Silek Lanyah, Suguhan Seni Bela Diri Memikat dari Tanah Minang

Advertisement
Advertisement

Bumi Minangkabau tidak hanya terkenal akan keelokan alam dan kenikmatan kulinernya, namun juga adat budaya yang turun temurun terus dilestarikan. Salah satunya adalah Silek Lanyah, sebuah seni bela diri yang sudah berkembang lama di Sumatra Barat.

Bangun dari Tidur Panjang

57506391_206667250294480_1791206561226443506_n_JVc.jpg
Atraksi Silek Lanyah di Desa Wisata Kubu Gadang via Instagram.com/erisonjkamabari

Silek Lanyah berasal dari Desa Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Padang Panjang. Pertunjukan seni sekaligus bela diri ini biasanya dilakukan di hamparan tanah basah alias lumpur. Tempatnya sering berpindah-pindah, tergantung petak sawah yang tersedia.

Meski memiliki sejarah panjang, Silek Lanyah sempat mati suri di Ranah Minang, sebelum kembali menggeliat di 2014 silam, bertepatan dengan digagasnya Desa Wisata Kubu Gadang. Sejak saat itu, atraksi ini kembali ditabuh dan banyak menarik minat anak muda.

Tontonan Wisatawan

54247334_1021770358212363_8838697656212151881_n__1__1ri.jpg
Wisatawan menyaksikan atraksi Silek Lanyah via Instagram.com/erisonjkambari

Atraksi Silek tak seolah tak pernah gagal menarik perhatian wisatawan. Pertunjukan penuh aksi ini juga kerap mengundang minat besar dari para penghobi fotografi.

Begitu pertunjukan silek digelar, ratusan wisatawan dan warga desa bisa dipastikan bakal langsung berkerumun di tepi parit. Suasana makin seru karena pagelaran ini juga diiringi kelompok musik tradisional yang biasanya terdiri dari empat orang. Sang pemimpin meniup serunai, sementara tiga lainnya menabuh gendang. Tak lama berselang, tiga pasang pesilat turun ke sawah dan siap memasang kuda-kuda.

Dilakoni Anak Muda

51536042_2056311757994401_9081774818949403490_n_tAT.jpg
Atraksi yang memikat perhatian via Instagram.com/erisonjkamabari

Uniknya lagi, para pemain silek di Desa Wisata Kubu Gadang didominasi golongan muda. Meski mereka tak sejago para tetua, pesona setiap gerakan yang ditunjukkan tetap pancarkan gelora.

Suasana makin bersemangat ketika para pesilek mengeluarkan jurus bantingan. Riak air bakal langsung berkecipak. Tak cukup hanya sekedar mengadu jurus, sesekali mereka juga mengeluarkan senjata untuk menyerang lawan.

Menyaksikan pertunjukan silat ini bagai menonton tarian jebakan. Kadang menawan, kadang menaklukkan. Tak jarang penonton ikut berteriak mengikuti entakan gendang dan bantingan kaki pesilat.

Tak cuma lelaki, perempuan juga turut ambil bagian dalam aksi ini. Adu jurus antar pemudi ini tak kalah seru, apalagi ditambah iringan tepuk tangan penonton.

Geliat Desa Wisata

71174853_374116136829198_6544888932749008378_n_sib.jpg
Mencicipi kuliner di desa wisata via Instagram.com/erisonjkamabari

Terlepas dari pertunjukan Silek Lanyah yang jadi daya tarik utama, berwisata ke Desa Kubu Gadang bakal berikan Teman Traveler pengalaman tak terlupakan. Apalagi jika kalian lama habiskan waktu di tengah padatnya perkotaan.

Suasana pedesaan di sini terasa cukup kental. Terdapat hamparan sawah luas dan deretan rumah penduduk bergaya tradisional. Udaranya juga terasa sejuk, dengan suasana menenangkan.

Teman Traveler juga bisa merasakan sensasi wisata kuliner berupa makan ‘baradaik’, prosesi bernuansa adat yang biasanya disertai sambutan dari tuan rumah. Bagaimana, tertarik mampir ke sini? Bisa banget dicoba jika kalian sedang liburan di Sumatra Barat ya.

Advertisement
Tags
kontributor Sumatra Barat Travelingyuk wisata sumatra barat
Share