Lontong Balap Pak Gendut, Legenda 61 Tahun Kota Pahlawan

Surabaya memang bisa dibilang sebagai surganya makanan otentik. Di Kota Pahlawan ada banyak sajian lezat berbahan petis, seperti rujak cingur maupun lontong balap. Salah satu yang sempat saya coba adalah Lontong Balap Pak Gendut.

Sajian satu ini sudah begitu legendaris di Surabaya. Saking enaknya, sudah eksis selama 60 tahun lebih lho. Penasaran? Yuk, simak cerita saya soal Lontong Balap Pak Gendut selengkapnya.

Kuliner Legendaris

lontong_balap_aNW.JPG
Papan nama kuliner legendaris (c) Natalia/Travelingyuk

Lontong balap ini sudah eksis sejak 1958. Resep awalnya diciptakan oleh orang tua Pak Gendut, yang dulunya berjualan dengan gerobak di halaman Bioskop Garuda. Memasuki tahun 1970-an, barulah Pak Gendut mulai membantu usaha keluarga ini. 

warung_lontong_balap_pak_gendut_X83.JPG
Suasana di dalam kedai (c) Natalia/Travelingyuk

Kuliner legendaris yang juga dikenal dengan nama Lontong Balap Garuda ini terus ramai dan diteruskan oleh anak Pak Gendut. Namun penggusuran lahan bioskop di 2012 memaksa usaha ini untuk mendirikan kedai sendiri. Kini cabangnya sudah ada dua dan saya menyempatkan mampir ke cabang di Jalan Embong Malang No 38.

Dimasak dengan Arang

dimasak_dengan_arang_kRM.JPG
Dimasak dengan arang (c) Natalia/Travelingyuk

Selain resep asli turun-temurun hingga ke generasi ketiga, ada hal lain yang membuat lontong balap ini tetap istimewa. Kenikmatannya benar-benar khas karena hingga kini proses masak tetap menggunakan kuali dan arang. Meski tergolong tradisional, cara ini berhasil membuat kuah tetap terasa enak. 

lontong_balap_legendaris_Syl.JPG
Sajian dengan bumbu khas (c) Natalia/Travelingyuk

Selain kuahnya yang khas, setiap sajian lontong balap di sini juga ditambah siraman kecap. Wangi yang dihasilkan dijamin bakal langsung bikin perut kelaparan. Cocok disantap jika Teman Traveler sedang menjelajah wisata Surabaya.

Tauge Melimpah

toge_yang_melimpah_GuH.JPG
Tauge yang begitu melimpah (c) Natalia/Travelingyuk

Salah satu yang jadi ciri khas dari lontong balap ini adalah topping tauge yang sangat melimpah. Bahkan ketika saya minta tambah, pegawainya dengan senang hati memberi limpahan tauge tersebut. 

mendol_dan_lentho_ukY.JPG
Tahu dan lentho (c) Natalia/Travelingyuk

Satu lagi yang bikin seporsi Lontong Balap ala Pak Gendut istimewa adalah potongan kecil lentho dan tahu. Dua gorengan ini nggak boleh ketinggalan di tiap sajian lontong balap.

Secara tekstur dan bentuk, lentho lebih mirip perkedel namun terbuat dari campuran kacang tolo dan singkong yang dihaluskan, alih-alih kentang. Bagaimana, langsung terbayang betapa nikmatnya bukan?

Makin Mantap dengan Sate Kerang

lontong_balap_dan_sate_kerang_bsw.JPG
Lontong dan Sate Kerang (c) Natalia/Travelingyuk

Mungkin Teman Traveler lebih sering melihat sate kerang sebagai teman makan kupang lontong. Namun ternyata lauk satu ini juga jadi jodoh pas untuk lontong balap. Di Warung Pak Gendut kalian bisa memesan seporsi sate kerang yang terdiri dari delapan tusuk, lengkap dengan kecap dan taburan bawang goreng melimpah. 

sate_kerang_w7a.JPG
Sate Kerang (c) Natalia/Travelingyuk

Lontong Balap Pak Gendut siap memanjakan lidah Teman Traveler mulai 08.00 hingga 20.00. Cocok sebagai alternatif hidangan makan siang, apalagi ditambah es teh sebagai penghilang dahaga.

Harganya juga lumayan murah. Untuk seporsi lontong balap dan sate kerang, saya hanya perlu bayar Rp34.000 saja. Sangat terjangkau kan, untuk kuliner legendaris dengan usia lebih dari setengah abad?

Buat Teman Traveler yang sedang menjelajah wisata Surabaya, saya sarankan untuk sempatkan diri singgah di Lontong Balap Pak Gendut. Tak perlu bingung, lahan parkirnya luas, bahkan cukup lapang untuk mobil ukuran besar. Buktikan sendiri betapa nikmatnya sajian legenda ini.

Tags
kontributor kuliner surabaya lontong balap pak gendut Surabaya Travelingyuk
Share