Danau Tasikardi, Dahulu Tempat Beristirahat Kesultanan Banten

Tasikardi adalah sebuah danau yang berada di Desa Margasana, Banten. Dulu, dijadikan tempat peristirahatan oleh Keluarga Sultan Banten. Saat ini, danau terlihat sudah beralih fungsi. Tidak ada lagi sisa peninggalan bahwa danau ini pernah menjadi danau favorit bagi keluarga Sultan. Nah, Teman Traveler, apa lagi ya yang berbeda dari danau ini sekarang? 

Dulu Tempat Pemandian Putri Keraton

lrm_export_12702410134626_20190830_220657501_1__cw7.jpeg
Danau Tasikardi (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Jika dilihat dari lokasinya, Danau Tasikardi ini memang tersembunyi di tengah-tengah pesawahan dan perkebunan. Jauh dari komplek Kesultanan Banten dan pemukiman warga.

Tidak heran kalau danau ini dahulu digunakan untuk tempat pemandian putri-putri keraton, selain untuk tempat peristirahatan bagi Sultan Banten dan keluarganya. Teman Traveler, danau buatan ini dibangun pada masa Kesultanan Maulana Yusuf, yaitu pada tahun 1570-1580. Jadi, sekarang usianya sudah ratusan tahun, lho!  

Sekarang Menjadi Taman Rekreasi 

lrm_export_15442558467591_20190830_225237649_1__2Ft.jpeg
Pintu Masuk Taman Rekreasi Tasikardi (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Sekarang, Danau ini dijadikan tempat rekreasi bagi masyarakat di sekitar Banten. Ada taman bermain bagi anak-anak dan gazebo yang bisa digunakan oleh Teman Traveler untuk bersitirahat dan menikmati suasana danau yang rimbun oleh pepohonan. Tempatnya teduh dan sejuk cocok untuk kamu melepas penat dari hiruk pikuknya kehidupan kota.

lrm_export_1296522242153218_20190829_170757827_1__X4M.jpeg
Gazebo dan arena bermain anak (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Memang, tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini. Tapi, dijamin tidak merasa bosan, malah merasakan ketenangan sambil melihat pulau buatan di tengah danau yang dulu berupa bangunan pendopo untuk tempat sultan dan kerabatnya bertafakur atau beribadah.  

Dulu Pemasok Air Keraton

lrm_export_1303692401111889_20190830_084522866_1__Lc6.jpeg
Tempat duduk tepi danau (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Teman Traveler, menurut sumber yang saya baca, danau ini mempunyai peranan penting sebagai pemasok kebutuhan air ke Keraton Surosowan dan kebutuhan pengairan bagi sawah warga di sekitarnya. 

lrm_export_1297662746646585_20190829_172658331_1__c90.jpeg
Pengindelan Abang (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Jadi, sebelum air danau dialirkan ke keraton melalui pipa yang terbuat dari tanah liat, air disaring dan diendapkan dulu di tempat penyaringan disebut Pengindelan.

Ada tiga tempat pangindelan yang berada dalam satu garis lurus menghubungkan Danau ini dengan pemandian di ada dalam Keraton Surosowan. Tapi sayangnya, saya hanya menemukan satu tempat saja, yaitu Pengindelan Abang atau penyaringan merah.  

Sekarang Menjadi Tempat Memancing

lrm_export_1298153533626814_20190829_173639492_1__dr6.jpeg
Pemancing menggunakan perahu (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Selama saya di sini, memang tidak terlihat banyak aktivitas dan fasilitas yang dimanfaatkan oleh pengunjung, Karena, mereka lebih sibuk dengan memancing. Banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk memancing di sekitar tepi danau.

Ada juga yang memancing ke pulau di tengah danau dengan menggunakan perahu. Bagi Teman Traveler yang hobi memancing, sepertinya sangat cocok untuk datang ke sini.

wipeout27_30_2019_102746_5hG.jpg
Aktivitas memancing di Danau Tasikardi (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Di danau ini, saya juga akhirnya sambil melihat orang-orang yang memancing. Sebenarnya, tidak masalah aktivitas apa yang dilakukan oleh pengunjung di sini, mau memancing atau keliling danau dengan naik perahu, asalkan mereka dapat merawat kebersihan dan kealamian danau yang telah berusia ratusan tahun ini.   

Akses Menuju Danau

lrm_export_1296649543586242_20190829_171005128_1__owi.jpeg
Jalan menuju Danau Tasikardi (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Danau Tasikardi terletak sekitar dua kilometer dari Keraton Surosowan dan Masjid Agung Banten. Jadi, Teman Traveler harus datang dulu ke Kawasan Wisata Banten Lama yang jaraknya sekitar 10 kilometer dari Alun-alun Kota Serang. 

Sepertinya naik kendaraan pribadi, seperti motor atau mobil, akan lebih leluasa, karena kendaraan umum di sini jarang terlihat. Akses jalan menuju danau ini sudah sangat bagus. Di kanan dan kiri jalan, Teman Traveler akan ditemani oleh hamparan pesawahan dan pemandangan pegunungan yang hijau. 

lrm_export_1296788599410095_20190829_171224184_1__E23.jpeg
Pemandangan Pegunungan (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Teman Traveler, semoga saja Danau ini tetap dijaga keasrian dan kelestariannya oleh pemerintah setempat, terutama oleh masyarakat sekitar. Bagaimanapun juga danau ini mempunyai bagian penting dalam sejarah Kesultanan Banten.

Demikian ulasan Danau Tasikardi di Desa Margasana, Banten. Jadi, kapan kamu akan berkunjung ke danau tempat sultan dan keluarganya dulu beristirahat?

Tags
Banten danau tasikardi Desa Margasana Indonesia kontributor Travelingyuk Wisata
Share