Pasar Mbatok Solo, Ajak Pengunjung Kembali ke Masa Lalu

Karanganyar adalah salah satu kabupaten yang berada tak jauh dari kota Solo. Kawasannya memang kaya akan wisata alam, mulai dari air terjun, kebun teh, hingga beragam kebun buah-buahan. Namun selain itu, ada wisata lain yang bisa membawa Teman Traveler seolah kembali ke masa lampau, namanya Pasar Mbatok.

Membawa Nuansa Khas Tempo Dulu

dscf0787_0vx.JPG
Menawarkan nuansa tempo dulu (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Pasar Mbatok merupakan pasar wisata bentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kemuning. Dikelola bersama sejumlah pemuda di Dusun Badan dan Botok. Salah satu tujuannya adalah mengangkat potensi wisata di Lereng Lawu. Sebab selain menjual beragam makanan dan minuman, pasar ini juga suguhkan pemandangan alam indah.

dscf0783_e6q.JPG
Penjual dan petugas mengenakan kain lurik (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Pasar Mbatok mengusung konsep mirip pasar tempo dulu. Mulai dari stand jualannya yang dibuat dari dari kayu, penjualnya yang mengenakan baju lurik, hingga pembungkus makanannya yang menggunakan daun pisang. Benar-benar mirip seperti zaman dulu. Berkunjung ke sini, Teman Traveler seolah-olah dibawa kembali ke masa lalu. Seru banget.

Lokasi Pasar Mbatok

dscf0800_wz2.JPG
Stand makanan (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Pasar Mbatok berada di Dusun Kemuning, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Akses menuju pasar ini cukup mudah, kok. Teman Traveler hanya perlu menempuh perjalanan sekitar satu jam dari Solo. Ambil jurusan ke arah Kemuning, bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun umum seperti bis.

dscf0820_PXE.JPG
Gerbang masuk pasar (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Buat Teman Traveler yang berangkat dari arah Solo, begitu sudah
sampai di Pasar Kemuning langsung saja masuk gang persis di depan pasar. Ikuti terus saja jalur yang ada hingga sampai di tujuan. Pasarnya memang ada di tengah desa kok. Dijamin kalian tak bakal nyasar.

Bertransaksi Menggunakan Ketip

dscf0762_ElE.JPG
Ketip sebagai alat tukar (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Diresmikan Februari 2019, Pasar Mbatok mengusung konsep unik. Bagai pasar jaman dulu, di sini pembeli bertransaksi menggunakan uang lawas yang diberi nama ketip. Begitu memasuki gerbang, Teman Traveler bakal menemukan loket penukaran uang. Satu Ketip bernilai setara dengan Rp2.000.

dscf0812_nn9.JPG
Jajanan pasar (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Buat Teman Traveler yang rindu jajanan pasar, rasa kangen tersebut bakal langsung terobati di sini. Mulai dari Rondo Royal (Tape Goreng), Duda Ngluyur (Nangka Goreng), Rondo Kipu (Gendar Kambil), Bandhem (Gethuk Goreng), Grontol (Jagung), Tlapak Belo (Ketan Tipis-tipis dengan topping kelapa dan gula), Karang Gesing (Pisang dan Gandum), semua tersedia.

Selain makanan, Teman Traveler juga bakal menemukan stand yang menjual aneka minuman tradisional seperti teh, jamu, ronde, dan lainnya. Menurut salah satu pedagang, semua penjual di sini adalah warga kampung sekitar. Bahan-bahan yang digunakan semuanya juga diambil dari hasil perkebunan sekitar.

Soal harga Teman Traveler tak perlu khawatir karena rata-rata makanan dan minuman di sini dibanderol antara 2-3 ketip saja. Sangat ramah kantong.

Hanya Buka Dua Kali Sebulan

dscf0818_2bZ.JPG
Menikmati cenil (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Alasan lain yang membuat Teman Traveler wajib mengunjungi Pasar Mbotok adalah pasar juga kerap menggelar aktivitas yang berkaitan dengan workshop dan eco-tourism. Tak sekedar belanja atau makan, pengunjung juga bisa menambah ilmu tentang budaya Jawa, khususnya Kabupaten Karanganyar.

Jangan sampai salah hari ya, sebab pasar ini hanya buka tiap Sabtu dan Minggu di minggu pertama dan ketiga tiap bulannya. Jadi, kapan Teman Traveler berniat waktu berkunjung ke wisata Solo ini?

Tags
kontributor kuliner Solo pasar mbatok solo Solo Travelingyuk
Share