Lima Kuliner Aceh Unik dan Khas Ini Bisa Dijadikan Oleh-oleh Menarik

Berkunjung ke Aceh tentunya tidak lengkap jika tidak membawa pulang oleh-oleh khas. Jika sudah bosan dengan buah tangan seperti aksesoris, kerajinan tangan, atau kaus, tidak ada salahnya mempertimbangkan untuk membeli sejumlah varian kuliner Aceh yang khas dan unik.

Menurut beberapa sumber, makanan yang berkembang di masyarakat Negeri Serambi Mekah banyak mendapatkan pengaruh dari budaya asing seperti Arab, India, Belanda, Spanyol, dan juga Tiongkok. Oleh karena itu tidak salah jika menjadikan kuliner Aceh sebagai oleh-oleh untuk diberikan pada sanak famili ataupun kerabat dekat di rumah. Jika bingung menentukan pilihan, berikut TravelingYuk sudah siapkan beberapa rekomendasinya.

1. Kue Bhoi

Kue Bhoi adalah kue bolu khas Aceh via Instagram tutiaguss

Satu lagi kue yang cukup populer di Aceh adalah kue bhoi. Bhoi punya tekstur yang lembut dan sering dijadikan sebagai teman minum kopi. Penyajiannya juga menarik, ada yang dibentuk seperti ikan, bintang, atau bunga. Begitu dicelupkan dalam kopi atau teh, tekstur bhoi akan menjadi lebih lembut. Dari sisi tradisi kue ini sering dijadikan sebagai bagian dari seserahan pengantin pria pada pengatin wanita. Sering juga dipilih sebagai buah tangan ketika ada sanak saudara yang baru dikhian atau melahirkan.

2. Kue Adee

Kue Adee merupakan salah satu kue khas Aceh yang belakangan mulai terkenal dan diburu wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh. Meureudu adalah salah satu daerah di Serambi Mekah yang memiliki banyak kios-kios penjual kue Adee dengan beragam merk dan harga.

Kue Adee khas Aceh via Instagram noviliahafsah

Kue Adee sendiri pada dasarnya mirip dengan bikang. Menurut beberapa sumber, kue Adee sudah ada sejak 80an silam, namun kurang begitu terkenal. Sebelumnya, kue ini hanya bisa ditemui di hajatan besar seperti pesta perkawinan dan bulan Ramadan. Namun kini kue Adee mudah didapatkan dan cocok dijadikan oleh-oleh.

3. Kopi Gayo

Sesuai dengan namanya, Kopi Gayo dikembangkan di Tanah Gayo yang ada di Aceh Selatan. Kopi Gayo konon sudah dijadikan sebagai komoditas ekspor sejak 1908 silam dan digemari oleh banyak penggemar kopi di luar negeri karena aroma dan rasanya yang khas.

Kopi Gayo termasuk salah satu oleh-oleh khas Aceh via Instagram sri_astuti7121

Tidak seperti kopi lain yang jika dinikmati meninggalkan rasa pahit, Kopi Gayo tidak meninggalkan sensasi semacam itu. Bahkan terdapat rasa gurih serta aroma harum yang membuatnya begitu menggoda untuk terus diminum. Tidak sedikit yang menilai Kopi Gayo kualitasnya di atas kopi Blue Mountain yang ada di Jamaika.

4. Dendeng Aceh

Dendeng Aceh bisa tahan hingga tiga bulan via Instagram kopiacehstore

Kuliner Aceh lainnya yang juga layak dijadikan oleh-oleh adalah dendeng. Bahan utamanya bisa dari daging sapi maupun rusa dan akan tahan hingga maksimal tiga bulan. Sangat cocok untuk dibawa sebagai buah tangan ke luar kota. Proses pembuatan dendeng Aceh sendiri tidak terlalu rumit. Daging dipotong tipis-tipis lalu dikeringkan. Berikutnya, mulai diberi bumbu khusus yang campuran utamanya terdiri dari ketumbar dan sedikit gula. Varian rasa yang ditawarkan bermacam-macam, mulai dari manis, asing, hingga kari. Selain itu harganya juga tidak terlalu mahal, antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per kilogram.

5. Kue Timpan

Kue Timpan disajikan dalam bungkusan daun pisang via Instagram makanmakanmantap

Satu lagi kue khas kuliner Aceh yang layak dijadikan sebagai oleh-oleh. Kue Timpan sebelumnya lazim disajikan di Hari Raya Idul Fitri, namun belakangan mulai ngetren jadi buah tangan di kalangan para wisatawan. Bahan dasarnya makanan terdiri dari ketan dan pisang raja, namun kadang ada beberapa produsen yang menyisipkan variasi tambahan berupa parutan kelapa atau srikaya. Dimatangkan dengan cara dibungkus daun pisang dan dikukus, kue Timpan adalah salah satu kue tradisional yang cukup populer di Aceh dan sering disajikan di sejumlah hajatan besar.

6. Ayam Tangkap

Jika ada satu makanan yang sulit lepas dari kebudayaan masyarakat Aceh, maka itu adalah Ayam Tangkap. Pada dasarnya sajian ini adalah ayam goreng yang sebelumnya sudah dibumbui dengan rempah-rempah khas. Bumbu yang biasanya digunakan adalah bawang putih, lada, kemiri, garam dan jahe. Setelah bumbu meresap sepenuhnya, ayam kemudian digoreng. Di tengah-tengah prosesnya, beberapa lembar daun kari, pandan, dan salam koja dimasukkan untuk membuat rasa ayam semakin nikmat.

Ayam Tangkap disaiikan dengan dedaunan via Instagram rahmasaleh01

Penyajiannya pun juga unik, karena daun-daun tersebut dibiarkan berserakan begitu saja di atas ayam. Selain bisa dijadikan sebagai lalapan, dedaunan itu juga bisa memiliki tekstur mirip krupuk jika digoreng hingga kering.

Itulah tadi sejumlah kuliner Aceh yang bisa dijadikan sebagai alternatif oleh-oleh jika kebetulan berkunjung ke Serambi Mekkah. Tak hanya asesoris atau kerajinan tangan, kuliner khas juga bisa menjadi buah tangan yang tak kalah menarik.

Tags
Aceh kuliner Wisata
Share