Ayunan Seru Hingga Tur Kopi, Hal-hal Seru saat Wisata Tegallalang

Helga Christina

Helga Christina

On Indonesia

Daerah Gianyar, Bali dikenal dengan pemandangan alam hijaunya yang begitu indah dan ikonik. Apalagi jika Teman Traveler terus bergerak ke arah utara, kalian bisa menemukan kawasan terasering elok di wisata Tegallalang.

Meski posisinya jauh dari pusat keramaian, Teman Traveler bisa mampir ke tempat-tempat asyik lain yang tak kalah seru di sekitar persawahan instagenic ini. Berikut saya akan berikan rekomendasi beberapa hal menarik yang bisa kalian lakukan di Tegallalang.

Tegallalang Rice Field

Berfoto di hamparan sawah (c) Helga Christina/Travelingyuk

Kawasan persawahan di daerah Tegallalang ini memang sangat indah, Tak heran jika hampir tiap hari wisata Bali ini dikunjungi wisatawan. Jika berangkat dari Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Teman Traveler bakal menempuh perjalanan sekitar 90 menit.

Sebelum sampai di lokasi utama, Teman Traveler akan mendapati deretan toko souvenir di kedua sisi jalan raya. Nah, dari sini kalian harus turun melewati persawahan untuk mendapatkan pemandangan terbaik. Namun hati-hati, jika salah melangkah kaki kalian bisa terendam lumpur.

Jalur trekking yang harus dilalui cukup singkat, hanya makan waktu 30 menit. Namun jangan khawatir, semua akan terbayar lunas dengan pemandangan indah. Persawahan hijau dan sungai jernih terlihat jelas di sekeliling.

Oh ya, jangan lupa siapkan perbekalan air minum yang cukup untuk menemani selama trekking. Meski singkat, perjalanan bakal terasa lumayan melelahkan.

Bali Swing

Bali Swing (c) Helga Christina/Travelingyuk

Ayunan tinggi dengan latar belakang pemandangan indah sudah jadi wahana wajib coba bagi wisatawan di Bali. Untungnya, kalian bisa menemukan ‘Bali Swing’ ini di sekitar persawahan Tegallalang. Pantang dilewatkan, terutama bagi Teman Traveler yang ingin merasakan sensasi liburan berbeda.

Tips penting untuk menjajal wahana ini adalah tawar-menawar. Teman Traveler bisa mendapatkan harga sekitar Rp50.000 untuk berayun selama kurang lebih lima menit. Jika tidak menawar, kalian akan dikenakan biaya Rp100.000. Cukup mahal ya?

Jika Teman Traveler tidak takut ketinggian, wahana ini patut dicoba. Tenang saja, keamanan tetap diutamakan kok. Pengunjung akan diminta mengenakan alat pengamanan khusus sebelum berayun.

Kopi Luwak

Menikmati Kopi Luwak (c) Helga Christina/Travelingyuk

Dari kawasan persawahan Tegallalang, Teman Traveler bisa naik ke utara selama kurang lebih 10 menit untuk menemukan deretan destinasi agrowisata Kopi Luwak. Selain menikmati secangkir kopi nikmat, kalian juga bisa melihat langsung seluruh prosesnya.

Ngopi santai bersama sahabat (c) Helga Christina/Travelingyuk

Salah satu yang bisa Teman Traveler kunjungi adalah Bali Pula Agrotourism. Cukup merogoh kocek Rp100.000, kalian sudah bisa bebas mengakses semua sudut tempat ini. Selain berfoto-foto di beberapa sudut Instagenic, pengunjung juga diperbolehkan melihat langsung proses produksi Kopi Luwak.

Salah satu anjungan Instagenic di Agrowisata Kopi Luwak (c) Helga Christina/Travelingyuk

Asyiknya lagi, harga yang Teman Traveler bayarkan juga sudah termasuk tester delapan kopi beraneka rasa. Sangat menarik bukan? Wajib disambangi, terutama bagi kalian pecinta kopi.

Itulah beberapa hal menarik dan seru yang bisa Teman Traveler lakukan di Tegallalang. Bagaimana, apakah ada di antara kalian yang berniat merencanakan liburan ke kawasan Ubud dalam waktu dekat?