Waduk Cengklik, Nikmati Syahdunya Senja di Boyolali

Mengulik wisata Boyolali tentu takkan ada habisnya. Daerah yang terkenal sebagai penghasil susu sapi ini menyimpan banyak struktur peninggalan Belanda yang unik. Salah satunya adalah Waduk Cengklik. Di sini Teman Traveler bisa nikmati panorama sunset yang luar biasa cantik.

Mudah Ditemukan

lrm_export_126004822899933_20190830_152046321_compress93_8gM.jpg
Perahu untuk pengunjung (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Berada tak jauh dari Bandara Adi Soemarmo, wisata satu ini sangat mudah ditemukan. Tempatnya masuk wilayah Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, kabupaten Boyolali. Struktur yang dibangun pada masa pemerintahan Belanda antara 1926-1928 ini diberi nama sesuai dukuh (kepala desa) pertama kala itu, yakni Cengklik.

lrm_export_125951477100839_20190830_151952975_compress94_pAw.jpg
Perahu untuk pengunjung (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Waduk sendiri merupakan istilah Bahasa Jawa untuk bendungan atau tanggul. Fungsinya sebagai penampung air untuk menunjang sistem perairan di sekitarnya. Ciri utamanya adalah kehadiran palang pintu yang mengarahkan air menuju tempat irigasi.

Manfaat Lain

lrm_export_126412323357329_20190830_152733821_compress18_wRJ.jpg
Pengunjung duduk menikmati keindahan sekitar (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Waduk ini juga punya manfaat lain, yakni budidaya ikan dan enceng gondok. Sayangnya, saat cuaca sedang kering permukaan air di sini akan menyusut dan mengurangi jumlah enceng gondok. Padahal jika dimanfaatkan dengan baik, tumbuhan tersebut bisa jadi bahan kerajinan yang nantinya bakal menambah potensi pendapatan warga sekitar.

Akibat penyusutan tersebut, pulau-pulau kecil mulai bermunculan di sekitar waduk. Semuanya berasal dari gundukan tanah yang dulunya ada di dalam air. Perlahan semuanya muncul dan bahkan permukaannya sampai subur ditumbuhi rumput.       

Tiket Masuk dan Fasilitas

lrm_export_126126396087386_20190830_152247894_compress24_D68.jpg
Tiket masuk perorangan (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Meski usianya sudah puluhan tahun, waduk ini masih berfungsi baik hingga kini. Kawasannya dilengkapi sejumlah fasilitas umum seperti mushola, kamar mandi, dan lahan parkir dengan kapasitas mencapai puluhan kendaraan roda empat.

Biaya masuk kawasan wisata ini hanya Rp2.500 saja Teman Traveler, itu pun sudah termasuk uang kebersihan. Sayangnya, destinasi ini terkesan sepi peminat. Selain itu sepertinya warga sekitar kurang serius dalam mengelola waduk hingga nampak seperti tak terurus. Bahkan dua gapura utama yang menjadi pintu masuk terlihat rusak.

Keindahan Alam dan Aktivitas Seru

lrm_export_126512565812135_20190830_152914063_compress5_compress60_wnD.jpg
Pesepeda mampir ke waduk (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Kehadiran waduk ini juga menjadi hiburan tersendiri bagi warga sekitar. Menjelang siang, banyak penduduk tampak sibuk memancing ikan di sekitar sini. Tak jarang ada beberapa anak muda berfoto-foto selfie dengan memanfaatkan keindahan sekitar waduk sebagai latar belakang. Di sekitar sini juga ada banyak penjual makanan yang bisa dicoba.

Begitu sore menjelang, beberapa warga bakal duduk santai sambil menanti indahnya panorama mentari terbenam. Pemandangan yang disuguhkan memang sangat cantik. Di kejauhan bakal nampak gagahnya Gunung Merapi dan Merbabu.

Jika ingin berkeliling, Teman Traveler bisa menyewa perahu milik warga dengan tarif Rp50.000. Satu perahu bisa menampung hingga enam orang. Ingin berolahraga? Boleh saja. Kalian bisa coba rasakan asyiknya sensasi lari-lari, jalan kaki, maupun bersepeda di sekitar sini.

Itulah sedikit pengalaman saya menyaksikan indahnya senja di Waduk Cengklik. Sekedar tips, jika kalian tertarik menjelajah wisata Boyolali ini, sebaiknya datang antara pukul 17.00 hingga 18.00. Kalian bakal disambut atmosfer senja yang luar biasa indah!

Tags
Boyolali kontributor Travelingyuk waduk cengklik wisata boyolali
Share