Selain Sego Tempong, Ini Empat Kuliner Enak di Banyuwangi

Kuliner Blambangan seolah tidak ada habisnya untuk dibahas. Apalagi makanan lokal yang sudah melegenda. Citarasanya seperti tidak akan tergantikan di lidah para penikmatnya, meski zaman telah berubah. Jika kamu hanya mengenal sego tempong sebagai masakan lokal Banyuwangi, maka kamu harus mencicipi deretan kuliner Banyuwangi berikut.

1. Ayam Kesrut

Ayam Kesrut Banyuwangi
Ayam Kesrut Banyuwangi via instagram/@byekbanyuwangi

Kuliner ayam khas Banyuwangi adalah ayam kesrut. Makanan ini merupakan makanan lokal berbahan dasar daging ayam kampung muda yang dimasak dengan kuah kaldu. Biasanya ayam kesrut disajikan dengan nasi putih panas dan tempe goreng garing yang dipotong tebal. Soal citarasa, tak perlu diragukan lagi. Rasa gurih dan pedas berpadu dengan asam segarnya blimbing wuluh membuat lidahmu bakal bergoyang. Saking legendarisnya, ayam kesrut diikutkan dalam Festival Banyuwangi Kuliner (Bakul) yang bertepatan dengan Banyuwangi Art Week pada 12-15 April 2018 kemarin loh.

Ayam Kesrut
Ayam Kesrut via instagram/@dwi550saputra

2. Sambal Lucu

Sambal Lucu
Sambal Lucu via Liputan6.com

Meski namanya lucu, namun tidak serta merta membuatmu tertawa saat mencicipinya. Lucu merupakan nama sebuah tanaman mirip laos dengan tinggi sekitar 1 meter dan berdaun lebar. Sedangkan sambal lucu adalah sajian yang terbuat dari irisan batang lucu dengan irisan kacang panjang dicampur dengan cabai ulek. Biasanya sambal ini disajikan bersama dengan sayur lucu dengan lauk ayam kampung goreng dan ikan asin. Citarasa unik bakal kamu rasakan di cocolan pertama. Ada rasa segar manis dan sedikit mentol serta aroma langu batang lucu di sambal ini. Sambal dan sayur lucu ini bisa kamu temukan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Ilustrasi Sambal Banyuwangi
Ilustrasi Sambal Banyuwangi via instagram/@devianandita_

3. Patola

Patola Banyuwangi
Patola Banyuwangi via akurat.co

Kalau kuliner ini banyak ditemukan di Banyuwangi saat bulan Ramadan tiba. Patola adalah kue khas Banyuwangi yang terbuat dari tepung beras dan berbentuk bulat dan seperti mie. Diameternya tak lebih dari telapak tangan orang dewasa. Umumnya, camilan cantik ini berwarna merah muda, hijau, atau putih. Cara menyajikan patola dengan disiram kuah santan yang telah dicampur dengan gula merah cair. Kue patola ternyata sudah ada sejak dulu sekali dan resepnya diwariskan secara turun menurun hingga kini. Rasa manis yang legit serta gurihnya santan berpadu dengan kelembutan kue patola memang pas sebagai makanan buka puasa.

Patola
Patola via instagram/@rikaheldina_jajanomahan

4. Umbut

Umbut
Kuliner Banyuwangi Umbut via intai-intaidapur.blogspot.co.id

Umbut merupakan batang tunas rotan yang biasanya tumbuh di lereng jurang. Sayur olahan umbut ini sangat dihargai oleh masyarakat Banyuwangi khususnya warga Papring, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. Hal ini wajar terjadi karena untuk bisa mendapatkan umbut membutuhkan perjuangan luar biasa. Warga harus berjalan sejauh kurang lebih 20 km ke dalam hutan setelah itu menyingkirkan duri umbut sebelum akhirnya menebangnya. Selain itu, sayur ini juga hanya bisa kamu temukan setahun sekali, tepatnya saat Ramadhan dan Idul Fitri saja loh. Umbut yang didapat kemudian diolah dengan cara direbus dan diberi bumbu sambal kacang. Sayur umbut bertekstur empuk serta bercitarasa manis dan sedikit asam.

Umbut Banyuwangi
Umbut Banyuwangi via instagram/@

Itulah empat kuliner Banyuwangi. Tak hanya bercita rasa unik, tapi juga cukup legendaris. Bagaimana, tertarik untuk mencoba yang mana dulu nih?

Tags
Banyuwangi Indonesia Jawa Timur kuliner banyuwangi
Share