4 Wisata Buatan di Palembang, Bumi Sriwijaya Tambah Mengagumkan

Mendengar nama Palembang, tentu Teman Traveler sudah terbayang-bayang enaknya pempek. Tapi tunggu dulu, kota ini tidak hanya menyajikan makanan lezat tersebut, tapi juga memiliki beberapa destinasi wisata buatan. Bahkan, tempat tersebut penuh dengan muatan sejarah. Langsung saja kita telusuri tempat wisata buatan di Palembang berikut ini. 

1. Jembatan Ampera Si Ikon Legendaris

Jembatan Ampera via instagram/ imazingzart

Tidak sah rasanya kalau ke Palembang tak mengunjungi Jembatan Ampera. Alasannya karena bangunan ini merupakan ikon dari Kota Pempek. Mulai didirikan pada tahun 1962 dan diberi nama Jembatan Bung Karno. Tapi, karena adanya gejolak politik pada saat itu, sebutan itu diganti dengan Ampera yang merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat. 

Kini, Jembatan Ampera tak digunakan untuk sarana transportasi saja, tapi juga sebagai objek wisata. Di malam hari, lampu yang menghiasi jembatan berubah warna setiap beberapa detik sekali. Di samping itu, terdapat empat taman di beberapa area. Di sudut sebelah hilir terdapat dua taman dan lainnya di sebelah hulu. Taman-taman ini menjadikan Jembatan Ampera Palembang semakin indah dan menarik untuk dikunjungi.

2. Belajar Sejarah di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II via instagram/
shin_tha6

Kalau teman traveler ingin belajar tentang Palembang saat masa Kesultanan, bisa datang ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Ada ratusan koleksi di dalam museum mulai dari perlengkapan bersenjata, pakaian adat Palembang hingga makanan khas. Bahkan ada juga kamar pengantin dan perlengkapan khitan anak di zaman kerajaan dulu.

Satu hal yang cukup menarik adalah mata uang di masa Kesultanan Palembang. Saat itu koin timah dan perunggu adalah alat tukar yang sah. Koin tersebut memiliki tulisan “Sultan Fi Balad” dengan lubang di tengahnya.

3. Benteng Kuto Besak yang Bangunannya Dibuat dengan Bahan Unik 

Benteng Kuto Besak via instagram/ penikmatfoto_

Benteng Kuto Besak merupakan bangunan keraton. Di abad ke-18 menjadi pusat Kesultanan di Palembang. Pendirian Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah tahun 1724 hingga 1758. Sedangkan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh raja ke dua yaitu Sultan Mahmud Bahauddin II.

Proses pembangunan benteng ini dimulai pada tahun 1780 oleh seorang arsitek yang tidak diketahui dengan pasti identitasnya. Lalu pengawasan pengerjaan pembangunan dipercayakan pada seseorang beretnis Tionghoa. Uniknya, semen pada perekat batanya menggunakan bebatuan kapur dari daerah pedalaman Sungai Ogan dan dicampur dengan putih telur.

Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya yang jadi Wisata Sejarah

Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya via instagram/
circledrone 

Di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Teman Traveler dapat belajar mengenai sejarah masa lampau yang berkaitan dengan Kerajaan Sriwijaya.  Banyak hal dapat dipelajari di sini. Terlebih dengan adanya museum, wisatawan dapat menambah wawasan mengenai Kerajaan Sriwijaya.

Di lokasi Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya Palembang ini juga terdapat replika kapal Laksamana Cheng Ho. Memang Cheng Ho memiliki peranan besar dalam penyebaran Agama Islam di tanah Palembang ini. Oleh karena itu, dibuatlah replika perahu Cheng Ho yang ditempatkan di tepian kanal air kuno di kompleks wisata sejarah ini.

Selain sebagai tempat wisata sejarah, wisatawan juga bisa menikmati indah dan uniknya peninggalan – peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Dari keunikan peninggalan – peninggalan ini, para pengunjung bisa memanfaatkannya sebagai latar untuk berfoto.

Itulah deretan wisata buatan di Palembang, Sumatera Selatan. Semuanya memiliki sejarah pembangunan menarik yang harus kita ketahui sebagai generasi Indonesia. Jadi, liburan ke Palembang bisa membuat kita menjadi lebih pintar. 

Tags
Indonesia Palembang Sumatera Selatan Wisata wisata buatan di palembang
Share