Yammie Ketandan Jogja, Semangkuk Saja Bikin Ketagihan

Teman Traveler pasti setuju kalau Jogjakarta punya banyak sekali kuliner lokal yang tak hanya enak, namun murah dan selalu bikin kangen. Sebut saja gudeg, bakpia, mie lethek hingga sate klathak. Namun satu yang belakangan tengah naik daun adalah Yammie Ketandan.

dscf5031c_It5.jpg
Yammie Ketandan (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Kuliner satu ini merupakan hidangan khas yang proses pembuatannya terpengaruh oleh budaya lain. Lokasinya ada di kawasan pecinan di dekat Malioboro. Konon rasanya sangat enak hingga bisa bikin ketagihan! Penasaran seperti apa rasanya? Yuk, simak ulasan saya berikut.

Yammie Itu Apa Sih?

dscf5075_v2R.jpg
Semangkuk Yammie Bakso (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Di Indonesia yammie adalah salah satu varian mie yang sering dianggap sama dengan mie ayam. Padahal keduanya memiliki ciri khas masing-masing. Bedanya pun nampak secara gamblang, mulai dari bentuk, cita rasa, hingga penyajiannya.

Dari penampilan dan tekstur, yammie lebih tipis dan kecil. Saat disantap akan terasa sedikit kering namun teksturnya lembut. Sedangkan dari segi rasa, yammie lebih banyak menggunakan bumbu khas chineese food dan tambahan merica bubuk. Rasanya pun gurih cenderung asin dan memiliki aroma khas merica. 

Bikin Ketagihan

dscf5085_fdZ.jpg
Berfoto di depan kedai Yammie Ketandan (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Salah satu tempat terbaik untuk mencicipi yammie di Jogjakarta adalah di Yamie Ketandan. Sesuai namanya, tempat makan ini berada di Kampoeng Ketandan tepatnya di Jalan Ketandan Wetan No.14, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. Posisinya sangat berdekatan dengan kawasan Malioboro.

Kedai yammie ini buka tiap hari, mulai pukul 11.00 hingga 21.00. Perkecualian untuk Jumat, karena mereka buka dari pukul 13.00 hingga 21.00. Oh ya, kedai ini juga akan tutup tiap dua minggu sekali di hari Selasa. Jadi Teman Traveler jangan sampai salah jam berkunjung ya.

dscf5067_ZZE.jpg
Yammie pangsit dan bakso (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Yammie Ketandan mulai buka sejak tahun lalu, tepatnya pada Januari 2018. Meski demikian, cita rasa gurihnya langsung bikin banyak orang ketagihan. Apalagi disajikan dengan beragam topping khas oriental seperti pangsit rebus, goreng, bakso, jamur, dan tahu isi.

Penuh Dekorasi Vintage

dscf5042_aZy.jpg
Aneka koleksi barang vintage (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Selain cita rasanya yang begitu gurih dan nikmat, hal lain yang membuat
tempat makan ini punya tempat tersendiri di hati penggemarnya adalah dekorasinya. Interior kedai Yammie Ketandan memang dihiasi dengan beragam benda klasik dan vintage yang terlihat sangat unik. Tak hanya sedap dipandang, namun asyik juga untuk difoto.

dscf5046_sEN.jpg
Kaset pita lawas (c) Nurlaili S/Travelingyuk
dscf5049_B35.jpg
Dekorasi tabloid jadul (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Di sini Teman Traveler bisa melihat aneka kamera, telepon, radio dan mesin ketik lawas berbaris rapi. Di sisi lainnya, terdapat koleksi kaset pita dari para penyanyi lawas dalam maupun luar negeri. Uniknya lagi, beberapa sisi dinding di sini dihiasi iklan serta sobekan tabloid jadul. Semua seolah mengajak pengunjung untuk merasakan suasana baru dan sejenak melupakan hiruk-pikuk Jogja.

Murah dan Dijamin Halal

dscf5054_Dvm.jpg
100 persen halal (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Yammie Ketandan tawarkan beragam menu menarik untuk dicoba. Selain yammie polos, ada juga yammie bakso, komplet, serta super komplit. Selain itu masih menu tambahan seperti pangsit kuah dan bakso. Jangan khawatir, semuanya dijamin 100 persen halal kok.

Soal harga, makan di sini dijamin tak bakal menguras kantong. Seporsi yammie dibanderol antara Rp12.000 hingga Rp25.000 saja. Sementara untuk pangsit dan bakso, bisa Teman Traveler tebus hanya dengan bermodal Rp15.000. Cukup murah bukan? Apalagi kalian bakal dimanja suasana oriental klasik yang jarang didapat di tengah kota Jogja.

Itulah sedikit pengalaman saya bersantap di Yammie Ketandan. Buat Teman Traveler yang berencana liburan di Jogjakarta, jangan lupa mampir ke sini ya. Buktikan sendiri sensasi lezat dan nikmatnya. Dijamin bakal ketagihan!

Tags
Jogja Jogjakarta kontributor kuliner Jogja kuliner jogjakarta Travelingyuk
Share