Roti Bakar Eddy, Renyah Lembut Melegenda Sejak 1971

Berawal dari jualan di pinggir jalan sejak 1971 di sekitar Blok M, Jakarta Selatan, Roti Bakar Eddy kini jadi salah satu kuliner yang namanya telah melegenda di ibu kota. Hingga kini penggemar setianya masih ada, bahkan terus bertambah.

Menu minuman di Roti Bakar Eddy (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Kuliner kenamaan yang dirintis almarhum Eddy Supardi ini lantas menggugah rasa penasaran saya. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung meluncur ke salah satu cabangnya di Jalan Margonda Raya No. 386, Depok. Lantas benarkah rasa Roti Bakar Eddy sepadan dengan status legendarisnya? Yuk, simak ulasan saya.

Punya Sembilan Cabang

Dari lantai dua cabang Margonda (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Saking banyaknya peminat, Roti Bakar Eddy kini sudah punya sembilan cabang di seluruh wilayah Jabodetabek lho. Selain Blok M sebagai kedai utama, ada cabang lain di kawasan Tanah Abang, Ciledug, Pondok Pucung, Haji Nawi, Pondok Gede, Lenteng Agung, Margonda, serta Cibubur.

Tidak tanggung-tanggung, tiap cabang menempati bangunan besar dan luas. Cocok banget untuk tempat nongkrong pengunjung segala usia.

Cabang Margonda

Cabang di Margonda (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Saya sendiri sempat mampir ke Roti Bakar Eddy cabang Margonda. Bangunannya menurut saya sangat luas, terdiri dari dua lantai. Jika ingin sekaligus menikmati hiruk pikuk Depok dari atas, Teman Traveler bisa pilih salah satu deretan bangku di lantai dua.

Makin malam makin ramai (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Menyediakan banyak bangku, suasana cozy, dan WiFi gratis, Roti Bakar Eddy cabang Margonda jadi salah tempat hang out terbaik para millennial. Pekerja kantoran serta konsumen dari kalangan keluarga juga sering mampir ke sini.

Meski begitu, datang sendiri pun tak masalah. Kedai roti bakar ini bisa jadi lokasi me time terbaik kok.

Roti Bakar Spesial

Roti produksi sendiri (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Sebelum membahas kedai ini lebih dalam, ada satu hal unik yang perlu Teman Traveler tahu. Roti yang digunakan di sini terasa spesial karena semuanya merupakan hasil produksi sendiri lho.

Dengan begitu bisa dipastikan roti yang disajikan sangat berkualitas, bebas bahan pengawet, dan tentu saja higienis. Lebih dari tiga hari, roti bakal mulai mengeras dan berjamur.

Menu Roti Bakar Eddy

Pilihan menu roti bakarĀ (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Nah, biar Teman Traveler tidak makin penasaran dengan menu di sini, saya bahas beberapa nih. Total ada empat jenis bakar roti bakar yang bisa kalian pesan di sini. Mulai dari roti bakar standar, medium, spesial, hingga premium.

Roti bakar standar disajikan dengan satu jenis rasa, sementara roti bakar medium bisa dipesan dengan kombinasi dua pilihan rasa. Spesial hampir sama seperti medium, hanya saja ukuran rotinya lebih besar. Terakhir, ada roti bakar premium yang disajikan bersama topping es krim, nutella, atau ovomaltine.

Tekstur yang Krispi

Roti bakar cokelat dan kacang keju (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Begitu roti bakar rasa cokelat dan kacang keju pesanan saya tersaji di meja, saya langsung bisa menebak kalau teksturnya pastilah sangat krispi. Sudah kelihatan dari tampilan permukaannya yang cokelat dan kelihatan garing.

Krispi banget (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Benar saja, gigitan pertama bakar terasa krenyes-krenyes di mulut. Sensasi rasa manis dan gurih beradu jadi satu. Kunyahan saya seperti sulit berhenti, ingin buru-buru menghabiskan. Teman Traveler wajib coba juga nih.

Menu Selain Roti Bakar

Bubur ayam telor (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Tidak hanya sediakan roti bakar, kedai ini juga hidangkan menu menggoda lainnya. Pas buat Teman Traveler yang belum kenyang hanya sekedar makan roti saja. Kalian bisa pesan mie goreng atau rebus, nasi goreng, aneka nasi, atau bubur ayam. Pilihan minumannya juga tak kalah istimewa, seperti teh tarik dan aneka kopi. Menggoda ya?

Buat Teman Traveler yang mau mampir ke Roti Bakar Eddy Margonda, kedai ini buka mulai pukul 07.00 sampai 02.00. Cukup rogoh kocek mulai dari Rp18.000-an untuk menikmati sensasi krispi istimewa di sini. Bagaimana, penasaran?

Tags
Jakarta kontributor kuliner jakarta Travelingyuk
Share