Mengagumi Pesona Danau Kerinci, Rumah Indah Sang Naga

Bukan hanya indah, pesona alam Nusantara kerap dibumbui berbagai cerita legenda dan sejarah. Kisah yang diceritakan tentu berbeda di tiap daerah. Namun pada dasarnya memiliki tujuan sama, agar generasi penerus menyadari pentingnya menjaga dan mencintai lingkungan. Demikian pula dengan Danau Kerinci, yang memiliki kisah unik dan
peninggalan purba.

Danau Kerinci (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Berada di wilayah Kabupaten Kerinci, Jambi, danau ini sudah bisa dilihat dari pinggir jalan lintas menuju Sungai Penuh. Lalu apa saja pesona Danau Kerinci yang bikin banyak wisatawan penasaran? Yuk simak ulasan singkatnya berikut ini Teman Traveler.

Menikmati Pesona Danau

View danau di pagi hari (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Danau Kerinci merupakan danau vulkanik seluas 4200 hektar, dengan kedalaman 110 meter. Sering disebut sebagai danau terbesar kedua di Sumatera, setelah Danau Toba di Sumatera Utara. Berada di ketinggian 780 Mdpl, destinasi ini berada tepat di kaki Gunung Raya. Hawa sekitar terasa sejuk, dengan panorama alam memukau yang sanggup menyegarkan pikiran.

Barisan perahu nelayan di pinggir danau (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Di pinggiran danau terdapat deretan gazebo yang bisa dijadikan tempat bersantai. Cobalah menyeruput kopi hitam khas Kerinci sembari menikmati suguhan pemandangan hamparan permukaan danau membentang luas, megahnya pegunungan hijau, barisan perahu nelayan, serta belaian angin sepoi-sepoi memanjakan.

Suasana tenang di sore hari (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Jika belum puas, Teman Traveler bisa mengelilingi danau menggunakan perahu motor. Sensasinya bakal sangat berbeda. Bukan cuma asyik, tapi
juga menambah pengalaman baru. Kalian juga bisa berenang dan merasakan langsung dinginnya Danau Kerinci. Dijamin membuat pikiran dan tubuh kalian lebih segar.

Jadi Ajang Festival Tahunan

View pegunungan (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Setiap tahun destinasi ini bakal kian semarak dengan adanya ‘Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci’. Perhelatan ini sudah berlangsung sejak 1999 dan masih dipertahankan hingga kini. Selain beragam pertunjukan kesenian, Teman Traveler juga bisa melihat aneka kerajinan tangan serta mencicipi kuliner khas Jambi. Selama festival berlangsung, tempat ini akan dibanjiri wisatawan.

Danau ini juga memiliki peran besar terhadap masyarakat sekitar. Airnya
digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beberapa penduduk menggantungkan hidup dengan menjadi nelayan di sekitar danau. Meski begitu, demi menjaga menjaga kelestarian danau, mereka rela menggunakan peralatan tradisional yang ramah lingkungan.  

Legenda Sang Naga

Sunset di sekitar danau (c) Wildan Carbon/Travelingyuk

Menurut masyarakat sekitar, Danau Kerinci dulunya sangat luas dan dihuni naga raksasa bernama Calungga. Awalnya ia adalah seorang manusia dan memiliki adik bernama Calutat. Keduanya hidup di pinggir danau.

Calungga berubah menjadi naga karena memakan sebutir telur misterius yang ia dapat dari hutan. Takut bakal menyakiti adiknya, ia memutuskan menceburkan diri ke danau dan hidup di sana.

Suatu ketika Calungga rindu dengan Calutat dan memutuskan menemui sang adik. Hal tersebut membuat tepian danau jebol hingga airnya mengalir keluar dan membentuk aliran sungai. Cerita ini diyakini masyarakat sekitar sebagai penyebab mengapa permukaan air Danau Kerinci mulai surut dan terlihat mengecil.

Peninggalan Purba

Di Pulau Tengah, desa yang berada tak jauh dari danau, pernah ditemukan sejumlah batu ukiran. Peneliti menduga temuan tersebut merupakan peninggalan manusia megalitikum.  Hal ini menunjukkan adanya peradaban yang pernah berkembang ribuan tahun lalu.

Selain batu-batu ukiran tersebut, Teman Traveler juga bisa melihat peninggalan megalitikum lain seperti Dolmen Batu Raja dan Masjid Keramat Pulau Tengah. Pantang dilewatkan jika kalian menyukai hal-hal berbau kuno.

Fasilitas Lengkap

Sebagai salah wisata andalan Kabupaten Kerinci, danau ini sudah dilengkapi beragam fasilitas lengkap. Selain gazebo dan perahu motor, ada juga toilet, tempat parkir luas, masjid, dan mushala. Bagi Teman Traveler yang datang dari luar daerah, bisa menginap di sejumlah homestay di sini.

Biaya masuk ke kawasan wisata ini sekitar Rp5.000 per orang. Namun Teman Traveler harus merogoh kocek tambahan untuk menikmati fasilitas perahu motor.

Jalan-jalan takkan lengkap jika belum mencicipi makanan khas daerah setempat. Nah, di sekitar danau Teman Traveler bisa mencoba masakan khas dan populer seperti gulai ikan semah. Rasanya gurih dan lezat. Bisa kalian tebus dengan harga Rp120.000 per kilogram. Jangan sampai terlewat, karena ikan semah belakangan sudah sulit ditemukan di Kerinci.

Itulah sedikit gambaran mengenai pesona indah dan keseruan di Danau Kerinci. Bagaimana Teman Traveler, ada yang tertarik berkunjung ke wisata Jambi ini?

Tags
Jambi kontributor Travelingyuk wisata jambi
Share