Monster Day, Pameran Kolektif nan Artsy di Jogja

Jogja seolah tak berhenti memanjakan para pecinta seni. Setelah sempat menyedot perhatian dengan gelaran Artjog MMXIX, kini Kota Gudeg kembali menggebrak dengan helatan Monster Day, sebuah pameran seni kolektif dengan karya bertema monster.

Setelah sempat hibernasi cukup lama, pameran ini kembali hadir sejak 6 Agustus 2019 lalu. Dihelat di Mogus Lab yang ada di Jalan Langenastran no 16, Keraton Yogyakarta, di sini Teman Traveler bisa saksikan uniknya pasar monster, monster talk, dan aneka workshop. Tempatnya dekat dengan Alun-alun Selatan, jadi tak ada alasan untuk tak mampir.

Saya sendiri sudah mampir ke Monster Day 4 dan berikut adalah beberapa karya unik yang sempat saya abadikan. Yuk, simak satu-persatu Teman Traveler.

InkubatoRia

picsart_08_10_07_lpz.jpg
InkubatoRia karya Igorsatumangkok (c) Ikatcn/Travelingyuk

Inkubatoria terdiri dari kain dan dakron yang kemudian dirangkai dengan teknik quiltin. Karya ini bercerita tentang monster-monster mie instan yang sedang bergembira ria dalam bungkusnya. Mereka merayakan kebebasan, sebelum akhirnya matang dalam panci dan terlahir untuk bikin rusuh di dunia manusia. 

Yoyi

picsart_08_10_07_XJl.jpg
Yoyi karya Mochammad Fajar (c) Ikatcn/Travelingyuk

Yoyi adalah monster tengil nan usil. Malu-malu tetapi suka jahil. Namun di balik sifatnya tersebut, Yoyi suka berkenalan dan mengajak siapapun untuk selalu ceria. Karakter monster ini tercipta saat proses kreatif dalam PUPApuppetlab ke-1 yang dimentori oleh Papermoon Puppet Theatre.

Yoyi siap menghibur dan mengajak pengunjung bergembira dalam pertunjukan boneka di Monster Day 4, yang digelar pada 18 Agustus 2019 dan 2 September 2019 pada pukul 15.00. Catat tanggal mainnya ya Teman Traveler.

Intertwined Red Thread of Fate

picsart_08_10_07_DNC.jpg
Karya Show The Monster (c) Ikatcn/Travelingyuk

Karya satu ini menampilkan beragam bentuk monster dan didominasi warna merah. Bahan-bahan yang digunakan untuk juga tak kalah bervariasi, terdiri dari kain, dakron, beads, dan macrame.

Intertwined Red Thread of Fate coba bercerita mengenai ketidaksadaran manusia bahwa sebenarnya semua terhubung satu sama lain. Terikat dalam satu benang merah yang tidak kita ketahui dari mana dan dengan siapa terikat.

Kuluk

picsart_08_10_10_cvp.jpg
Kuluk (c) Ikatcn/Travelingyuk

Kuluk merupakan sebutan untuk anjing Bali, ras tertua dan asli. Anehnya, mereka sering diperlakukan bagai monster mengganggu di Pulau Dewata. Uncle Joy membuat karya ini dengan kanvas, cat akrilik, dan plushie.  Nampak begitu simple namun tetap mengagumkan.

Lust for Life

picsart_08_11_01_VrD.jpg
Lust for Life (c) Ikatcn/Travelingyuk

Berbentuk monster lucu namun sedikit seram, karya ini diberi judul ‘Lust for Life’. Dibuat dengan bahan dasar kain felt, resin, dan rajut. Ini merupakan karya kedua @iky.z yang dipajang, selain ‘Embroidery Patch’. Jika Teman Traveler tertarik, ia juga mengadakan workshop membuat mainan bertema monster lho di sini.

Sjajh

picsart_08_11_02_GaP.jpg
Sjajh (c) Ikatcn/Travelingyuk

Dengan warna dominan kuning, monster-monster berbentuk mata ini dimasukkan dalam toples mungil. Karya Atreyu Moniaga ini merupakan simbol bagaimana manusia bisa menjadi cahaya bagi siapapun yang ada di sekitarnya. Manusia juga bisa melihat dari banyak perspektif dalam hidup.

Earthy Legion

picsart_08_11_02_BFL.jpg
Earthy Legion (c) Ikatcn/Travelingyuk

Monster berkaki panjang ini adalah karya Addy Debil. Bermodal kanvas, dakron, dan cat akrilik, terciptalah sederet monster seram namun warna-warni ini. Tampak sangat menarik ya?

Itulah sekilas pengalaman saya mengunjungi Monster Day. Jika Teman Traveler sedang liburan di Jogja, sempatkanlah mampir ke acara pameran ini. Perhelatan unik ini masih akan berlangsung hingga 8 September 2019, jadi jangan lupa datang ya.

Tags
Jogja Jogjakarta kontributor monster day Travelingyuk wisata jogja Wisata Jogjakarta
Share