Tradisi Ganjil Suku Asli Indonesia, Kawin Sedarah Hingga Penggal Kepala

Indonesia sungguh negara yang luar biasa. Tak hanya punya keanekaragaman alam, suku yang ada di wilayah Nusantara juga tak kalah bervariasi dengan masing-masing tradisi. Menurut sensus BPS di 2010, total ada 1.340 suku yang menghuni Sabang sampai Merauke yang punya daya tarik tradisi yang beragam.

Masing-masing suku tersebut punya adatnya masing-masing. Beberapa di antaranya begitu unik dan terus dipertahankan sebagai pesona wisata daerah hingga kini. Namun tak sedikit juga yang ternyata sanggup membuat kita bergidik ngeri dan akhirnya sudah lama ditinggalkan.

1. Kerik Gigi di Mentawai

Wanita lakukan tradisi kerik gigi di Mentawai via YouTube WAFSAC

Jika berkunjung ke Sumatera Barat, tidak ada salahnya mengunjungi Pulau Siberut yang menjadi bagian dari Kepulauan Mentawai. Di sana ada sejumlah suku Mentawai yang masih menjunjung tinggi adat istiadat, bahkan yang oleh sebagian besar orang dianggap aneh.

Tradisi kerik gigi Mentawai via Instagram travelfair2016

Salah satunya adalah tradisi kerik gigi. Tradisi ini dilakukan oleh para wanita di suku Mentawai untuk menunjukkan tingkat kecantikan mereka. Mengerikannya lagi, total ada 23 gigi yang harus dikerik alias diruncingkan dan proses ini dilakukan tanpa menggunakan pereda rasa sakit apapun.

2. Ritual Pemakaman di Minahasa

Jika pada umumnya jenazah dimakamkan dengan posisi berbaring, lain halnya dengan kebiasaan suku Minahasa. Orang-orang yang meninggal akan disemayamkan dalam posisi duduk sembari memeluk lutut. Lebih spesifiknya lagi, tumit menempel pada pantat dan mulut mencium lutut.

Makam kuno Waruga di Minahasa via Instagram sahabatkotatua.id

Detail lain yang tidak kalah penting adalah jasad harus dihadapkan ke utara. Hal ini merupakan perlambang nenek moyang suku Minahasa yang berasal dari utara. Setelah semua persiapan selesai, tubuh orang yang sudah meninggal akan diletakkan di dalam kuburan batu yang disebut Waruga. Istilah Waruga berasal dari kata waru yang artinya rumah, dan ruga artinya badan. Waruga diyakini akan jadi rumah peristirahatan terakhir bagi orang yang sudah meninggal.

3. Ritual Kawin Sedarah di Polahi

Polahi termasuk salah satu suku terasing di Gorontalo via Instagram judhie_bogar

Bagi masyarakat modern, pernikahan adalah sebuah institusi yang sakral. Ada beberapa batasan yang harus dihormati, salah satunya pernikahan sedarah atau antar saudara sendiri. Namun hal tersebut bukan sesuatu yang aneh bagi Suku Polahi, yang mendiami pedalaman hutan Humohulo di Gorontalo.

Bagi suku ini, perkawinan sedarah sudah menjadi sesuatu yang lazim. Bahkan keturunan yang dihasilkan dari tradisi aneh ini tidak mengalami kecacatan seperti yang diyakini kebanyakan ahli. Kebiasaan itu konon dilakukan untuk mencegah suku Polahi dari kepunahan. Jadi pernikahan antara ayah dan anak maupun kakak dengan adik bukan sesuatu yang luar biasa bagi mereka.

4. Penggal Kepala di Maluku

Di balik namanya, Pulau Seram di perairan Maluku ternyata benar-benar menyimpan kisah mengerikan. Menurut beberapa sumber, salah satu suku yang bernama Naulu memiliki kebiasaan berburu kepala manusia untuk persembahan nenek moyang. Ritual ini diyakini bisa menghindarkan suku dari musibah dan sekaligus menjadi simbol kekuasaan.

Suku Naulu tinggal di Pulau Seram via Instagram jurriaanhoefsmit

Adat mengerikan ini sempat marak dilakukan pada 1900an, hilang, dan muncul lagi di 1940an. Beberapa tahun berselang, muncul kasus pemenggalan kepala di Maluku di 2004. Namun untungnya itulah kejadian terakhir yang bisa dikaitkan dengan tradisi seram dari suku Naulu ini.

5. Duel keris di Bugis

Suku Bugis di Makassar juga punya tradisi yang tidak kalah mengerikan. Ritual ini disebut dengan istilah Sigajang Laleng Lipa atau kurang lebih artinya saling tikam dalam sarung. Tradisi ini sangat berkaitan dengan filosofi suku Bugis, di mana seseorang dianggap tak lebih berharga dari binatang jika sudah tak punya harga diri. Harga diri dipandang sangat vital dalam kehidupan mereka, lebih dari nyawa.

Tradisi unik suku di Indonesia
Tradisi duel keris di Bugis sekarang hanya sebatas pertunjukan via Instagram musa_rcm

Sigajang Laleng Lipa kerap dilakukan di masa kerajaan lampau untuk menyelesaikan masalah dengan pertarungan. Dua orang pria akan disatukan dalam sebuah sarung dan kemudian dipersilahkan bertarung. Tak jarang dua pihak yang bertarung akan sama-sama meninggal, hidup, atau hanya salah satunya yang meregang nyawa.

Namun demikian, tradisi ini sudah lama ditinggalkan oleh masyarakat Makassar. Unsur filosofinya memang masih dipegang teguh, namun hanya sekedar diwujudkan dalam pertunjukan seni budaya.

Itulah beberapa tradisi mengerikan yang pernah maupun masih dipraktekkan oleh sejumlah suku-suku asli di Indonesia. Apapun itu, kita masih harus tetap bersyukur tinggal di Indonesia, yang sangat kaya dengan keanekaragaman suku dan budaya.

Tags
Gorontalo Indonesia Makassar Maluku Sumatra Barat Wisata Budaya
Share