Air Terjun Pancuran Rayo, Keindahan Berbalut Mistis

Jika ditanya apa yang paling saya suka dari kawasan pegunungan? Jawabannya cuma dua, yakni landscape dan air terjun. Bersantai merasakan segarnya udara di sekitar air terjun memang jadi sensasi menarik buat saya. Hal itulah yang saya rasakan ketika mampir ke Air Terjun Pancuran Rayo.

img_20190907_054904_my4.jpg
Aliran air terjunnya begitu memukau (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Air terjun satu ini bakal Teman Traveler temui dalam perjalanan menapaki Pegunungan Kerinci. Tak hanya tawarkan panorama indah, Air Terjun Pancoran Rayo ternyata juga simpan cerita bernuansa mistis yang cukup menarik untuk dikulik. Penasaran? Yuk, simak ulasan saya selengkapnya.

Perjalanan Menuju Air Terjun

air terjun pancuran rayo
Pesona Pancuran Rayo (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Pancuran Rayo terletak di Kabupaten Kerinci dan termasuk satu dari sekian potensi alam sekitar yang pantang dilewatkan saat mampir ke wilayah berjuluk ‘Sekepal tanah dari surga.’ Secara administratif lokasinya masuk dalam wilayah Desa Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau.

Saya sendiri memilih menumpang angkutan umum dari Kota Sungai Penuh menuju desa terakhir, dengan jarak tempuh sekitar 23 km. Begitu sampai, saya menyempatkan membeli beberapa logistik dan konsumsi di sebuah warung. Setelah semua dirasa cukup saya lantas melanjutkan perjalanan menuju lokasi.

Perjalanan menuju air terjun cukup menguras energi, dari pemukiman terakhir Teman Traveler masih harus berjalan kaki menembus hutan dan melewati daerah perbukitan. Kalian bakal menempuh jalur sepanjang dua kilometer, dengan perjalanan sekitar dua jam. Meski berat, hal ini jadi tantangan tersendiri bagi saya, yang memang menggilai hutan dan air terjun. 

Untungnya jalur yang dilalui tergolong masih asri, dengan medan yang sama sekali tak bikin bosan. Bahkan saya juga sempat melintasi sungai, membuat perjalanan terasa menyenangkan meski tubuh sudah mulai lelah.

Oh ya, kawasan ini sebenarnya masuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat. Maka tak heran jika kawasan hutan di sini cukup lebat. Sebagai saran, bila hendak ke sini jangan lupa membawa uang karena nantinya Teman Traveler harus membayar tiket masuk air terjun seharga Rp. 5000-an per orang.

Masuk Wilayah Air Terjun

img_20190907_055312_vX6.jpg
Pemandangan air terjun dari kejauhan (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Begitu mendekati lokasi, deru air tumpah dari ketinggian sayup-sayup terdengar. Tak berapa lama, saya bisa disambut pemandangan spektakuler di tengah lebatnya belantara Taman Nasional Kerinci Seblat. 

Layaknya surga tersembunyi, keberadaan Pancuran Rayo ini tak berhenti membuat saya terkagum-kagum. Tidak ada data pasti mengenai destinasi ini, namun tinggi air terjun diperkirakan berkisar antara 120-150 meter.

Pemandangan di sekitarnya tampak makin indah karena berpadu apik dengan batuan berbalut lumut hijau. Deretan pepohonan rapi di sekitarnya terlihat bagai pagar raksasa yang terus melindungi keberadaan dan keasrian air terjun.   

Saya sendiri lantas memilih bersantai di sebuah batu raksasa di pinggiran air terjun. Sembari berbaring, saya coba menikmati segarnya kabut tipis yang muncul dari percikan air. Kesejukannya benar-benar membuat pikiran segar seketika.

Di bagian dasar terdapat kolam yang bisa digunakan mandi ataupun berenang. Saya sendiri merasa kurang puas hanya menikmati bentang alam maha indah ini dalam sehari. Beberapa menit berselang, saya memutuskan mendirikan tenda dan memasak konsumsi yang telah dipersiapkan sebelumnya.   

air terjun pancuran rayo
Suasana sekitarnya masih asri (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Oh ya, di tempat ini masih belum tersedia fasilitas apapun Teman Traveler. Maklum saja, karena belum ada pengelolaan serius dari masyarakat setempat maupun pemerintah. Jangan berharap bisa menemukan penginapan atau warung di sekitar sini ya.

Bila hendak kemping, Teman Traveler harus mempersiapkan sendiri perlengkapan dan logistik. Namun demikian, sensasi bermalam di sini benar-benar luar biasa. Selain bisa rasakan atmosfer alami di malam hari, kalian juga bakal dimanjakan senandung aneka fauna malam yang terdengar sangat merdu.

Berbalut Kisah Mistis

img_20190907_054831_Ge4.jpg
Batu yang dipercaya jadi tempat ditemukannya selendang bidadari (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Tak bisa dipungkiri, air terjun satu ini menawarkan panorama luar biasa indah. Namun siapa sangka, di balik pesonanya tersebut ternyata tersimpan cerita mistis yang sempat bikin saya merinding.

Menurut cerita masyarakat setempat, sekitar 5000 tahun lalu air terjun ini merupakan tempat pemandian tujuh bidadari. Tidak jarang membuat orang tersesat karena saat didekati, para bidadari tersebut justru terlihat makin jauh. Bahkan konon pada 1980 seorang pengunjung pernah menemukan selendang bidadari yang tinggal di atas batu besar di bawah air terjun.   

air terjun pancuran rayo
Debit airnya cukup tinggi (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Selain kisah bidadari, air terjun ini juga punya cerita lain soal mawar hitam. Konon jika bunga tersebut dibawa pulang, sesampainya di rumah bakal menjadi daun kering. Sayangnya, saya tidak menemukan keberadaan tanaman ini saat berada di lokasi.

Tak berhenti di situ, cerita menarik lain berasal dari masa penjajahan Belanda dulu. Kala itu masyarakat setempat percaya bahwa di balik air terjun terdapat pintu ajaib menuju gudang penyimpanan emas. Namun hingga kini belum ada yang membuktikan karena debit airnya sangat besar.

Nah, itulah cerita singkat mengenai Air Terjun Pancuran Rayo di Kabupaten Kerinci, sebuah keindahan eksotis yang menyimpan banyak cerita menarik. Bagaimana Teman Traveler, adakah di antara kalian yang tertarik mampir ke sini? Jangan lupa sempatkan datang jika sedang menjelajah wisata Jambi ya.

Tags
Air Terjun Pancuran Rayo Indonesia Jambi kontributor Travelingyuk Wisata wisata jambi
Share