Liburan Musim Gugur di Arashiyama, Suasana Khas Pedesaan Jepang

Advertisement
Advertisement

Tokyo, Osaka, Kyoto. Semua orang pasti sudah pernah mendengar nama ketiga kota besar Jepang tersebut. Lalu bagaimana tentang Arashiyama? Yap, Arashiyama adalah sebuah distrik kecil di sebelah barat kota Kyoto. Distrik ini menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan. Pesona musim gugur di Arashiyama juga tak kalah cantik dan membuat siapapun terpesona.

Berbeda dengan hingar-bingar kota, suasana pedesaan yang kental dan warna-warni dedaunan mempercantik kota ini di musim gugur. Penasaran seperti apa keindahan di Arashiyama ini? Dan apa saja tempat wisata di sana? Yuk, simak penuturan Kontributor Travelingyuk, Muthia Anindita.

Perjalanan Menuju Arashiyama

Stasiun Saga-Arashiyama
Stasiun Saga-Arashiyama (c)Muthia Anindita/Travelingyuk

Salah satu cara untuk mencapai Arashiyama adalah menggunakan kereta dari Stasiun Kyoto menuju Stasiun Saga-Arashiyama. Harga tiket perjalanan ini sebesar 240 yen atau sekitar Rp32.000. Sementara lama perjalanan kereta tersebut sekitar 20 menit. Cukup cepat mengingat letaknya yang tidak begitu jauh.

Pesona Sagano Scenic Railway

Stasiun Saga-Torokko
Stasiun Saga-Torokko (c)Muthia Anindita/Travelingyuk

Sesampainya di Stasiun Saga-Arashiyama, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Stasiun Torokko-Saga yang letaknya bersebelahan. Di sekitar inilah, terdapat satu objek wisata yang menarik perhatian.

Namanya Sagano Scenic Railway atau Sagano Romantic Train, jalur kereta api kuno yang membentang dari Arashiyama hingga Kameoka. Jalur kereta ini dulunya adalah jalur utama yang menghubungkan kedua kota tersebut, sebelum digantikan dengan kereta lebih modern di tahun 1989.

Sagano Romantic Train
Sagano Romantic Train (c)Muthia Anindita/Travelingyuk

Untuk dapat menikmati pemandangan, kereta api tradisional disiapkan untuk wisatawan. Keindahan alamnya menakjubkan, termasuk pesona sepanjang Sungai Hozugawa. Barisan pepohonan berdaun kekuningan memagari tepian sungai. Aliran air yang jernih dan bersih juga mencuri perhatian. Perjalanan kereta ini berlangsung selama 25 menit, dengan pemberhentian terakhir di Stasiun Torokko-Kameoka. Harga tiket satu kali perjalanan adalah 620 yen atau sekitar Rp82.000.

Sungai Hozugawa Sagano Train
Sungai Hozugawa Sagano Train(c)Muthia Anindita/Travelingyuk

Dari Stasiun Torokko-Kameoka, terdapat tiga pilihan transportasi kembali ke Arashiyama. Pilihan pertama dengan kembali menggunakan Sagano Scenic Railway. Cara kedua dengan menggunakan kereta biasa dari Stasiun Umahori, dengan biaya 200 yen atau sekitar Rp27.000 dengan waktu tempuh tujuh menit. Sementara pilihan ketiga dengan menggunakan Sagano River Cruise, perahu tradisional yang mengantar kita menyusuri Sungai Hozugawa, dengan biaya 2.000 yen atau sekitar Rp250.000 dalam waktu tempuh dua jam. Pemandangan selama perjalananan menunjukkan kecantikan musim gugur di Arashiyama.

Arashiyama Bamboo Groove yang Menawan

Sagano Bamboo Groove
Sagano Bamboo Groove (c)Muthia Anindita/Travelingyuk

Letak Arashiyama Bamboo Groove sebenarnya tidak jauh dari Stasiun Saga-Arashiyama. Hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai di sini dengan berjalan kaki. Destinasi wisata ini berupa hutan bambu yang menarik para wisatawan. Terdapat jalur pejalan kaki yang berlika-liku di tengah hutan bambu tersebut. Semilir angin yang bergemerisik di antara dedaunan bambu. Menariknya, ada beberapa wanita Jepang berkimono yang membuat suasananya makin menyenangkan. Bak film-film samurai Jepang jaman dulu.

Nonomiya Shrine
Nonomiya Shrine(c)Muthia Anindita/Travelingyuk

Di antara rumpun-rumpun bambu tengah hutan, terdapat sebuah kuil bernama Nonomiya Shrine. Banyak orang terlihat mengantre untuk berdoa di kuil ini. Konon, tempat berdoa ini dipercaya akan memberikah berkah bagi hubungan sepasang kekasih. Musim gugur di Arashiyama memang sangat indah, bukan?

Eksotisnya Jembatan Togetsu-Kyo

Jembatan Togetsu-Kyo
Jembatan Togetsu-Kyo(c)Muthia Anindita/Travelingyuk

Keluar dari hutan bambu, waktunya menuju Jembatan Togetsu-Kyo. Jembatan yang dibangun pada Periode Kamakura ini (1185-1333) merupakan ikon wisata Arashiyama. Dengan panjang 155 meter ini, jembatan eksotis ini membentang melintasi Sungai Katsura. Strukturnya terbuat dari kayu dan batu yang masih bertahan hingga saat ini. Sepanjang menuju tempat ini, ada pertokoan yang menjual berbagai makanan tradisional dan cinderamata. Siap manjakan mata nih.

Jembatan Togetsu-Kyo menjadi pemberhentian terakhir Muthia Anindita saat liburan musim gugur ke Arashiyama. Sebenarnya, masih banyak objek wisata yang dapat dikunjungi di kota ini. Bagaimana, tertarik untuk liburan ke sini? Semoga cerita ini dapat memberikan manfaat untuk Teman Traveler yang akan merencanakan perjalanan ke Jepang.

Advertisement
Tags
Arashiyama jepang Kyoto Travelingyuk Wisata di Arashiyama
Share