Jelajah Jl. Rajawali, Surganya Gedung Tua di Surabaya

Menikmati indahnya gedung tua tak hanya di Semarang. Tapi kini, Teman Traveler bisa menjelajah bangunan lawas di Jl. Rajawali, Kota Surabaya. Walaupun sudah berusia tua, gedung-gedung ini masih bisa terlihat jelas kemegahannya. Ini dikarenakan jajaran bangunan yang ada di sini sangat dirawat dengan baik. Penasaran dengan keindahannya? Yuk simak ulasan di bawah ini.

Gedung Bekas Mallaby

Jl. Rajawali
Gedung Bekas Mallaby (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Di Jl. Rajawali kalian akan menemukan gedung dengan banyak pintu dan jendela, disertai dinding yang didominasi warna merah putih. Itu merupakan gedung yang dulu ditempati oleh Mallaby. Ia merupakan panglima perang 10 Nopember 1945 yang berasal dari Belanda. Gedung ini ia tempati bersama sekutunya untuk mempersiapkan strategi perang melawan warga lokal.

Sampai saat ini, gedung tersebut masih sangat terawat. Hampir seluruh bangunan masih asli sejak didirikan. Alasannya karena bangunan ini dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Hotel Arcadia

Jl. Rajawali
Hotel Arcadia (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Selanjutnya, ada Hotel Arcadia yang masuk menjadi cagar budaya di Surabaya. Hotel yang berada di bawah naungan manajemen Hotel Horison ini, tetap mempertahankan keaslian bangunannya. Dengan desain lengkungan klasik di bagian depan, ditambah payung-payung merah di atasnya, menjadikan para pecinta fotografi kerap mampir ke bangunan lawas satu ini.

Bangunan Bekas Milik Perusahaan Perkebunan Negara

Jl. Rajawali
Bangunan bekas milik perusahaan perkebunan negara (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Tidak jauh dari Hotel Arcadia, ada gedung bekas kantor Perusahaan Perkebunan Negara. Bentuknya hampir sama dengan Hotel Arcadia, namun bedanya gedung ini memiliki desain Belanda yang lebih kental. Kini, bangunan tersebut berfungsi sebagai klinik kesehatan dan dilengkapi dengan toko dan tempat ngopi pada bagian depannya.

Gedung Cerutu

Jl. Rajawali
Gedung cerutu (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Sebuah bangunan rumah Belanda berwarna putih dengan pintu besi yang ada di gerbangnya menjadi tujuan spot menarik selanjutnya yang ada di Jl. Rajawali. Gedung ini dulunya adalah sebuah Gedung Cerutu. Itu karena dulunya dipakai untuk menyimpan stok cerutu para petinggi perwakilan Belanda di Surabaya.

BNI Rajawali

lrm_export_20190826_060956_CDJ.jpg
BNI Rajawali (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Tentunya masih di Jl. Rajawali ada sebuah gedung megah bernuansa kolonial Belanda yang sampai sekarang masih aktif digunakan untuk kantor BNI. Beroperasi sebagai Bank membuat Teman Traveler tidak bisa leluasa menggunakan gedung ini sebagai spot foto dari sisi depan. Satu-satunya sisi yang bisa dieksplor adalah bagian samping bangunan yang mengarah ke Museum The Javasche Bank.

Bekas Pabrik Minuman

lrm_export_20190826_061102_plz.jpg
Bekas pabrik minuman (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Pintu bangunan lawas bernuansa kolonial memang terkadang menjadi hal unik tersendiri untuk dijadikan spot berfoto. Itu yang bisa kalian lihat pada bekas bangunan bekas pabrik minuman ini. Lebih terkesan seperti bangunan rumah Belanda, gedung ini banyak digunakan sebagai spot foto anak-anak kekinian Surabaya yang suka berfoto dengan aliran street klasik dan vintage.

Bekas Gudang

lrm_export_20190826_060908_v7Y.jpg
Bangunan bekas gudang (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Di Jl. Rajawali No. 35 terdapat bangunan dengan nuansa Belanda. Dengan tembok kusam dihiasi pintu dan jendela bergaya jadul, membuatnya tampak sedikit ngeri. Meskipun begitu, bangunan bekas gudang ini masih menarik perhatian orang-orang yang lewat di depannya.

Bangunan Unik Tanpa Nama

lrm_export_20190826_061153_jrP.jpg
Bangunan tanpa nama (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Berbelok sedikit di ujung Jl. Rajawali yang mengarah ke Markas Polrestabes Surabaya, ada sebuah bangunan tanpa nama dan keterangan. Gedungnya memiliki desain sangat unik dan terkesan mewah di zamannya. Kalian akan dengan mudah menemukannya, karena gedung ini memiliki warna yang beragam.

Jembatan Merah Yang Fenomenal

lrm_export_20190826_061246_nnu.jpg

Jl. Rajawali yang dipenuhi bangunan vintage berujung pada sebuah tempat bersejarah. Bernama Jembatan Merah yang merupakan saksi bisu kejadian 10 Nopember 1945. Menjadi tempat berjatuhannya korban perang saat peperangan pasca kemerdekaan waktu itu, tidak membuat jembatan ini berkesan seram.

Justru di atas jembatan ini sekarang menjadi lintasan kesibukan warga Surabaya dalam aktivitas perdagangan. Apa lagi tepat di sisinya ada sebuah mall bernama Jembatan Merah Plaza yang selalu ramai setiap hari.

Melakukan eksplorasi bangunan lawas di sepanjang Jl. Rajawali ini saat yang tepat adalah di pagi hari. Di waktu tersebut kalian bisa mengabadikan momen sepuasnya tanpa takut terganggu ramainya lalu lalang kendaraan. Selamat hunting foto ya Teman Traveler.

Tags
Indonesia Jawa Timur Jl Rajawali kontributor Surabaya Travelingyuk Wisata
Share