Wisata Surabaya Wajib Dikunjungi, Instagenic dan Lucu Lho

Dea FahmiReza

Dea FahmiReza

On Indonesia
Pose di dalam Monkasel Surabaya Pose di dalam Monkasel Surabaya

Siapa sih yang gak kenal Surabaya? Ibu kota Jawa Timur ini simpan banyak sejarah dan kenangan perjuangan para pahlawan di masa kemerdekaan. Lantas kira-kira apa saja ya, wisata Surabaya yang patut dikunjungi?

Monumen Surabaya via Instagram.com/robuputrajaya_ws

Daripada penasaran, berikut adalah rekomendasi tujuh wisata Surabaya yang bisa Teman Traveler sambangi saat liburan di Kota Pahlawan. Yuk, kita simak bersama daftarnya.

Museum Sepuluh November

Berfoto di depan museum via Instagram.com/fauziaahns

Mesum Sepuluh November diresmikan tahun 2000 dan berada di kawasan Tugu Pahlawan. Tempat wisata ini didirikan sebagai upaya mengenang keberanian para pemuda Surabaya dalam pertempuran heroik 10 November 1945. 

Dari kejauhan, wisata Surabaya ini tampak seperti menyembur dari tanah. Hal tersebut lantaran bangunannya berada tujuh meter di dalam permukaan tanah. Menarik ya?

Seolah menyembul via Instagram.com/arighi_pramudyatama

Museum ini menyimpan beberapa benda peninggalan Bung Tomo serta rekaman asli pidato Sang Pahlawan di Lantai 1. Teman Traveler juga bisa melihat diorama yang menggambarkan aksi kepahlawanan pemuda Surabaya bersenjatakan bambu runcing melawan sekutu di Lantai 2.

Rekaman pidato Bung Tomo via Instagram.com/superradio.id

Museum Sepuluh November beralamat di Jalan Pahlawan, buka setiap hari kecuali Senin dan Hari Besar Nasional. Teman Traveler bisa mampir antara pukul 08.00 hingga 14.30.

Tiket masuk wisata Surabaya ini cukup murah, hanya Rp2.000 per orang. Kalian bakal mendapat diskon khusus untuk rombongan 30 orang (10 persen), 100-200 orang (15 persen), dan lebih dari 200 orang (20 persen).

Museum House of Sampoerna

Tampak depan museum via Instagram.com/faridaintan

Museum House of Sampoerna berada tak jauh dari kawasan Jembatan Merah. Daerah ini memiliki banyak bangunan kolonial yang masih dipertahankan keberadaannya hingga kini, termasuk gedung tempat museum menyimpan beragam koleksinya.

Dari luar, museum terlihat tua namun tetap megah. Pintu masuknya dihiasi sejumlah tanaman segar tertata rapi dan pilar raksasa dengan bentuk mirip rokok. Sungguh menarik.

Museum House of Sampoerna menempati bangunan tua yang sudah berdiri sejak 1864 dan terdiri dari dua lantai. Teman Traveler akan menemukan tiga ruangan di lantai pertama. Salah satunya berisi replika warung bernuansa desa yang dulu dicetuskan oleh Liem Seeng Tee, pendiri P.T Sampoerna.

Replika warung via Instagram.com/madame_exotique

Bergerak ke ruangan kedua, Teman Traveler akan menemukan koleksi foto keluarga serta Direksi P.T. Sampoerna dari masa ke masa. Kalian juga bisa melihat sejumlah alat pemantik rokok dan buku-buku lawas yang bercerita soal tembakau.

Suasana di dalam museum via Instagram.com/ratihd_utami

Masuk ruangan ketiga, Teman Traveler akan disambut alat-alat dan bahan untuk meracik rokok. Kalian bakal melihat sejumlah produk rokok buatan Sampoerna, baik yang dijual di Indonesia maupun hanya diedarkan di luar negeri.

Lantai dua Museum House of Sampoerna berfungsi sebagai tempat penjualan merchandise. Di sini Teman Traveler juga bisa melihat kesibukan pekerja sedang melinting rokok. Sayangnya, pengunjung dilarang memotret di area ini.

House of Sampoerna beralamat di Taman Sampoerna no 6, Krembengan, Pabean Cantikan. Teman Traveler bisa berkunjung gratis setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 22.00. Menarik bukan?

Pasar Atum

Penampakan Pasar Atum via Instagram.com/ibnu.satria01

Pusat perbelanjaan Pasar Atum berdiri sejak 1972 dan menyandang predikat terbesar di Surabaya. Gedungnya menyatu dengan Pasar Atum Mall dan belakangan dikembangkan dengan konsep modern. Semua tampak lebih tertata dan bersih.

Salah satu hal menarik ketika belanja di Pasar Atum adalah seni tawar menawar antara penjual dan pembeli. Ya, di sini Teman Traveler bebas meminta potongan harga karena mayoritas gerai dijaga langsung oleh sang pemilik.

Pasar Atum juga bisa dikatakan sebagai pusat fashion terkini dengan lebih dari 500 butik. Teman Traveler juga bisa menemukan 150 toko emas dan 28 gerai bank di sini.

