Uklam-uklam Heritage Kayutangan, Lepas Kangen Tempo Dulu di Malang

Warga Malang sebelumnya sempat punya festival Malang Tempo Dulu yang kehadirannya selalu dinanti. Namun selama beberapa tahun terakhir, gelaran meriah tersebut tak pernah terdengar lagi gaungnya. Beruntung, Uklam-uklam Heritage Kayutangan hadir untuk melepas kangen warga Kota Bunga akan nuansa tempo dulu.

Mengusung konsep serupa, Uklam-uklam Heritage Kayutangan sukses mereka ulang atmosfer klasik di salah satu sudut Bumi Arema. Hadirkan beragam komunitas dan atraksi menarik, gelaran ini cukup menyita perhatian. Seperti apa serunya? Yuk, simak ulasan Travelingyuk berikut ini.

Ibu Kota Heritage Malang

Walikota Malang datang dengan menumpang jip lawas
Walikota Malang datang dengan menumpang jip lawas (c) Travelingyuk/Rexi Tegar Pratama

Uklam-uklam Heritage Kayutangan dihelat pada 29-30 Agustus 2019. Lokasinya adalah Kayutangan yang merupakan salah satu kawasan lawas di Malang. Dulunya daerah ini dikenal sebagai pusat bisnis Kota Bunga. Sisa-sisa kejayaannya masih bisa disaksikan lewat kehadiran sejumlah bangunan toko lawas di sepanjang jalan.

Penanaman pohon kayutangan
Penanaman pohon kayutangan (c) Travelingyuk/Rexi Tegar Pratama

Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah pejabat teras, seperti Walikota Malang, Sutiaji, dan Walikota Batu, Dewanti Rumpoko. Keduanya datang menumpang mobil jip lawas. Dilanjutkan dengan melakukan penanaman pohon kayutangan alias patah tulang yang dulunya jadi ciri khas kawasan setempat, serta uklam-uklam (mlaku-mlaku alias jalan-jalan dalam bahasa Malangan) di sekitar area festival.

Kawasan heritage Kayutangan
Kawasan heritage Kayutangan (c) Travelingyuk/Rexi Tegar Pratama

Kesempatan sama juga dimanfaatkan panitia untuk menobatkan Kayutangan sebagai ibu kota heritage Malang Raya. Sebutan yang agaknya cukup pantas, mengingat kawasan ini memang punya banyak warisan arsitektur kuno seperti Hotel Riche, Toko Oen, dan Gereja Kayutangan.

Dimeriahkan Komunitas

Alunan musik Sape'
Alunan musik Sape’ (c) Travelingyuk/Rexi Tegar Pratama

Uklam-uklam Heritage Kayutangan jadi makin meriah dengan hadirnya sejumlah komunitas. Sedari acara pembukaan saja, gelaran festival ala tempo dulu ini sudah menampilkan band beraliran etnik dari Museum Musik Indonesia. Alunan Sape’ yang mereka mainkan terdengar merdu, sukses membuat para penonton terhipnotis.

uklam-uklam heritage kayutangan
Komunitas Cinta Berkain (c) Travelingyuk/Rexi Tegar Pratama

Berikutnya ada Komunitas Cinta Berkain, terdiri dari sejumlah ibu-ibu yang bercita-cita hidupkan budaya Indonesia lewat busana batik dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menunjukkan aksi tarian dalam upacara pembukaan dan ikut dalam rombongan Walikota Malang dan Walikota Batu menjelajah area sekitar.

uklam-uklam heritage kayutangan
Stand Komunitas TRIP (c) Travelingyuk/Rexi Tegar Pratama

Ada pula sejumlah komunitas lain yang mendirikan stand khusus untuk memperkenalkan visi mereka pada publik. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah Komunitas TRIP, yang hadirkan beberapa potongan sejarah dan dokumentasi terkait perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar di masa kemerdekaan.

Kendaraan Lawas

Deretan jip lawas
Deretan jip lawas (c) Travelingyuk/Rexi Tegar Pratama

Nuansa jadul di Uklam-uklam Heritage Kayutangan semakin terasa kental lewat kemunculan beberapa kendaraan klasik di berbagai sudut venue. Dimulai dari parade jip ala perang di sekitaran Plaza Sarinah, hingga blanwir alias mobil pemadam kebakaran lawas. Selain itu masih ada kendaraan Radio RRI lawas yang tak kalah menarik.

Mobil RRI lawas
Mobil RRI lawas (c) Travelingyuk/Rexi Tegar Pratama

Tak sekedar mengagumi, pengunjung juga bebas berfoto-foto ria. Tidak dipungut biaya sepeser pun. Maka jangan heran jika lantas banyak yang antusias ingin mengabadikan momen dengan latar kendaraan lawas tersebut.

Kuliner dan Spot Foto

uklam-uklam heritage kayutangan
Sajian kuliner gulali (c) Travelingyuk/Rexi Tegar Pratama

Nostalgia terasa makin lengkap dengan hadirnya beberapa gerai yang sajikan beragam kuliner jadul. Mulai dari es gandul, hingga permen gulali jadul yang mungkin sudah jarang ditemukan zaman sekarang. Para pengunjung terlihat sangat antusias dengan kehadiran jajanan ini.

uklam-uklam heritage kayutangan
Spot foto bangunan lawas (c) Travelingyuk/Rexi Tegar Pratama

Terakhir, pengelola juga sediakan sejumlah spot foto dengan nuansa jadul. Jadi tempat pas untuk abadikan momen langka, terutama jika datang sembari kenakan busana lawas. Sungguh menarik, Teman Traveler.

Salah satu stand dengan penjaga berpenampilan jadul
Salah satu stand dengan penjaga berpenampilan jadul (c) Travelingyuk/Rexi Tegar Pratama

Itulah kemeriahan festival Uklam-uklam Heritage Kayutangan pada 29 dan 30 Agustus 2019 silam di Malang. Jika Teman Traveler melewatkan kemeriahannya, jangan berkecil hati. Terus ikuti perkembangan seputar wisata Malang di Travelingyuk dan nantikan berita terbaru soal jadwal festival ini di masa mendatang.

Tags
Indonesia info terbaru Jawa Timur Malang Travelingyuk wisata malang
Share