Wedang Ronde Jawa Tengah, Si Manis Penghangat Tubuh

Mungkin beberapa di antara Teman Traveler sudah tak asing dengan wedang ronde. Minuman tradisional khas Jawa ini bisa ditemukan dari ujung barat hingga timur. Namun memang penjualnya lebih banyak ada di Jawa Tengah.

Menikmati minuman khas satu ini memang paling nikmat malam hari. Sangat cocok dijadikan kudapan untuk menghangatkan dan menyehatkan tubuh. Yuk, kita simak seperti apa istimewanya.

Sejarah Singkat Wedang

Wedang Ronde (c) Sri Yana Sari/Travelingyuk

Sebelum membahas lebih dalam soal wedang ronde khas Jawa Tengah, ada baiknya Teman Traveler tahu sejarah singkat soal minuman khas ini. Wedang mulanya berasal dari Tiongkok dan kerap disebut dengan istilah dongzhi atau tangyuan.

Minuman tradisional ini mulai populer di Jawa Tengah, tepatnya di Salatiga dan Solo. Dalam Bahasa Jawa, wedang berarti minuman, sementara ronde merupakan sebutan untuk adonan bulat yang terbuat dari tepung ketan.

Rekomendasi Wedang Enak di Jogja

Gerobak penjual wedang (c) Sri Yana Sari/Travelingyuk

Buat Teman Traveler yang sedang berada di Jogja dan penasaran ingin cicipi manis dan hangatnya wedang ronde, langsung saja meluncur ke sekitaran Jalan Malioboro dan Mangkubumi. Kalian bakal menemukan banyak penjual minuman hangat ini.

Sembari menikmati semangkuk minuman tradisional ini, Teman Traveler bisa duduk santai mengagumi meriahnya suasana Jogja di malam hari. Boleh juga sambil ngobrol atau bercanda bareng teman, pasti tambah asyik.

Harganya Gak Bikin Kantong Jebol

Harganya cukup murah (c) Sri Yana Sari/Travelingyuk

Menikmati semangkuk wedang ronde gak akan bikin kantong Teman Traveler jebol. Seporsinya dibanderol Rp8.000 saja. Sangat murah bukan? Tak perlu bermodal banyak, kalian sudah bisa menyantap hidangan nikmat nan ampuh untuk hangatkan tubuh.

Dibuat dari Bahan Alami

Menyantap ronde di pinggir jalan (c) Sri Yana Sari/Travelingyuk

Mungkin Teman Traveler penasaran, apa pentingnya sih bahas Wedang Ronde? Perlu kalian tahu, minuman khas ini dibuat dari bahan-bahan alami asli dari Bumi Nusantara. Mulai dari kacang sangrai, ronde tepung ketan, gula jawa, serta jahe. Semuanya diracik tanpa bahan pengawet lho.

Jadi tunggu apa lagi Teman Traveler, ayo coba nikmatnya minuman satu ini. Ikut lestarikan kuliner tradisional Indonesia yang mulai jarang dilirik anak muda. Jangan sampai jajanan Nusantara ini menghilang dan terlupakan begitu saja. Setuju, kan?

Tags
Indonesia Jogja kontributor kuliner Jogja ronde jawa tengah Travelingyuk
Share