Wayang Jogja Night Carnival 2018, Acara Tahunan Rayakan Ulang Tahun Kota Jogja

Pada Minggu 7 Oktober 2018 menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jogja. Bertepatan dengan hari jadi kota Jogja, seperti tahun-tahun sebelumnya, gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) menjadi event tahunan yang rugi jika dilewatkan. Ribuan warga memadati kawasan Tugu Jogja dan jalanan sekitarnya demi untuk menyaksikan karnaval epik. Seperti apa keseruan lebih lengkapnya? Berikut penuturan dari Kontributor Travelingyuk, Annisa Saputri.

Parade Wayang yang Meriah

WJNC tahun ke-3 via Annissa Saputri
WJNC tahun ke-3 (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Karnaval ini digelar bertepatan dengan ulang tahun kota Jogja yang ke-262 tahun pada tanggal 7 Oktober 2018. Wayang Jogja Night Carnival atau WJNC ini merupakan gelaran yang ke-3 sejak tahun 2016. Tahun-tahun sebelumnya untuk merayakan HUT Kota Jogja selalu diadakan pawai budaya, namun sejak tahun 2016 terciptalah sesuatu yang baru yang dikemas lebih unik dan megah, yaitu Wayang Jogja Night Carnival.

Antusiasme penonton via Annissa Saputri
Antusiasme penonton (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Mendapat sambutan yang meriah pada tahun pertama dan kedua, panitia WJNC seakan ingin mengulang kesuksesannya kembali dengan menampilkan karnaval budaya yang mampu membuat penonton kagum. Dengan tema wayang, WJNC menampilkan para performer sebanyak 1.400 peserta yang berasal dari 14 kecamatan di lingkup Kota Jogja.

Gemerlap Suasana Tugu Jogja

Tugu menjadi titik pusat acara via Annissa Saputri
Tugu menjadi titik pusat acara (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Sudah sejak sore masyarakat berkumpul di Tugu Pal Putih untuk menanti gelaran WJNC karena acara inti berlangsung di sini. Dengan rute Jembatan Gondolayu – Jalan Jenderal Sudirman – Tugu Jogja – Jalan Margo Utomo, kawasan Tugu Jogja memang yang paling padat. Sekitar pukul 19.30 WIB acara dibuka dengan sambutan dari pemerintah daerah kemudian ditandai dengan pemukulan gong. Sebelum para aktor wayang menampilkan performance-nya di kawasan Tugu, berlangsung Video Mapping yang disorot tepat di Tugu Pal Putih.

Dari Tugu menuju Jalan Margo Utomo via Annissa Saputri
Dari Tugu menuju Jalan Margo Utomo (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Selanjutnya setiap kecamatan menampilkan aksi terbaiknya di depan masyarakat dan Sri Sultan Hamengkubowono X yang juga hadir. Tiap kecamatan menampilkan satu tema tokoh wayang yang telah ditentukan sebelumnya. Tepuk tangan riuh penonton membuat suasana malam itu semakin hangat ditambah dengan sorotan lampu yang gemerlap.

Konsep Street Art yang Epik

Wayang dengan konsep street art via Annissa Saputri
Wayang dengan konsep street art (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

WJNC memiliki konsep street art di mana pertunjukkan seni ini ditampilkan di jalanan. Memiliki rute dari Jembatan Gondolayu hingga Jalan Margo Utomo, sudah barang tentu di sepanjang jalan ini dipenuhi oleh masyarakat bahkan wisatawan mancanegara yang sangat antusias untuk bisa menyaksikan pertunjukan karnaval lebih dekat. Beberapa jalan yang menuju kawasan rute karnaval pun sudah ditutup sejak sore demi berlangsungnya acara yang lancar.

Performer dengan kostum dan koreografi yang apik via Annissa Saputri
Performer dengan kostum dan koreografi yang apik (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Acara karnaval dengan konsep street art ini seakan membius para penonton malam itu. Aksi performer dari perwakilan tiap kecamatan terlihat kompak dan penuh energi untuk menampilkan yang terbaik. Iring-iringan pertunjukkan di Jalan Margo Utomo tampaknya membuat penonton tidak ingin melewatkan kemeriahan acara tersebut dengan mengabadikannya lewat kamera profesional ataupun kamera handphone. Memang, sayang sekali jika momen ini tidak diabadikan.

Aksi Para Wayang yang Mencuri Perhatian

Penampil pertama parade via Annissa Saputri
Penampil pertama parade (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Menjadi pembuka dalam karnaval ini adalah wayang Narasinga yang merupakan reinkarnasi dari Dewa Wisnu. Penonton dari anak kecil hingga dewasa tampak menikmati setiap penampilan yang disuguhkan lewat di depan mata mereka. Tak ketinggalan tema wayang lainnya seperti Rama Shinta, Drupadi, Puntadewa, Semar, Togog, Bathara Guru, dan masih banyak lagi.

Gatotkaca bersepeda via Annissa Saputri
Gatotkaca bersepeda (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Meski bertema wayang, beberapa kecamatan juga memadukan dengan unsur modern seperti Gatotkaca yang mengendarai sepeda dan dinosaurus yang diarak oleh wayang. Beberapa replika-replika berukuran besar sebagai penunjang parade juga tersaji dengan mengagumkan, misalnya saja replika singa, rusa, naga, dan Hanoman.

Dinosaurus turut menyemarakkan karnaval via Annissa Saputri
Dinosaurus turut menyemarakkan karnaval (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Tak hanya itu atraksi beberapa wayang dengan egrang dan sepeda tinggi juga ditampilkan. Ditambah lagi ditunjang dengan koreografi, properti, dan kostum yang apik membuat karnaval semakin meriah. Karnaval pun berakhir pada pukul 21.30 WIB yang disempurnakan dengan adanya pesta kembang api.

Oleh Annissa Saputri
Atraksi di Karnaval Jogja (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Demikian keseruan Wayang Jogja Night Carnival yang berlangsung 7 Oktober lalu. Kemeriahannya tak hanya menjadi hiburan saja, WJNC ini juga bisa menjadi sarana edukasi. Apalagi kita sebagai anak muda yang peduli dengan budaya, acara seperti ini patut kita apresiasi agar budaya Indonesia tetap lestari. Rangkaian acara perayaan HUT Kota Jogja lainnya pun masih berlangsung selama bulan Oktober ini. Selamat ulang tahun untuk kota Jogja!

Tags
Event Jogja Indonesia Jogja Karnaval Jogja Travelingyuk wisata jogja Yogyakarta
Share