Menanti Jalur Dibuka Lagi, Yuk Simak Tips Mendaki Semeru

Ditutup total untuk pendakian sejak 3 Januari 2019 oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, hingga artikel ini ditulis masih belum ada kepastian kapan Semeru bakal bisa dikunjungi lagi oleh wisatawan. Nah, jika Teman Traveler turut menanti Semeru dibuka kembali, tak ada salahnya meluangkan waktu sejenak untuk mematangkan persiapan pendakian. Yuk, simak beberapa tips mendaki Semeru berikut ini. Pastikan perjalanan kalian tetap aman dan nyaman.

Ranu Kumbolo (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Penutupan sendiri dilakukan demi pemulihan/revitalisasi ekosistem di sepanjang jalur pendakian. Diharapkan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa sekitar bisa tetap terjaga. Apalagi belakangan cuaca semakin memburuk, diiringi banyak kejadian pohon tumbang.

Gerbang pendakian Semeru via instagram.com/aakjibon

Durasi Pendakian

Puncak Mahameru terhalang kabut via instagram.com/darwishtpea

Memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, Semeru menyimpan panorama luar biasa indah. Sebelum tiba di Pos Kalimati, pos terakhir yang diizinkan untuk didaki, Teman Traveler harus paham dulu berapa pos yang akan dilewati. Perhitungkan juga estimasi perjalanan untuk menuju sana.

Masih di awal pendakian (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Dengan kecepatan standar, Teman Traveler akan butuh kurang lebih delapan jam tiga puluh menit perjalanan dari base camp atau Pos Ranu Pani, untuk sampai di Pos Kalimati.

Rinciannya lengkapnya yaitu dari base camp – pos 1 kurang (1 jam 50 menit), pos 1 – pos 2 (40 menit), pos 2 – pos 3 (50 menit), pos 3 – pos 4 (60 menit), pos 4 – Ranu Kumbolo (40 menit), dan Ranu Kumbolo – Kalimati (3 jam 30 menit).

Tapi ingat Teman Traveler, masing-masing pendaki butuh waktu berbeda untuk sampai puncak. Semua tergantung kemampuan dan kondisi fisik tiap individu.

Pahami Prosedur Booking Online

Oro-oro Ombo yang memesona (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Tips mendaki Semeru selanjutnya adalah mengenai kuota. Seperti halnya pendakian ke gunung Gede–Pangrango, pendakian ke Semeru kini juga mewajibkan reservasi online melalui laman resmi www.bromotenggersemeru.org. Kuota yang ditetapkan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah maksimal 600 pendaki per hari dari pintu Ranu Pani.

Teman Traveler bisa melakukan booking online mulai tiga bulan sebelum pendakian, hingga tiga hari sebelumnya. Dengan kelonggaran masa booking tersebut, kalian bisa lebih leluasa mengatur jadwal keberangkatan.

Pahami Tata Cara Pendakian

Berjalan di tepi surga Semeru via Instagram.com/ofaa_alfa

Setelah melakukan booking online dan melakukan pembayaran, Teman Traveler wajib menyerahkan bukti transfer dan konfirmasi pada petugas di hari pendakian. Nantinya kalian akan mendapat surat izin khusus bermaterai. Masing-masing pendaki juga wajib membawa fotokopi identitas resmi serta surat keterangan sehat asli dari dokter.

Wajib Mengikuti Briefing

Pos Kalimati via instagram.com/margoftaa

Briefing atau pengarahan sebelum pendakian wajib Teman Traveler ikuti dan pahami secara saksama. Lewat proses ini pendaki diharapkan bisa lebih tertib dan sopan, sesuai aturan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Perhatikan Perlengkapan Pendakian

Perlengkapan pendakian yang wajib dibawa via instagram.com/anak_bebek

Tips mendaki Semeru selanjutnya bertujuan agar pendakian makin aman dan nyaman. Teman Traveler harus benar-benar memperhatikan perlengkapan yang dibawa. Dengan memperhatikan batas maksimal perjalanan (4 hari 3 malam), pastikan kalian membawa peralatan lengkap.

Persiapkan tenda kedap air, ransel atau carrier dengan spesifikasi baik, matras, sleeping bag, pakaian hangat, jaket, sepatu mendaki gunung, sarung tangan, kaos kaki, jas hujan, senter atau head lamp dengan baterai cadangan, bekal makanan dan minuman sesuai jumlah personel tim, dan yang terakhir, obat-obatan pribadi.

Sekedar informasi, tiap pendaki hanya diperbolehkan membawa maksimal dua botol air mineral. Jika dibutuhkan, Teman Traveler juga bisa membawa tabung oksigen untuk berjaga-jaga.

Anjuran Memakai Gaiters dan Trekking Pole

Pentingnya memakai trekking pole via instagram.com/anak_bebek

Mengingat medan pendakian Semeru tergolong sulit dan panjang, sangat dianjurkan menggunakan gaiters dan trekking pole. Bagi Teman Traveler yang tidak memiliki gaiters, sebaiknya gunakan celana panjang. Sementara itu trekking pole sebaiknya tetap disediakan guna memudahkan perjalanan, sekaligus menyeimbangkan beban tubuh saat melewati jalur yang menanjak atau terjal.

Pendakian Sampai Kalimati

Pendakian yang dianjurkan hanya sampai Kalimati via instagram.com/didinknoer

Jika Teman Traveler ngotot mendaki Semeru sampai puncak Mahameru, pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru takkan bertanggung jawab atas segala risiko yang terjadi. Oleh karena itu kalian harus waspada dan paham benar tentang tata cara maupun teknik mendaki.

Waspada Mendekati Summit

Puncak Mahameru via instagram.com/inotsuantee

Ada beberapa hal yang perlu Teman Traveler tahu sebelum meneruskan perjalanan ke puncak. Pertama, hindari kawah Jonggring Saloka karena gas belerang dan material yang dikeluarkan sangat berbahaya. Berikutnya, segera turun sebelum pukul 09.00 untuk menghindari gas yang mengikuti arah angin menuju puncak.

Ketika Teman Traveler turun, pastikan tidak berjalan terlalu ke arah kanan. Jalur ini akan langsung mengarah ke Blank 75 (jurang sedalam 75 meter).

Tips Terakhir

Full team via instagram.com/ikhummuhammad

Saat mendaki Semeru, pastikan Teman Traveler selalu berjalan bersama anggota kelompok. Jangan meninggalkan salah satu rekan, apapun alasannya. Jangan lupa untuk membawa sampah saat perjalanan pulang. Hindari juga segala bentuk perbuatan vandalisme.

Dengan memahami tips mendaki Semeru, semoga pendakian Teman Traveler bisa lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. Kini, mari menanti kabar kapan dibukanya kembali jalur menuju gunung tertinggi Jawa ini.

Tags
kontributor Lumajang Malang Wisata Lumajang wisata malang
Share