Tugu Yogya: Rubuh Karena Gempa, Kini Bangkit Lagi

Tugu Pal Putih alias Tugu Yogya merupakan salah satu bangunan ikonik di Jogja. Para pelancong kerap mampir ke kawasan ini untuk berfoto ria atau sekedar menikmati suasana malam Kota Gudeg. Namun tahukah Teman Traveler, tugu ini ternyata punya banyak kisah menarik.

lrm_export_53707472730652_20190824_233145838_resize_27_zdR.jpg
Tugu Pal Putih (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Selain pernah rubuh karena gempa, Tugu Yogya kini juga mengusung desain anyar. Bentuknya berbeda jika dibandingkan dengan sebelumnya. Hmm, menarik ya? Yuk Teman Traveler, simak cerita saya selengkapnya soal tugu ikonik ini.

Bentuk Awal Lebih Sederhana

lrm_export_53697715145604_20190824_233136080_resize_34_AFU.jpg
Replika Tugu Golong-Gilig (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Tugu Yogya dibangun tak lama setelah keraton berdiri. Tepatnya pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Awalnya bentuk tugu sangat sederhana, hanya terdiri dari bagian bawah yang berbentuk silinder atau ‘golong’ dan bagian atas dengan bentuk bola atau ‘gilig’. Inilah yang membuat tugu diberi nama Golong-Gilig.

Jika Teman Traveler perhatikan di peta, lokasi keraton, tugu, dan Gunung Merapi membentuk garis lurus. Hal tersebut karena tugu setinggi 25 meter ini dibuat sebagai perlambang persatuan bangsa dalam melawan penjajah.

Dirubuhkan Gempa Dahsyat

tugu yogya
Dipadati pengunjung (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

10 Juni 1867, gempa dahsyat melanda Jogja, akibatnya Tugu Golong-Gilig rubuh. Dua belas tahun berselang, monumen tersebut didirikan ulang oleh Belanda. Bentuk tugu yang tadinya terdiri dari silinder dan lingkaran, diubah menjadi persegi dengan bagian ujung meruncing. Tingginya menciut jadi 15 meter.

Konon perubahan bentuk dilakukan guna mengurangi persatuan rakyat dalam melawan penjajah. Namun upaya tersebut terbukti gagal. Tugu Yogya pun berganti nama menjadi Tugu Pal Putih, nama yang terinspirasi dari warnanya.

Pojok Tugu Golong-Gilig

tugu yogya
Denah sekitar keraton (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Guna mengingat bentuk awal tugu dan peristiwa sejarah kala itu,
tak jauh dari Tugu Pal Putih dibuat replika Tugu Golong-Gilig. Ukurannya tidak sama persis, namun ada relief berisi penjelasan singkat dan penyebab keruntuhan bentuk aslinya. Di sini Teman Traveler juga bisa melihat denah yang menunjukan lokasi keraton, benteng, dan Tugu Pal Putih.

Tempat Berkumpulnya Komunitas

lrm_export_53684978171442_20190824_233123344_resize_42_BiU.jpg
Ular yang dibawa anggota komunitas (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Kawasan sekitar Tugu Yogya sering dipakai untuk berfoto. Selain itu beberapa komunitas juga kerap menggelar pertemuan di sini. Jenisnya macam-macam, mulai dari komunitas sepeda hingga ular. Saya sendiri sempat bertemu dengan komunitas yang disebut terakhir dan melihat beberapa koleksi ular mereka. Jika tertarik atau bahkan ingin bergabung, Teman Traveler jangan sungkan menyapa mereka ya.

Itulah sedikit pengalaman saya jalan-jalan di Tugu Yogya. Teman Traveler bisa berkunjung ke sini kapan saja, namun akan lebih asyik datang pagi atau malam hari. Andai lapar, kalian bisa langsung makan di kuliner dekat Tugu Jogja. Selamat jalan-jalan dan menjelajah wisata Jogja!

Tags
Indonesia Jogja kontributor Travelingyuk Tugu Yogya wisata jogja
Share