Dapatkan Pengetahuan Gratis di Museum R. Hamong Wardoyo Boyolali

Advertisement
Advertisement

Boyolali mempunyai wisata sejarah di tengah kota yang bernama Museum R. Hamong Wardoyo. Dulunya tempat ini merupakan bekas kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. R. Hamong Wardoyo sendiri adalah Bupati kabupaten Boyolali setelah Indonesia merdeka yang menjabat di tahun 1947-1948.

Selain guna melestarikan budaya, bangunan museum ini terbilang unik karena bentuknya yang mirip seperti Museum Louvre di Paris. Selain gratis, banyak hal yang bisa kita temukan di dalam. Simak ulasannya berikut!

Terdiri Dari 2 Lantai

img_20190828_122449_compress3_CiW.jpg
Bagian informasi museum (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Setelah memasuki pintu utama benda yang pertama kali terlihat di Museum ini adalah patung R. Hamong Wardoyo. Selanjutnya di bagian belakang meja resepsionis terdapat gunungan dan wayang kulit. Kesan budaya dan sejarah sudah mulai terlihat dari sudut ini.

Museum yang berdiri sejak tahun 2015 ini terlihat kecil dan sempit. Namun Museum ini ternyata mampu menampung puluhan benda sejarah dari Arca, Miniatur, sampai berbagai lukisan dan foto jaman dulu. Jika diamati dengan benar, museum ini bukan terdiri dari 2 lantai, melainkan 3 lantai. Lantai pertama berisi peninggalan sejarah, lantai kedua terdapat berbagai macam foto, dan yang ketiga adalah koleksi tumbuhan/tanaman. Khusus pengunjung hanya bisa mengeksplor di lantai pertama dan kedua saja. 

Suasana yang serba putih dari dinding museum sangat cocok dipadukan dengan rerumputan hijau membawa nuansa yang segar dan sejuk. Ditambah tempatnya yang bersih dan selalu terjaga membuat Museum R. Hamong Wardoyo terkesan apik.

Kenali Beberapa Koleksi Sejarah

img_20190828_121947_compress20_rwk.jpg
Arca bersejarah (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Tak lupa patung Lembu Sura atau sapi ndekem pun ada di dalam museum. ‘Sapi Ndekem‘ merupakan ikon Boyolali yang tersebar dimana-mana. Kemudian dari sudut kanan dan kiri setelah Lembu Sura terdapat arca bersejarah yang berjejer rapi. Sangat mudah untuk diamati! Tapi sayang sekali, tidak semua arca diberi keterangan, sehingga pengunjung agak kesulitan untuk memahami benda-benda tersebut. 

Bagian Tengah Museum

img_20190828_122146_compress51_oWt.jpg
Kereta kencana, kendaraan para raja (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Selain patung-patung sejarah, juga terdapat benda-benda sejarah di zaman kerajaan, salah satunya adalah kereta kencana. Kendaraan ini digunakan para raja zaman dahulu dengan ditarik kuda. Selain itu, ada juga lumpang yang digunakan untuk menumbuk padi sebelum menggunakan mesin. Secara manual, padi ditumbuk agar bijinya rontok kemudian mengelupas menjadi beras.

img_20190828_122125_compress48_iNQ.jpg
Lumpang untuk menumbuk padi dan patung Ki Ageng Pandan Arang (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Di samping lumpang ada patung Ki Ageng Pandan Arang yang menurut legenda Ki Ageng Pandan Arang diutus oleh Sunan Kalijaga untuk menyebarkan agama Islam di Klaten. Berangkatnya Ki Ageng membuat anak dan istrinya tinggal sendiri.

Dalam perjalanan Ki Ageng menemui banyak rintangan sebagai ujian. Semakin jauh Ki Ageng meninggalkan sang istri dan anaknya, ia beristirahat di sebuah batu besar yang konon dekat Pasar Sunggingan sambil berucap “Baya wis lali wong iki“, artinya “Sudah lupakan orang ini”, maka jadilah nama Boyolali. 

img_20190828_122218_compress74_ULk.jpg
Patung Lembu Sura (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Beberapa koleksi lain juga disimpan dalam museum, seperti guci antik, uang logam jaman dulu, patung harimau Sumatera dan patung kereta Arjuna yang kini juga berada di Simpang Lima Boyolali. 

Foto di setiap sudut tembok Museum

img_20190828_124337_compress35_p5E.jpg
Foto Boyolali zaman dahulu (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Saat ingin menuju ke lantai 2, sepanjang jalan agak naik berbentuk segi enam ini sebelah kanan tembok terdapat koleksi foto-foto dari zaman dulu sampai masa sekarang. Foto-foto diambil saat momen besar terjadi, juga potret wujud Boyolali zaman dahulu.

Bagian bawah foto terdapat keterangan gambar, nama fotografer dan tahun pengambilan gambar. Segala foto yang ada mempunyai nilai artistik yang dalam dan mempunyai ceritanya tersendiri.

Jelajahi Lantai 2

img_20190828_122911_compress3_Xnu.jpg
Berbagai koleksi foto tentang Boyolali (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Saat berada di lantai 2, terdapat banyak foto foto yang menceritakan sejarah Boyolali. Ada foto Gunung Merapi, persawahan, penari reog, hasil pertanian Boyolali dan masih banyak lagi. Foto-foto ditata melingkar supaya mudah terlihat. Di sini juga dapat terlihat pemandangan luar museum yang lebih luas. 

img_20190828_124824_compress10_Ybd.jpg
Foto keluarga R. Hamong Wardoyo (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Sebagai catatan, Boyolali memiliki lahan sawah yang luas dan subur. Maka museum ini juga menunjukkan berbagai macam alat pertanian, seperti arit, cangkul, dan caping. Ada juga benda bernama luku, yaitu alat untuk membajak sawah yang ditarik oleh sapi.

Selain itu, di sini juga dipamerkan berbagai macam foto keluarga R. Hamong Wardoyo. Ada juga silsilah keluarga dan biodata pribadi yang bisa dipelajari langsung oleh pengunjung. 

img_20190828_131317_compress36_8GK.jpg
Bagian depan museum (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Dengan adanya museum ini, Teman Traveler tidak hanya menambah wawasan saja. Akan tetapi, objek wisata ini juga bisa makin menambah rasa cinta pada Boyolali beserta kekayaannya yang melimpah.

Advertisement
Tags
Boyolali hamong wardoyo Indonesia Jawa Timur kontributor Travelingyuk Wisata
Share