Warung Sate Kambing Pak Dakir, Santap Sate Klathak dan Nasgor Kelet di Jogja

Yuni Astutik

Yuni Astutik

On Indonesia
Warung Sate Kambing Pak Dakir Warung Sate Kambing Pak Dakir

Siapa yang tak ingin jalan-jalan ke Jogja? Kota istimewa ini selalu sajikan beragam keindahan dan daya tarik. Salah satunya adalah kuliner. Pantang dilewatkan bagi para petualang rasa.

Salah satu kuliner khas Jogja adalah sate klatak, yang punya citarasa enak dan unik. Jika igin menikmatinya, kalian bisa meluncur ke Warung Sate Kambing Pak Dakir. Kedai ini sudah melegenda, usianya bahkan sudah mencapai setengah abad. Daripada penasaran, yuk kita ulas.

Sudah Ada Sejak 1966

Sederhana namun bikin tergoda, via Instagram/mahasiswakulineran
Sederhana namun bikin tergoda, via Instagram/mahasiswakulineran

Sate Kambing Pak Dakir sudah dirintis sejak tahun 1966. Jika dihitung-hitung, tempat makan di Jogja ini telah berdiri 53 tahun lamanya. Roda kepemimpinan usaha kuliner ini sekarang dipegang oleh anak Pak Dakir. Meskipun begitu, pelanggannya masih berdatangan karena resep dan lokasinya masih sama. Sama sekali tak ada perubahan.

Sate Klathak dan Nasgor Pliket yang Menggoda

Salah satu menu utama, via Instagram/nyongkencot
Salah satu menu utama, via Instagram/nyongkencot

Ada dua menu utama yang banyak difavoritkan para pengunjung Warung Sate Kambing Pak Dakir. Menu yang dimaksud adalah sate klathak dan nasi goreng pliket.

Sate klathak di sini beda dengan Sate Klathak Pak Pong atau pun Sate Klathak Pak Bari. Tusuk sate yang digunakan bukan dari jeruji besi, melainkan dari bambu. Kelebihannya adalah satu porsinya berisi lima tusuk, sementara di tempat lain hanya dua saja.

Nasi goreng pliket, via Instagram/foodisteryjogja
Nasi goreng pliket, via Instagram/foodisteryjogja

Sementara untuk nasi goreng pliketnya konon merupakan hidangan kesukaan artis dan seniman Butet Kertaradjasa. Bahan bakunya terbuat dari sumsum dan kikil kambing yang direbus. Tak sedikit yang lantas menyebut menu ini sebagai Nasi Goreng Butet.

Nama ‘pliket’, dalam bahasia Indonesia berarti lengket, diberikan lantaran saat dimakan nasi gorengnya terasa lengket di mulut. Tampilannya memang biasa, namun rasanya istimewa. Citarasanya manis, gurih, dan berlemak.

Lokasi Strategis

Lokasi yang mantap, via Instagram/jogjafood
Lokasi yang mantap, via Instagram/jogjafood

Warung Sate Kambing Pak Dakir berada di Jl. HOS Cokroaminoto 75, depan Pasar Klithikan, Jogja. Jam bukanya mulai dari pukul 17:00 hingga 22:00 WIB.

Saat masuk ke dalam warung, kamu akan langsung mencium aroma daging sate dengan bumbunya yang khas. Tentu saja ini akan membuat kamu tambah kelaparan. Rasanya tak sabar ingin mencoba racikan sate legendaris ala Pak Dakir.

Tempatnya memang tak begitu luas, namun hal tersebut tak lantas menyurutkan antusiasme pelanggan untuk terus bedatangan. Bisa jadi salah satu alternatif tempat makan ketika kamu sedang berada di Jogja.

Harga menu di Sate Pak Dakir, via Instagram/pricelist_kuliner
Harga menu di Sate Pak Dakir, via Instagram/pricelist_kuliner

Selain sate dan nasi goreng, warung ini juga menawarkan sederet hidangan lain. Ada tongseng, gulai, dan masih banyak lagi. Dijamin lengkap dan memuaskan tentunya.

Satu porsi sate kambing dibandrol Rp15.000 saja. Nasi goreng pliket bisa ditebus dengan bermodal Rp18.000. Sementara untuk minumannya ditawarkan dengan harga serba Rp3.000. Cukup terjangkau untuk sajian di tempat makan legendaris.

Jogja yang istimewa terasa makin berkesan kala menyantap berbagai kuliner enak andalannya. Warung Sate Kambing Pak Dakir jelas perlu banget untuk dicicipi. Jadi, kapan Teman Traveler mau mencoba?