Kedai Wak Edoy, Nikmatnya Nasi Gurih ala Melayu di Malang

Nasi gurih kerap identik dengan kuliner Jakarta. Masyarakat Betawi kerap menyebutnya dengan istilah nasi uduk. Namun di Kedai Wak Edoy Malang, Teman Traveler bisa mencicipi nasi gurih dengan cita rasa Melayu khas Sumatra.

Sajian ala Sumatra

Kedai Wak Edoy (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Pertama melihat, saya langsung tertarik mengunjungi warung ini. Papan namanya terlihat mencolok. Namanya pun sedikit unik. Saya pun langsung berpikir, wah ini pasti Sumatra banget rasanya.

Kedai tampak depan (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Nuansa ala Sumatra terlihat dari deretan menu yang tertulis di papan nama depan warung. Sepintas saya lihat, ada beberapa sajian kolaborasi dengan kuliner Malaysia.

Tambahan Variasi Lauk dan Sayur

Ada kwetiauw, nasi, mie, dan masih banyak lagi (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Saya sendiri melihat banyak sajian familiar ketika membolak-balik daftar menunya. Namun rupanya Kedai Wak Edoy banyak menambah variasi dan memadu madankan sajian mereka dengan lauk atau sayur yang jarang ditemui.

Setelah mempertimbangkan masak-masak, saya akhirnya memutuskan memesan paket nasi gurih dengan tambahan rendang jengkol. Bukan karena sajian ini merupakan salah satu sajian spesial andalan Wak Edoy, melainkan lebih karena menu ini merupakan yang pertama saya lihat ketika masuk warung.

Suasana di dalam kedai (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Sembari menunggu, rasa penasaran meliputi benak saya. Sebab umumnya saya mencicipi nasi gurih dengan balutan cita rasa ala Betawi. Kali ini, saya menanti-nanti, seperti apa rasanya hidangan yang sama jika disajikan ala Sumatra.

Oh ya, untuk menu kedua saya memesan Lontong Sayur. Dari fotonya terlihat sangat menggoda. Semoga tidak mengecewakan.

Nasi Gurihnya Bikin Nagih

Nasi gurih plus rendang jengkol (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Butuh 15 menit sebelum dua makanan pesanan saya tersaji di atas meja. Begitu semuanya siap, aroma santan seketika menyeruak. Terasa lebih kuat dibanding nasi gurih yang biasa saya makan.

Begitu suapan pertama tuntas, saya langsung merasa cocok dengan rasanya. Sangat cocok disantap bersama rendang jengkol maupun sambal teri. Bikin lidah bergoyang dan ketagihan.

Rendang jengol dan terinya benar-benar nikmat (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Jengkolnya jadi nilai tambah karena teksturnya lembut dan tidak beraroma tajam. Meski demikian, rasa alami jengkol tak hilang sama sekali. Paket Nasi Gurih ini bisa dibilang sangat pas, terutama bagi Teman Traveler yang ingin menikmati sajian nasi gurih dengan sensasi rasa berbeda.

Lontong Sayur yang Menggoda

Lontong sayur menggoda (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Setelah tiga suap nasi gurih, saya langsung tergoda dengan aroma lontong sayur. Sempat saya bolak-balik kuahnya, berharap menemukan sesuatu yang beda. Ternyata komposisinya kurang lebih sama dengan lontong sayur biasa.

Meski begitu, tampilannya cukup menggoda. Warna kuahnya tidak terlalu pekat. Secara tekstur matang merata, mulai dari lontong hingga sayurnya. Hidangan sejenis yang saya cicipi umumnya terasa lembek, terutama untuk potongan sayur pepaya.

Kuahnya tidak terlalu pekat (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Begitu saya cicip kuahnya, benar-benar terasa segar. Komposisinya pas. Saya sampai harus mencoba ulang untuk memastikan rasanya benar-benar enak. Mengutip almarhum Bondan Winarno, benar-benar mak nyus. Sambalnya sendiri tidak terlalu pedas, masih bisa dinikmati kalian yang tidak terlalu suka rasa tajam.

Kecil, Tapi Nyaman

Suasana warung yang cukup sederhana (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Kedai Wak Edoy cukup bersih. Kursi dan mejanya ditata rapi, sehingga tetap terasa nyaman meski ruangannya tak terlalu luas. Saya sendiri tidak merasa kepanasan ketika bersantap di sini. Sayangnya, jumlah meja yang tersedia tak berbanding lurus dengan menunya.

Meski begitu, dengan suasana di dalam kedai yang cukup sibuk, saya masih bisa nyaman menghabiskan waktu berlama-lama di sini. Sekedar menikmati hidangan sambil ngobrol dengan partner.

Tempat mempersiapkan pesanan (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Berada di Jalan Cokelat no 5, Malang, Kedai Wak Edoy sangat mudah ditemukan. Jaraknya hanya sekitar 50 meter usai belok dari Jalan Soekarno Hatta. Parkirannya yang cukup luas menjadi nilai tambah, selain lokasinya yang memang strategis.

Buka mulai pukul 06.00 hingga 22.30, Teman Traveler bisa kulineran di sini hampir sepanjang hari. Bagaimana, adakah di antara kalian yang tertarik mencicipi? Jangan lupa mampir jika sedang jalan-jalan di sekitaran Malang ya.

Tags
kontributor kuliner malang Malang nasi gurih Travelingyuk wak edoy
Share