Kunjungi Museum Geopark Batur, Belajar Sejarah Gunung Api di Bali

Sedang berada di Bali, namun bosan dengan wisata yang itu-itu saja? Ingin menghabiskan waktu dengan mengunjungi tempat anti mainstream? Teman Traveler bisa coba mampir ke Museum Geopark Batur.

Museum Geopark Batur (c) Rosita/Travelingyuk

Letaknya berada di kawasan dataran tinggi Bali, dengan udara lebih sejuk dan menyegarkan. Berkunjung ke museum ini, wawasan kalian soal Pulau Dewata dijamin akan bertambah. Liburan pun jadi terasa berbeda. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Lokasinya Mudah Diakses

Salah satu sudut di lantai satu (c) Rosita/Travelingyuk

Museum Geopark Batur terletak di Jalan Raya Penelokan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Lokasinya berdekatan dengan Penelokan, spot cantik untuk melihat pemandangan Gunung Batur dari ketinggian. Dari Denpasar jaraknya kira-kira 60 km, bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar satu setengah jam.

Ada dua jalur yang bisa Teman Traveler jajal untuk menuju lokasi ini. Pertama yaitu Denpasar – Gianyar – Bangli – Kintamani atau kedua, Denpasar – Ubud – Tampaksiring – Kintamani. Waktu tempuh kedua jalur ini tak jauh berbeda, kondisi jalannya juga cukup baik. Hanya saja jika melewati Ubud jalannya lebih berkelok-kelok.

Jendela Informasi Gunung Api Indonesia

Miniatur kawasan Geopark Batur (c) Rosita/Travelingyuk

Batur Global Geopark telah ditetapkan sebagai jendela informasi gunung api di Indonesia oleh Global Geopark Network UNESCO pada 20 September 2012. Maka dari itu, museum ini juga sekaligus menjadi objek wisata edukasi tentang kegunungapian Nusantara.

Pembangunan museum geopark pertama di Indonesia ini memakan waktu cukup lama. Mengalami proses panjang dari beberapa Menteri ESDM, hingga akhirnya diresmikan Sudirman Said pada 2016 silam.

Teman Traveler akan memperoleh banyak informasi ketika berkunjung ke museum ini. Mulai dari proses pembentukan gunung api, material hasil letusan, tipe letusan, sebaran, sejarah, hingga manfaatnya di Indonesia.

Pengunjung juga akan diajak belajar mengenai proses pembentukan Pulau Bali yang memiliki dua gunung api, yaitu Batur dan Agung. Sungguh tepat rasanya jika museum ini dijadikan pusat informasi Geopark Batur, tempat belajar, dan penelitian.

Miniatur Gunung Batur

Berbagai koleksi apik di dalam museum (c) Rosita/Travelingyuk

Suasana tenang dan sejuk bakal langsung menyambut ketika Teman Traveler memasuki museum. Hal pertama yang akan kalian lihat adalah miniatur Gunung Batur. Miniatur ini berada di lantai satu dan akan langsung menyita perhatian kalian.

Melalui miniatur Gunung Batur tersebut, Teman Traveler bisa membaca beragam informasi mengenai wilayah kaldera sekitar. Uniknya, lantai satu museum ini memang khusus dirancang untuk menyajikan panel-panel informasi terkait gunung berapi. Baik yang berada di wilayah Geopark Batur, Indonesia, maupun seluruh dunia. 

Tiga Tema Ruangan

Koleksi di ruangan biodiversity (c) Rosita/Travelingyuk

Secara umum, lantai satu museum ini juga berisi informasi tentang sejarah geopark dan Gunung Batur. Di salah satu sudut, Teman Traveler bisa menemukan beberapa tayangan video yang menjelaskan kawasan kaldera sekitar Batur.

Museum Geopark Batur sendiri dibagi dalam tiga tema ruangan. Pertama adalah ruang kebumian, disusul ruang kebudayaan, dan terakhir biodiversity.

Teman Traveler dipastikan bakal betah berlama-lama menghabiskan waktu di museum ini. Bagaimana tidak, dengan tiket masuk sebesar Rp10.000 saja, kalian sudah bisa menikmati suasana museum, lengkap dengan segala peralatan mutakhir.

Itulah sekilas ulasan mengenai Museum Geopark Batur. Bagaimana, keliling wisata Bali tak harus ke pantai bukan? Tunggu apa lagi, segera wujudkan rencana jalan-jalan ke Pulau Dewata dan buktikan sendiri menariknya museum ini. Selamat berlibur Teman Traveler.

Tags
Bali kontributor museum geopark batur Travelingyuk wisata bali
Share