Masjid Agung An-Nur Batu, Semarak Ramadan di Kota Apel

Teman Traveler pernah keliling wisata Batu? Jika sudah, kalian pasti melewati alun-alun yang terkenal apik itu. Nah, tepat di seberangnya ada Masjid Agung An-Nur dengan beberapa menara menjulang. Wisata religi ini sering jadi persinggahan beberapa wisatawan yang ingin beribadah. Bangunannya megah dan menarik perhatian.

Masjid Agung An Nur Kota Batu (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Memasuki Ramadan, Masjid An-Nur makin dipadati pengunjung. Sekitaran waktu sholat, parkiran luasnya kerap tampak disesaki kendaraan. Selain beribadah, banyak juga jamaah yang mengikuti kajian keagamaan di sini.

Di balik fungsinya sebagai bangunan ibadah, Masjid An-Nur juga menyimpan sejumlah keunikan dan kisah menarik. Penasaran? Mari simak penjelasan lengkapnya.

Berdiri Sejak 1823

Peresmian masjid (dok.pri)

Masjid Agung An-Nur awalnya adalah sebuah masjid kecil dengan satu atap. Menurut Sekretaris Takmir Masjid, Bambang Irawan, bangunan peribadatan ini sudah ada sejak 1823.

Seiring berjalannya waktu, masjid tak sanggup lagi menampung pertambahan jamaah. Pengembangan pun dilakukan, usai mendapat tanah wakaf dari Mbah Suro di Jawa Tengah.

Salah satu menara masjid (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Masjid yang mulanya ada di seberang pasar digeser sedikit. Beberapa tahun berselang, terjadi renovasi di masa pemerintahan Imam Kabul, walikota Batu pertama. Pada 2008, masjid diubah namanya menjadi An-Nur dan diresmikan Walikota Eddy Rumpoko.

Arsitektur Unik dan Menarik

Bedug masjid (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Begitu masuk pelataran masjid, Teman Traveler akan disambut kehadiran menara dengan dominasi warna hijau. Di sebelah timur teras, nampak bedug berukuran besar. Plakat batu bertuliskan informasi peresmian masjid juga bisa ditemukan di sekitar sini.

Ruang utama masjid (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Memasuki ruang utama, Teman Traveler akan menyaksikan kemegahan dan keunikan masjid kebanggaan warga Batu ini. Kubah besarnya dihiasi ornamen kaligrafi memukau, melingkar di bagian dalam. Tampak sangat menarik, apalagi jika kalian mendongakkan kepala tepat di bawahnya.

Dihiasi ornamen kaligrafi (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk
View dari bawah (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Untuk tempat ibadah jamaah wanita, ruang utama diberi sekat kain setinggi kurang lebih 150 cm. Tepat di sudut dinding belakang masjid, terdapat lemari kaca berisi mukena. Bagi Teman Traveler yang lupa membawa, bisa menggunakan fasilitas ini.

Ruang shalat bersekat (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Bangunan Masjid An-Nur ditopang sejumlah pilar besar dengan berhias ukiran dan warna mencolok. Begitu pula dengan karpet dan sajadahnya, yang didominasi corak merah hati. Bagi Teman Traveler yang ingin nderes atau membaca kitab suci, terdapat tempat Al Quran di sisi kiri dan kanan.

Detail pilar dengan motif unik (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Suasana Ramadan yang Marak

Jamaah masjid (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Lokasinya yang berdekatan dengan Alun-Alun Batu membuat Masjid Agung An-Nur Batu kerap disambangi wisatawan. Ruangannya terasa bersih, luas, dan nyaman. Jamaah pun jadi betah berlama-lama habiskan waktu di sini.

Selama Ramadan, masjid terlihat lebih sibuk dengan beragam aktivitas. Mulai dari sholat subuh berjamaah, kajian, hingga ceramah dari para kyai menjelang saat berbuka puasa.

Pengelola masjid juga menyediakan menu buka puasa untuk para jamaah. Tak tanggung-tanggung, mereka sanggup menyiapkan sekitar 700 porsi makanan setiap harinya. Menurut Bambang, dananya berasal dari jamaah dan dikembalikan untuk keperluan jamaah.

Masjid An-Nur juga menggelar sholat Tarawih hingga acara 10 hari terakhir Ramadan (iftiqah) dan diakhiri zakat serta Sholat Idul Fitri.

Alun-alun Batu (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Ke depannya, fasilitas di masjid ini bakal semakin lengkap. