Sigale Gale Carnival 2019, Budaya Samosir Bersatu dengan JFC

Sigale Gale Carnival 2019 digelar sangat meriah pada hari Sabtu, 9 Juni 2019, di Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Samosir. Festival yang mengusung budaya Samosir itu bertujuan untuk memajukan pembangunan daerah yang berbasis Pertanian dan Pariwisata, khususnya di seputar Danau Toba.

Sigale Gale Carnival adalah rangkaian kedua dari kalender wisata tahunan Horas Samosir Fiesta 2019. Nah, kita cek sama-sama yuk, apa saja fakta wisata dari Sigale Gale Carnival yang diadakan tahun ini!

1. Tema Sigale Gale Carnival 2019

Parade Ulos via Dok. Kemenpar

Parade budaya ini mengusung tema The Beauty of Ulos. Harapannya, masyakat dunia semakin tertarik mengenakan ulos dan mendekatkan falsafah ulos sendiri kepada penduduk Indonesia.

Ulos secara turun temurun dikembangkan oleh masyarakat Batak yang tinggal di Sumatera Utara. Ulos biasanya menggunakan metode tenun dalam pembuatannya. Kain ulos secara harfiah bermakna selimut. Kain ini dipakai untuk menghangatkan badan oleh orang-orang Batak zaman dahulu. Lambat laut kain ulos dikenal juga sebagai simbol restu, kasih sayang, maupun persatuan.

2. JFC Diboyong ke Samosir

JFC di Sigale Gale Carnival via Dok. Kemenpar

Festival ini juga semakin semarak dengan adanya dukungan dari Jember Fashion Carnaval (JFC). Kostum megah JFC bersanding sempurna dengan pakaian adat khas Batak. Rencananya tahun depan panitia Sigale Gale Carnival akan mengundang Banyuwangi untuk hadir memeriahkan parade budaya ini.

Tak hanya parade pakaian adat yang mempesona, Sigale Gale Carnival juga dimeriahkan dengan lomba fashion show ulos, berbagai jenis becak hias, serta orang-orangan sawah yang dihias.

3. Patung Sigale-gale Raksasa

Patung Sigale-gale via Dok. Kemenpar

Karnival ini juga menampilkan patung Sigale-gale berukuran raksasa. Uniknya, patung yang besar ini mampu menari-nari mengikuti irama gondang.

Sigale Gale Carnival sebenarnya menceritakan tentang cinta seorang raja Batak di Samosir terhadap anaknya. Perwujudan rasa sayang itu disimbolkan dengan patung bernuansa magis Sigale-gale yang dinamai dengan Raja Manggale.

4. Fasilitas Transportasi yang Memadai

Bandara Internasional Silangit via Instagram/ manganju

Sigale Gale Carnival 2019 sukses meraup banyak pengunjung. Terlihat banyak wisawatan mancanegara seperti Malaysia, Taiwan, Swiss, dan Jerman yang turut memeriahkan acara ini.

Suksesnya Sigale Gale Carnival 2019 ditenggarai karena hadirnya Bandara Internasional Silangit. Mengunjungi Pulau Samosir sekarang jauh lebih cepat dengan adanya transportasi udara ini.

Teman traveler yang berniat datang ke Sigale Gale Carnival tahun depan jangan sampai kelewatan tanggalnya ya. Jangan lupa juga untuk mengunjungi berbagai tujuan wisata di Pulau Samosir seperti Desa Tomok, Museum Batak, dan Pusuk Buhit dalam kunjungan kalian.

Tags
Indonesia Samosir sigale gale carnival Sumatera Utara
Share