Belanja Oleh-oleh Murah di Kuala Lumpur? Petaling Street Aja

Arief Kurniawan

Arief Kurniawan

On Kontributor
Petaling Street Kuala Lumpur Petaling Street Kuala Lumpur

Jalan-jalan ke suatu tempat, apalagi luar negeri, tentunya belum lengkap jika tak belanja oleh-oleh ya Teman Traveler? Selain karena memang ‘ditagih’, kadang kita juga ingin memberi buah tangan pada beberapa orang terdekat. Nah, salah satu destinasi belanja yang cukup recommended di kawasan Asia Tenggara adalah Kuala Lumpur. Pusat perekonomian Negeri Jiran ini memiliki Petaling Street, pasar oleh-oleh yang sudah sangat terkenal di kalangan traveler.

Salah satu sudut keramaian di Kuala Lumpur (c) Arief Kurniawan/Travelingyuk

Teman Traveler boleh tanya pada kerabat yang pernah mengunjungi Malaysia, mereka pasti akan menyebut Petaling Street sebagai surga belanja. Dibanding Bukit Bintang atau KLCC, tempat ini memang kalah glamor. Namun soal harga dan variasi barangnya jangan ditanya, super lengkap!

Berawal dari Pabrik Tapioka

Gerbang Petaling Street (c) Arief Kurniawan/Travelingyuk

Petaling Street berawal dari gagasan Yap Ah Loy, seorang pendatang asal Tiongkok yang berinisiatif membuka pabrik tapioka. Lambat laun, kawasan sekitar pabrik kian ramai dan berkembang menjadi area perdagangan hingga kini.

Surga belanja wisatawan di Malaysia ini memang masuk wilayah Chinatown atau Pecinan Kuala Lumpur. Tak heran jika warga sekitarnya dominan etnis Tionghoa. Hampir tiap sudut jalan dihiasi aneka aksesori khas Tiongkok, bercorak merah dan lengkap dengan lampion.

Surga Belanja dan Kuliner

Salah satu sudut jalanan via Pexels

Teman Traveler akan menemukan sebuah papan peringatan berisi larangan menjual barang replika atau tiruan merk ternama. Namun hal ini sepertinya hanya dianggap angin lalu, sebab kalian justru akan menemukan banyak pedagang seperti itu di sepanjang jalan. Tas tangan, arloji, pakaian, dan lainnya bisa didapatkan dengan harga murah. Terlebih jika kalian pandai menawar.

Petaling Street juga penuh dengan warung-warung yang menjajakan beragam masakan lokal. Restoran Cina dan masakan laut bisa ditemukan di hampir tiap sudut. Begitu pula dengan peedagang makanan ringan, tersebar di sepanjang jalan. Melintas di sini, Teman Traveler akan menghirup aroma menarik dari beragam sajian. Dijamin bakal membuat lidah tertarik mencicipi.

Sebagian besar penjaja makanan di Petaling Street buka hingga larut malam. Bahkan ada yang masih beroperasi hingga pukul 04.00.

Jurus Ampuh Belanja dan Menawar

Ramai sejak siang via Wikimedia

Tawar-menawar adalah sesuatu yang lumrah di Petaling Street. Apalagi pedagang di sini umumnya menaikkan harga antara 15% hingga 35% lebih tinggi dari harga sebenarnya. Terlebih jika mereka mengetahui Teman Traveler adalah turis asing, bisa-bisa harga yang ditawarkan lebih meroket lagi. Jadi sebaiknya Teman Traveler mengasah kemampuan tawar-menawar dulu sebelum berbelanja di sini.

Tak hanya itu, penampilan juga patut diperhatikan. Jika Teman Traveler mengenakan setelan sedikit mewah, para pedagang takkan ragu menaikkan harga setinggi langit. Jadi pastikan untuk memakai baju sederhana saja.

Kebanyakan turis asing, termasuk orang Indonesia, biasanya takut atau malu untuk menawar. Begitu menemukan barang yang cocok, mereka langsung menerima harga yang diajukan penjual. Padahal sebenarnya tidak perlu takut menawar. Hal tersebut merupakan bagian dari budaya belanja di sini.

Menuju Petaling Street

Gerbang masuk Petaling Street via Pexels

Kawasan Chinatown Kuala Lumpur bisa dijangkau dengan berbagai moda transportasi umum. Mulai dari bus berbayar Rapid KL, hingga angkutan gratis Bus Go KL. Teman Traveler juga bisa naik LRT jurusan Pasar Seni atau Stasiun Masjid Jamek, KTM Komuter jurusan Stasiun Kuala Lumpur, maupun monorail jurusan Stasiun Maharajalela. Berikutnya tinggal jalan kaki sedikit untuk sampai di tujuan.

Itulah sedikit ulasan dan tips belanja di Petaling Street, Kuala Lumpur. Bagaimana Teman Traveler, tertarik berburu oleh-oleh di sini saat berada di Negeri Jiran?