Sejarah Teh Celup, Konsep Praktis dalam Menyeduh Minuman Relaksasi

Indonesia lebih dulu mengenal teh berbentuk daun yang diseduh dengan air panas. Namun seiring berjalannya waktu, praktis juga menjadi nilai tambah dalam berbagai hal, termasuk menyeduh teh. Hal itulah yang dilakukan salah satu brand teh di Indonesia dengan memperkenalkan konsep teh celup di Indonesia. Nah sebenernya bagaimana sih awal mula munculnya produk teh ini? Yuk disimak pada ulasan berikut!

Berawal dari Pedagang Teh dan Kopi dari New York

Awal Mula Teh Celup via Shutterstock

Sejarah teh celup berawal dari Thomas Sullivan, seorang pedagang teh dan kopi dari New York. Thomas hendak mengirim sampel produk teh kepada pelanggan, dikarenakan menggunakan kemasan kaleng kurang ekonomis. Maka Thomas memilih menggunakan kain sutra yang dinilai lebih praktis. Sesampai di tangan pelanggan, mereka mengira bahwa penggunaan teh tersebut adalah dengan memasukkan teh beserta kantong sutranya. Dari situlah timbul ide untuk menjual teh celup. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini hanya teh-teh premium saja yang kemasan kantongnya terbuat dari sutra atau nilon.

Cara Tepat Menyeduh Teh Celup

Cukup Dicelup Beberapa Kali Saja via Shutterstock

Kalau biasanya kita membuat teh celup dengan suhu mendidih, sesungguhnya menyeduh teh ini bisa bervariasi suhunya tergantung pula pada jenis teh. Misalnya saja untuk teh hitam dibuat dengan air bersuhu 90 derajat celcius, dengan proses ekstraksi setidaknya 2 menit saja. Teh celup tidak boleh terlalu lama dicelup agar kandungan kafein tak jadi semakin tinggi.

Budaya Minum Teh di Indonesia

Tradisi Minum Teh di Tegal dan Sekitarnya via Instagram @makanyajalan

Tradisi minum teh yang umum diketahui biasanya dari Jepang, namun ternyata Indonesia pun mengenal budaya minum teh. Di antaranya adalah di kawasan Cirebon, Slawi, Tegal, Brebes, Pemalang menyeduh teh melati di dalam poci ditambah gula batu. Uniknya, gula batu tidak boleh diaduk, dibiarkan mencair begitu saja. Bermakna bahwa kehidupan memang terasa pahit namun jika sabar, maka akan merasakan manisnya hidup.

Keraton Jogja juga punya tradisi minum teh disebut Patehan, yang hanya bisa dilaksanakan oleh keluarga keraton. Kegiatan ini dilaksanakan di Bangsal Patehan, dilakukan oleh 5 perempuan dan 5 pria berpakaian adat Jawa dalam meracik dan menyajikan teh, disertai juga dengan makanan ringan. Semua itu spesial untuk raja, keluarga kerjaan, dan tamu keraton.

Muncul Teh Celup di Indonesia

Teh Celup Lebih Praktis via Shutterstock

Teh celup di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh salah satu brand ternama yaitu Sariwangi, pada tahun 1973. Teh celup pun populer karena menawarkan sensasi membuat teh lebih praktis ketimbang menggunakan teh bubuk. Namun beberapa waktu lalu Sariwangi dinyatakan mengalami pailit karena terlilit hutang. Tetapi bagi penikmat teh ini masih bisa merasa lega teh celup Sariwangi akan tetap diproduksi oleh Unilever yang mengakuisi produk dan brand Teh Celup Sariwangi pada 1989.

Sebelum teh celup populer di Indonesia, masyarakat kita punya tradisi minum teh yang berbeda-beda. Salah satu yang unik menggunakan gula batu seperti dituliskan di atas. Bagaimana dengan Teman Traveler, pernah mengetahui tradisi unik minum teh di Indonesia? Bagi dengan kita di kolom komentar ya!

Tags
Indonesia info terbaru Sariwangi Sejarah Teh Celup
Share