8 Wisata Sejarah Kota Padang, Boleh Usang Tapi Nilai Historisnya Tak Pernah Lekang

Desi Puji Lestari

Desi Puji Lestari

On Indonesia
Nilai Historis Membuat Kerajaan Pagaruyung Semakin Megah Nilai Historis Membuat Kerajaan Pagaruyung Semakin Megah

Wisata sejarah Kota Padang boleh saja usang, tapi nilai historis yang ada pada tiap-tiap bangunannya, tidak akan hilang dimakan waktu. Di sini, Teman Traveler akan mendapati para saksi bisu perjalanan Kota Padang yang masih berdiri tegak di tempatnya. Dengan segala keunikan dan cerita yang dimiliki, mereka tidak berhenti memesona siapa pun yang mengunjungi. Lalu, di mana saja Teman Traveler bisa napak tilas sejarah kota yang terkenal dengan Rendangnya ini?

1. Padangsche Spaarbank

Megahnya Padangsche Spaarbank yang Masih Berdiri Hingga Kini
Megahnya Padangsche Spaarbank yang Masih Berdiri Hingga Kini via Instagram/beyubaystory

Padangsche Spaarbank merupakan satu dari sekitar 74 bangunan bersejarah di Padang yang dilindungi SK Pemerintah Kota Padang. Bangunan yang dikabarkan pernah menjadi Kantor Bank Tabungan Sumatera Barat ini dibangun sejak 1908. Bangunan dua lantai ini punya desain interior bergaya Neo-klasik Eropa yang megah dan kokoh. Selain difungsikan sebagai bank, bangunan bersejarah ini juga pernah dioperasikan sebagai Hotel Batang Arau dari tahun 1994 sampai 2009.

2. Masjid Muhammadan

Masjid Muhammadan, Salah Satu Masjid Tertua di Indonesia
Masjid Muhammadan, Salah Satu Masjid Tertua di Indonesia via Instagram/raun_sumatra

Wisata sejarah Kota Padang membawa Teman Traveler pada salah satu masjid tertua yang ada di Indonesia. Namanya Masjid Muhammadan. Masjid yang dipengaruh oleh budaya India ini memang dibangun oleh sejumlah muslim India yang membentuk komunitas di area Pelabuhan Muara. Masjid bersejarah bercat putih dan hijau ini mulai dibangun pada 1843. Lantai pertama digunakan untuk beribadah, lantai dua dan tiga untuk istirahat atau kegiatan lain. Teman Traveler yang ingin melihat masjid ini, bisa datang ke Jln Pasa Batipuh, Pasa Gadang, Padang Selatan, Kota Padang.

3. Museum Bank Indonesia Padang (De Javasche Bank)

Museum Bank Indonesia Padang dari Kejauhan
Museum Bank Indonesia Padang dari Kejauhan via Instagram/harrisf_01

Museum Bank Indonesia berlokasi di Jln Batang Arau No.60, Belok Nipah, Padang Barat, Kota Padang. Museum Bank Indonesia Padang ini merupakan De Javasche Bank (DJB) atau gedung Bank Indonesia ketiga di luar Jawa, setelah Surabaya dan Semarang.

Wisata Sejarah Padang
Wisata Sejarah Padang (c) Travelingyuk/Deby Ibrahim

Gedung ini mulai beroperasi pada 1864. Direkturnya ketika itu adalah A.W Verkouteren. Pada masa penjajahan Jepang, gedung ini pernah diambil alih dan digantifungsikan menjadi Nanpo Kaihatsu. Sampai pada 1977, bangunan ini masih dipakai untuk kegiatan perbankan yang dilakukan oleh Bank Indonesia Cabang Padang.

4. Adityawarman Museum

Banyak Nilai Historis di Adityawarman Museum
Banyak Nilai Historis di Adityawarman Museum via Instagram/louiemac13

Museum bersejarah di Kota Padang ini, namanya diambil dari nama besar salah satu Raja Malayapura yang hidup di abad 14, Adityawarman. Kemegahan bangunannya mulai dibangun sejak 1974 dan diresmikan pada 1977. Berdiri di area seluas 2,6 hektare, gedung ini menghabiskan lahan sekitar 2.854.8 meter persegi. Benda-benda koleksi yang ada di museum ini meliputi beberapa kategori, yaitu biologika, etnografika, arkeologika, historika, geografika, filologika, keramologika dan lain-lain. Museum Adityawarman terletak di Jln Diponegoro, Padang.

