Candi hingga Telaga, Jelajah Destinasi Indah Kawasan Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan wajib dikunjungi bagi Teman Traveler yang mendambakan panorama alam khas pegunungan. Kawasan ini dikelilingi Gunung Sikudi, Pakuwaja, Sikunir, dan Prau. Suhu di sini juga cukup sejuk, bahkan sempat mencapai titik beku di musim kemarau.

Dieng sendiri merupakan gabungan dua kata dalam Bahasa Kawi. ‘Di’ yang artinya tempat atau gunung dan ‘Hyang’ yang bermakna dewa. Dengan kata lain, Dieng kurang lebih bisa diartikan sebagai gunung atau pegunungan tempat bersemayamnya para dewa.

Nah, daerah yang masuk dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo ini memiliki banyak wisata menarik yang bisa Teman Traveler kunjungi. Apa saja? Yuk, simak deretan rekomendasi wisata Dataran Tinggi Dieng berikut ini.

Komplek Candi Dieng

Kompleks Candi di Dataran Tinggi Dieng, (c) Anggi Paramita

Candi Dieng merupakan kumpulan yang di Dataran Tinggi Dieng. Berada di ketinggian ketinggian 2000 dpl, dengan luas area sekitar 152 hektar. Komplek ini dibagi menjadi tiga wilayah dan satu candi tunggal.

Semuanya diberi nama berdasarkan tokoh pewayangan di Kisah Mahabharata. Ada Kelompok Candi Arjuna, Gatotkaca, dan Dwarawati. Sementara candi tunggal diberi sebutan Bima. 

Candi Arjuna (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Candi Dieng terdiri dari beberapa yang tertua di Jawa, dibangun sekitar Abad ke-7 dan 9 atau pada masa pemerintahan Kerajaan Kalingga dari Dinasti Sanjaya. Bangunan kuno ini termasuk peninggalan Hindu beraliran Siwa.

Kompleks Candi di Dataran Tinggi Dieng (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Candi di sini memiliki ukuran relatif kecil dibanding yang ada di selatan Jawa Tengah, seperti Borobudur, Prambanan, atau Candi Sewu. Bentuk dan desainnya juga lebih beragam, tidak hanya terpusat pada satu titik.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Kawah Sikidang juga wajib dikunjungi jika Teman Traveler menyambangi Dataran Tinggi Dieng. Kawah ini menyimpan keunikan yang tak bisa ditemukan di kawah lain di Indonesia. Sesuai namanya, posisi kawah utama bisa berpindah-pindah bagaikan Kidang (Kijang-red) yang suka melompat-lompat. 

Kawah Sikidang juga menjadi kawasan berkembangnya kisah cinta Shinta Dewi, putri cantik yang tinggal di Dieng, dengan Kidang Garungan, pangeran kaya raya dengan kepala kijang. Konon inilah asal muasal anak rambut gimbal, yang hingga kini masih bisa ditemui di daerah sekitar.

Telaga Warna

Telaga Warna (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Selain Kawah Sikidang, Dieng juga memiliki beberapa telaga atau danau. Salah satunya kerap disebut masyarakat setempat sebagai Telaga Warna. Nama itu diberikan karena adanya suatu fenomena alam yang menyebabkan warna air telaga bisa berubah-ubah.

Telaga kadang berwarna hijau tosca, kuning, atau bahkan menyerupai spektrum warna pelangi. Hal ini disebabkan kandungan sulfur yang cukup tinggi di dalam telaga. Begitu terkena pantulan sinar matahari, air tampak memancarkan aneka warna.

Waktu terbaik mengunjungi wisata Wonosobo satu ini adalah pagi atau siang hari. Kawasan sekitar bakal relatif bebas kabut, sehingga Teman Traveler bisa menikmati pemandangan lebih jelas.

Telaga Pengilon

Berfoto di Telaga Pengilon (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Dataran Tinggi Dieng juga memiliki telaga lain yang diberi nama Pengilon. Keunikan telaga ini adalah airnya luar biasa jernih, bening seperti kaca. Hal inilah yang membuat masyarakat setempat memberi sebutan Pengilon, yang artinya tempat berkaca.

Carica

Carica bukan nama tempat wisata ya Teman Traveler, melainkan tanaman khas yang hanya bisa ditemukan di Dataran Tinggi Dieng. Dilihat dari ciri-cirinya, masih satu kerabat dengan pepaya. Pohonnya kecil dan tak berkayu. Punya cabang banyak. Ukuran bagian tanamannya juga lebih kecil.

Masyarakat setempat biasa memanfaatkan Carica sebagai bahan manisan, jus, sirup, maupun selai. Teman Traveler jangan sampai melewatkan kesempatan mencicipi sederet olahan tersebut. Bisa juga dijadikan buah tangan untuk keluarga di rumah.

Transportasi Menuju Dataran Dieng

Saat ini sudah banyak jasa open trip yang menawarkan paket perjalanan menuju wisata dingin satu ini. Teman Traveler juga bisa menyewa mobil dari Jogjakarta, dengan tarif antara Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari.

Bagi yang ingin menghemat budget, bisa memilih transportasi umum. Ambil bus jurusan Magelang, lalu lanjutkan ke Wonosobo. Berikutnya Teman Traveler tinggal naik bus kecil menuju Dieng.

Ingin menginap? Di sekitar kawasan Dataran Tinggi Dieng terdapat beberapa pondokan ala backpacker dengan tarif Rp100.000 hingga Rp150.000 per hari. Selamat liburan!

Tags
kontributor Travelingyuk wisata wonosobo Wonosobo
Share