Menilik Sejarah Masjid Tertua di Surabaya, Pilihan Tepat Destinasi Saat Lebaran

Yuni Astutik

Yuni Astutik

On Indonesia

Lebaran di Kota Pahlawan, ada banyak tempat wisata di Surabaya yang bisa kamu kunjungi. Mulai dari wisata dengan berbagai permainan ataupun berbasis religi. Ada masjid tertua di Surabaya yang sampai sekarang masih ada. Namanya adalah Masjid Rahmat yang kerap jadi jujukan orang-orang yang ingin berwisata religi, mempertebal keimanan diri. Tak jarang orang-orang i’tikaf (berdiam diri di masjid) dan menghabiskan waktunya di sini.

Sejarah Singkat Masjid Rahmat

Pintu masuk Masjid Rahmat, via Instagram/zamansatu
Pintu masuk Masjid Rahmat, via Instagram/zamansatu

Jika dibandingkan dengan destinasi wisata lainnya di Surabaya, nama Masjid Rahmat ini memang tenggelam. Namun tahukah kamu, ini merupakan masjid pertama yang berdiri tegap dan mengumandangkan adzan di Surabaya. Masjid ini didirkan oleh Raden Rahmat atau yang disebut juga dengan Sunan Ampel.

Masjid tertua di Surabaya, via Instagram/kentaschecter
Masjid tertua di Surabaya, via Instagram/kentaschecter

Tujuan utama Sunan Ampel mendirikan masjid ini adalah untuk mempermudah proses dakwah. Masjid ini juga mempermudah masyarakat sekitar Kembang Kuning untuk berkumpul. Karena hal itulah,masjid ini juga memiliki peran yang cukup penting dalam sejarah perkembangan Islam di Surabaya.

Jadi Acuan Menentukan Waktu Shalat Lima Waktu

Masjid Rahmat Kembang Kuning, via Instagram/veryachmadi
Masjid Rahmat Kembang Kuning, via Instagram/veryachmadi

Masjid ini sekarang menajdi penentu salat lima waktu untuk beberapa wilayah. Sebut saja Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Madura, dan sekitarnya. Tidak hanya menjadi patokan adzan saja, konon kiblat masjid ini tepat mengarah ke Ka’bah yang berada di Makkah, Arab Saudi. Arah masjid ini tak bergeser sedikitpun meski telah dua kali dilakukan pengukuran kiblat.

Renovasi Masjid Rahmad

Sudah dilakukan renovasi, via Instagram/yuni.yuyun.aja
Sudah dilakukan renovasi, via Instagram/yuni.yuyun.aja

Masjid Rahmat ini awalnya hanya gubuk yang beratapkan bambu dan jerami. Pada tahun 1967 direnovasi supaya bisa menampung lebih banyak jamaah. Pemugaran sendiri dilakukan oleh Abu Ali yang merupakan arsitek dari Surabaya.

Masjid ini dibuat dengan empat pilar penyangga dan lima pintu pilar di serambi masjid. Dan di tahun 2004, direnovasi kembali. Meskipun bentuk aslinya sudah tidak bisa ditemui, namun tetap menjadi destinasi tersendiri, orang-orang mencari berkah dan sejarah.

Masjid Rahmat Ditetapkan Jadi Cagar Budaya

Jadi destinasi saat lebaran, via Instagram/emildardak
Jadi destinasi saat lebaran, via Instagram/emildardak

Masjid Rahmat ini berloaksi di Jl. Kembang Kuning 79-91 Keluarahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Surabaya, tempat ini telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Dan karena itulah, masjid tertua di Surabaya ini dilindungi dan dijaga kelestariannya.

Bisa jadi destinasi wisata lebaran ini ya Teman Traveler. Semoga Idul Fitrimu kali ini sudah ditemani dengan yang halal, selamat jalan-jalan.