Kuliner Uighur, Kekayaan Rasa dari Sejarah Panjang Silang Budaya

Masyarakat Uighur yang mayoritas Muslim mendiami Provinsi Xinjiang China. Sejarah panjang perpaduan budaya tradisi Islam dari Asia Tengah dan Tionghoa dari Cina. Bahan utamanya selalu terdiri dari daging domba, daging sapi, sayur serta beberapa buah. Penasaran? Yuk simak kuliner Uighur ini.

1. Naan 

naan atau nang via Shutterstock

Naan atau nang adalah makanan khas untuk sarapan atau menjamu para tamu sebelum hidangan utama. Biasanya akan dipasangkan dengan teh dan buah. Bahan utamanya tepung terigu, tepung jagung dengan bahan tambahan seperti wijen, bawang, telur, minyak sayur, mentega, susu, garam dan gula. Bentuknya bulat datar memiliki warna kuning keemasan, rasanya gurih dan renyah. 

2. Polo

Polo atau Pilaf via Shutterstock

Polo adalah makanan yang terbuat dari beras dicampur dengan daging domba, wortel, paprika dan kismis. Proses memasaknya lama dengan minyak. Disebut juga dengan pilaf, polo juga ada sebutan saat memesannya yaitu ak polo sajian tanpa daging, dan dengan daging gwesh polo. 

3. Roast Mutton

Roast mutton via [image source]

Beijing terkenal dengan bebek panggang dan di Guangzhou ada babi panggang, maka di Xinjiang ada roast mutton. Domba yang sudah disembelih, dikuliti dan dibersihkan, selanjutnya diolesi garam bagian luar dan dalam. Biasanya domba ini diambil yang berumur dua tahun.

4. Sanzi

Sanzi via Shutterstock

Sanzi berbahan utama tepung terigu yang dicampur dengan minyak sayur, jus dari prickly ash China, lalu adonan diuleni sampai menjadi beberapa bagian. Hasilnya akan mirip bentuk mie yang digoreng. Makanan ini sebagai hidangan untuk tamu di hari besar, festival dan ramadhan. Sanzi dapat ditemui di pinggiran jalan Xinjiang juga.

Demikian kuliner Uighur dijamin halal dan kelezatannya. Citarasa unik perpaduan Timur Tengah. Teman Traveler bisa mencobanya saat di China karena sudah banyak menyebar ke penjuru Negeri Tirai Bambu ini.

Tags
kuliner Kuliner China Luar negeri Makanan Khas Suku Uighur
Share