5. Kerajaan Pagaruyung

Nilai Historis Membuat Kerajaan Pagaruyung Semakin Megah
Nilai Historis Membuat Kerajaan Pagaruyung Semakin Megah via Instagram/raun_sumatra

Wisata sejarah Kota Padang yang satu ini, akan memanjakan Teman Traveler yang memang tertarik dengan budaya Indonesia dan historisnya. Di zaman dulu, berdiri sebuah kerajaan bernama Pagaruyung. Kerajaan ini runtuh pada masa Perang Padri. Bangunan khas dengan atap berbentuk seperti tanduk kerbau ini, sampai sekarang masih banyak dikunjungi masyarakat Padang dan sekitarnya.

6. Masjid Raya Ganting

Masjid Raya Ganting yang Juga Merupakan Salah Satu Masjid Tertua di Indonesia
Masjid Raya Ganting yang Juga Merupakan Salah Satu Masjid Tertua di Indonesia via Instagram/dapeb

Masjid Raya Ganting letaknya berada di Kelurahan Ganting, Padang Timur, Padang. Keberadaan masjid ini menjadi pusat pergerakan reformasi Islam di daerah Ganting. Bahkan, Presiden Soekarno juga pernah mengungsi ke masjid ini pada masa kemerdekaan.

Tahun pembangunan Masjid Raya Ganting ada dalam beberapa versi. Versi pertama, menurut Abdul Baqir Zein dalam bukunya berjudul Masjid-masjid Bersejarah di Indonesia, Masjid Raya Ganting dibangun sejak 1700-an. Namun, menurut dokumen yang diterbitkan oleh Departemen Agama, tempat ibadah ini dibangun pada 1790 dengan bahan-bahan sederhana. Baru, pada 1805, masjid ini dibangun dengan lebih baik.

7. Klenteng See Hin Kiong

Sudah Berusia Ratusan Tahun Tapi Klenteng See Hin Kiong Masih Tegak Berdiri
Meski Pernah Terbakar, Kelenteng See Hin Kong Masih Kokoh Berdiri via Instagram/witriadriani_

Klenteng See Hin Kiong merupakan kelenteng pertama yang berdiri di Kota Padang. Tepatnya pada 1841. Dibangun oleh Bangsa Hok Hwa yang berasal dari Tiongkok. Pada 1861, kelenteng bersejarah ini sempat terbakar. Kemudian, Lie Goan Hwat, Lie Lien It dan Lim Sun Mo memperbaiki kerusakannya. Sampai sekarang, kelenteng ini masih sering dipakai untuk beberapa kegiatan agama maupun wisata religi.

8. Gedung Balai Kota Padang

Gedung Balai Kota Padang
Gedung Balai Kota Padang via Instagram/fendridjamil

Destinasi wisata sejarah Kota Padang yang terakhir bisa Teman Traveler kunjungi adalah Gedung Balai Kota Padang. Gedung ini terletak di Jln M. Yamin, Padang Barat, Padang. Ia merupakan peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang dibangun sejak 1931 dan selesai pada 1936. Arsiteknya adalah Thomas Karsten. Dari desain arsitekturnya, bangunan ini bergaya Art Deco yang khas.

Wisata sejarah Kota Padang, cukup beragam. Mulai dari bangunan ibadah seperti masjid dan kelenteng, bangunan untuk keperluan perbankan dan pemerintahan, hingga bangunan bernuansa budaya Padang yang kental. Secara tidak langsung, ini membuktikan bahwa kota yang sibuk sejak dulu kala. Karena itu, sayang jika Teman Traveler tidak segera mengunjunginya. Jangan lupa juga untuk memborong oleh-oleh Padang, ya.