Tari Kecak Uluwatu, Wajib Nonton Sekali Seumur Hidup

Liburan ke Bali rasanya belum lengkap jika tak menonton pertunjukan tari kecak Uluwatu. Pagelaran seni khas Pulau Dewata ini benar-benar istimewa karena digelar sore hari, dengan latar belakang senja yang begitu indah. Teman Traveler setidaknya harus menonton perhelatan indah ini sekali seumur hidup.

Saya sendiri beruntung berkesempatan menonton pertunjukan tari kecak Uluwatu. Harus saya akui, semua yang ditampilkan benar-benar mengesankan dan tak terlupakan. Agar lebih jelas, yuk simak ulasan saya berikut ini Teman Traveler.

Tempat Terbaik Menonton Tari Kecak

Menonton kecak ditemani indahnya panorama sunset (c) Rosita/Travelingyuk

Uluwatu tak hanya punya pantai menakjubkan. Kawasan ini juga merupakan salah satu opsi terbaik untuk menonton pertunjukan tari kecak. Suasana yang ditawarkan sungguh berbeda dibanding tarian serupa di tempat lain di Bali.

Sembari melihat barisan pria mengangkat tangan dan meneriakkan kata ‘kecak’, Teman Traveler bakal dimanja pemandangan indah lautan lepas. Suasananya akan terasa makin mengesankan menjelang matahari terbenam. Oleh karena itu, jangan lupa bawa alat dokumentasi jika ingin mengabadikan momen spektakuler ini.

Usahakan Datang Lebih Awal

Ratusan penonton memenuhi area pertunjukan (c) Rosita/Travelingyuk

Pertunjukan Tari Kecak Uluwatu memang kerap jadi primadona bagi wisatawan di Bali. Oleh karena itu, sebaiknya Teman Traveler datang lebih awal agar kebagian tempat. Tarian biasanya akan dimulai sekitar pukul 17.00 WITA, namun usahakan sudah ada di lokasi sebelum jam tersebut. Ini penting agar kalian bisa mendapatkan spot terbaik untuk menonton tarian maupun menikmati panorama sunset.

Datang lebih awal juga merupakan langkah antisipasi agar Teman Traveler tak kehabisan tiket. Pasalnya tiap hari ratusan hingga ribuan orang berminat menyaksikan kecak Uluwatu yang terkenal. Soal tarif, kalian hanya perlu membayar Rp100.000 saja.

Tarian Sakral

Tarian kecak sudah dimulai (c) Rosita/Travelingyuk

Tahukah Teman Traveler, kecak sebenarnya merupakan tarian sakral di Bali. Setiap gerakannya melambangkan perjalanan kisah Ramayana melawan Rahmana. Budaya asli Pulau Dewata ini biasanya dipertunjukkan oleh puluhan penari laki-laki. Mereka kompak menyerukan ‘cak’ sembari mengangkat kedua tangan.

Selama tarian kecak berlangsung, tidak akan ada iringan musik apapun. Satu-satunya suara berasal dari para penari, yang bergantian meneriakkan kata ‘cak’. Begitu terus hingga satu setengah jam.

Oh ya, ada aturan khusus yang harus dipatuhi selama menonton kecak di Uluwatu. Semua pengunjung yang menggunakan rok atau celana pendek bakal diminta menggunakan kain ungu. Jangan khawatir, pihak panitia sudah menyediakannya kok.

Monyet di kawasan Uluwatu (c) Rosita/Travelingyuk

Itulah sedikit ulasan mengenai pertunjukan kecak Uluwatu, benar-benar tak boleh dilewatkan jika Teman Traveler sedang eksplor wisata Bali. Jadi tunggu apa lagi, segera wujudkan rencana jalan-jalan ke Pulau Dewata dan pastikan untuk menonton tarian tradisional keren ini.

Tags
Bali kontributor Travelingyuk wisata bali
Share