Perlu Tahu, Tingkat Kematangan Steak Supaya Tidak Salah Pesan dan Bikin Selera Hilang

Steak memang bukan kuliner asli Indonesia. Meskipun begitu, keberadaanya sudah menjamur di berbagai kota besar. Dan tahukah kamu jika tingkat kematangan steak ini berbeda-beda? Jika belum terlalu paham mengenai tingkat kematangan steak dan perbedaannya, yuk ikuti ulasannya. Biar nggak salah pesan dan merusak selera makan Teman Traveler, nih.

Blue Rare

Blue Rare, via Shutterstock
Blue Rare, via Shutterstock

Pertama ada blue rare yang memiliki komposisi mentah lebih banyak. Saat dimakan, bagian dalamnya masih memiliki warna merah segar, sementara luarnya abu-abu. Steak ini dimasak dengan waktu yang singkat sehingga bagian luarnya saja yang berubah. Sementara bagian dalamnya tidak berubah sama sekali. Jenis ini kurang cocok utuk lidah Indonesia.

Rare

Rare steak, via Shutterstock
Rare steak, via Shutterstock

Tingkat kematangan steak lainnya yang bisa dijajal adalalah rare. Steak jenis ini memiliki komposisi 70%-80% mentah dan sisanya matang. Daging dengan tingkat kematangan ini memiliki tekstur yang kenyal dan begitu juicy. Pertama kali mencicipi steak ini pasti akan terasa aneh, namun bagi yang suka tidak akan ada masalah sama sekali ya.

Medium Rare

Medium rare, via Shutterstock
Medium rare, via Shutterstock

Tingat kematangan medium rare ini sedikit berbeda dengan rare. Tingkat kematangannya kira-kira 60-50% sehingga bagian dalamnya akan terlihat merah sebagian. Saat dimakan tekstur dagingnya sudah terasa matang, tapi tetap juicy. Medium rare ini banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia.

Medium

Medium steak, via Shutterstock
Medium steak, via Shutterstock

Sementara tingkat kematangan daging medium ini banyak dipilih oleh berbagai pecintanya di dunia. Bagian dalamnya sedikit kemerahan namun teksturnya sudah empuk dengan sedikit juicy. Saat dimakan, dagingnya akan memiliki rasa sedikit manis. Biasanya bagian dalamnya memiliki warna kemerahan sekitar 40%.

Medium Well

Medium well, via Shutterstock
Medium well, via Shutterstock

Pada tingkat ini, daging sudah matang 80%, karena itulah warna merahnya tinggal sedikit. Biasanya daging pada level ini akan memiliki tekstur yang kenyal, lembut, dan juga berair. Nah, tingkat ini banyak disukai pecinta steak di Asia. Mereka yang baru makan steak juga cocok dengan tingkat kematangan ini.

Well Done

Well done steak, via Shutterstock
Well done steak, via Shutterstock

Terakhir ada well done. Untuk setak dengan tingkat ini, daging sudah matang sepenuhnya, tidak ada warna merah lagi yang tersisa di dalamnya. Karena itulah tekstur di dalamnya cenderung keras dan tidak juicy lagi, seluruh lemak terbakar. Penampilannya memiliki warna cokelat dan cenderung kering.

Itulah informasi mengenai tingkat kematangan pada steak ya Teman Traveler. Ingat-ingat supaya kamu bisa mencoba steak di Jakarta, misalnya, dengan tingkat kematangan sesuai dengan yang diinginkan.

Tags
informasi tentang steak kuliner steak yang matang tips dan inspirasi
Share