuk, Dina Fitri Handayani jelalah kuliner. Seperti apa pengalamannya? Berikut ceritanya.

Letak Pasar Lama yang Istimewa di Tangerang

Display Gulali
Display Gulali (c)Dina Fitri Handayani/Travelingyuk

Lokasi Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang berada di Jalan Kisamaun, Kota Tangerang. Akses mudah dijangkau transportasi pribadi dan berbagai moda transportasi umum seperti angkot dan KRL (Kereta Rel Listrik) karena dekat dengan Stasiun Tangerang. Para pedagang kaki lima mulai menjajakan dagangannya dimulai dari jam 10 pagi sampai pukul 10 malam.

Penjual Kue Ape
Penjual Kue Ape(c)Dina Fitri Handayani/Travelingyuk

Fasilitas Nyaman di Pasar Lama

Akses Pasar Lama Tangerang
Akses Pasar Lama Tangerang (c) Dina Fitri Handayani/Travelingyuk

Pasar tradisional di Tangerang ini cukup menarik perhatian. Selain karena barang dagangan yang menarik, letaknya juga tak jauh dari Vihara Boen Tek Bio ata Padumutara yang merupakan ibadah tua di Tangerang. Sementara untuk fasilitas yang disuguhkan tidak banyak. Adapun yang tersedia seperti toilet umum, dan tempat parkir beserta juru parkirnya. Untuk tarif parkir berkisar Rp1.000 per sepeda motor dan Rp2.000 per mobil.

Rekomendasi Jajanan Pasar yang Nendang

Lapak Gulali Pasar Lama Tangerang
Lapak Gulali Pasar Lama Tangerang (c) Dina Fitri Handayani/Travelingyuk

Bagi Teman Traveler yang rindu jajanan tempo 90’an, ada banyak rekomendasi makanan di Pasar Lama Tangerang. Salah satunya gulali. Camilan ini juga disebut rambut nenek karena penampakan gulanya seperti rambut nenek-nenek. Sejak tahun 1992 sampai sekarang, gulali depan Toko Varia yang tidak pernah berpindah tempat berjualan dan selalu habis setiap harinya.

Proses Penyajian Gulali
Proses Penyajian Gulali (c) Dina Fitri Handayani/Travelingyuk

Gulali memiliki rasa manis dan pas dimakan bersama kue simping atau kerupuk gulali. Penyajiannya sederhana, jajanan ini diletakkan pada bagian atas dan bawah gulali, kemudian dimasukkan plastik, ditumpuk-tumpuk, diikat dengan karet gelang, lalu digantung. Harganya cukup terjangkau, Rp10.000 isi 7 dan Rp15.000 isi 10.

Kue Ape yang Tak Kalah Spesial

Display Kue Ape
Display Kue Ape(c) Dina Fitri Handayani/Travelingyuk

Kue ape bukan kategori camilan baru. Kemungkinan sudah ada sejak tahun 90-an. Kue ini berwarna hijau dari pandan, bertekstur renyah. Bentuknya bulat dan menggunung di pusatnya, sehingga menyerupai puting payudara wanita. Oleh sebab itu, kue ini disebut dengan kue tetek. Alat masaknya pun masih sangat tradisional yaitu wajan kecil dan kompornya menggunakan anglo. Aroma arang kayunya lah yang menambah kenikmatan rasa kue ape.

Proses Memasak Kue Ape
Proses Memasak Kue Ape (c) Dina Fitri Handayani/Travelingyuk

Kue ini bisa dibeli satuan seharga Rp1.000. Biasanya, penjual kue tidak hanya menawarkan kue ape, tapi juga aneka jajanan lain. Seperti kue pancong yang juga termasuk jajanan tradisional. Selain kue ape, masih banyak kuliner di Pasar Lama Tangerang. Soal rasanya tak perlu diragukan lagi.

Bagaimana, sudah siap traveling di Kota Tangerang dan mampir ke Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang kan? Tak perlu khawatir, jajanan kaki lima ini tidak hanya enak, tapi juga murah meriah. Dijamin kantong tak akan bolong.

Advertisement
Tags
Banten Indonesia kuliner tangerang tangerang Travelingyuk
Share