Tertarik mengunjungi Pasar Atum? Teman Traveler bisa langsung meluncur ke Jalan Stasiun Kota no 7A. Pusat belanja ini buka tiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00.

Surabaya North Quay

Keramaian di Surabaya North Quay via Lovavel

Wisata ini dikelola PT. Pelindo III dan sekaligus menjadi lokasi bersandarnya kapal pesiar internasional. Selain bisa melihat deretan perahu megah, di sini pengunjug juga bisa menikmati pemandangan indah di sepanjang Pelabuhan Tanjung Merak.

Pemandangan di sekitar pelabuhan via Instagram.com/eriyantiutami

Pengunjung juga bakal dimanjakan pertunjukan live music, aneka atraksi seni, pameran produk, dan pasar kuliner di lantai satu. Sementara itu, lantai dua terminal sudah diubah menjadi pusat perbelanjaaan dan lantai tiga menjadi pusat jajanan dan kuliner khas Surabaya.

Surabaya North Quay beralamat di Jalan Perak Timur, Pabean Cantian. Kawasan wisata ini buka antara Selasa hingga Minggu, mulai pukul 11.00 sampai 21.00. Tidak ada tiket masuk, namun Teman Traveler wajib membayar Rp75.000 jika ingin menjajal naik kapal keliling Selat Madura.

Jembatan Suramadu

Penampakan Jembatan Suramadu via Instagram.com/aritheearl

Jembatan Suramadu merupakan penghubung jalan Pulau Jawa dan Madura. Selain digunakan sebagai penyebrangan, tempat ini belakangan juga jadi salah satu objek wisata menarik. Membentang hingga 5.438 meter, Suramadu menjadi jembatan terpanjang di seluruh Indonesia.

Suramadu sendiri sebenarnya merupakan jalan tol biasa. Hanya saja bentuknya cukup unik dan kendaraan roda dua diperbolehkan lewat sini. Tak heran jika banyak traveler kerap menyempatkan mampir ke sini hanya untuk mengagumi arsitektur unik dan pemandangan sekitarnya.

Jembatan Suramadu berada di Jalan Tol Suramadu, Tambak Wedi, Kenjeran dan bisa diakses 24 jam. Pengguna sepeda motor tak perlu membayar karcis, sementara untuk kendaraan Golongan I, II, dan III masing-masing dikenakan pungutan Rp30.000, Rp45.000, dan Rp60.000.

Klenteng Sanggar Agung

Penampakan Gapura Klenteng via Instagram.com.wareg_penak

Klenteng ini pertama dibuka pada 1999. Ciri khas utamanya adalah kehadiran patung setinggi 20 meter di tepi laut, lambang perwujudan Dewi Kwan Im. Bangunan ini didirikan atas prakarsa Keluarga Soetiadji Yudho untuk membawa semangat spiritual umat Tridharma, sekaligus menjadi ikon baru Surabaya.  

Salah satu yang membuat klenteng ini unik adalah lokasinya berada di pinggir laut. Bangunan ibadah ini pun nampak seperti teluk yang dikelilingi bakau.

Teman Traveler bisa mengunjungi Klenteng Agung di Jalan Sukolilo no 100. Buka 24 Jam, pengelola klenteng memungut tiket masuk untuk pejalan kaki (Rp2.500), pengendara motor (Rp5.000), dan pengguna mobil (Rp10.000).

Monumen Kapal Selam

Tampak depan Monumen Kapal Selam (c) Monkasel.id

Mendengar kata kapal selam, Teman Traveler mungkin membayangkan lautan dalam. Namun bagaimana jadinya jika kapal tersebut berada daratan? Hal tersebut bisa kalian saksikan di Monkasel alias Monumen Kapal Selam Surabaya.

Wisata ini dibuka sejak 15 Juni 1998 dan menampilkan KRI Pasopati 410, armada milik TNI Angkatan Laut yang sempat digunakan untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kapal selam buatan Rusia tahun 1952 ini memiliki panjang 76 meter dan lebar 6,30 meter. Tidak terlalu lebar.

Bagian dalam kapal selam via Instagram.com/gitanova

Salah satu yang paling menarik dari Monkasel adalah periskopnya. Pengunjung bisa coba sensasi mengintai dari kedalaman laut. Sayangnya, lensa periskop ini tidak berada dalam kondisi bagus hingga pandangan yang dihasilkan tidak begitu jelas.

Monkasel bisa Teman Traveler kunjungi di Jalan Pemuda no 39, Embong Kaliasin, Genteng. Buka setiap hari, kalian bisa datang antara pukul 08.00 hingga 22.00. Pengecualian untuk Sabtu dan Minggu karena museum tutup sejam lebih awal. Sementara untuk tiketnya cukup murah, sekitar Rp5.000 per orang.

Itulah beberapa pilihan destinasi sejarah di Surabaya dan lokasi Instagenic yang bisa Teman Traveler kunjungi. Jika kalian berencana liburan di Kota Pahlawan, destinasi mana yang ingin disambangi lebih dulu?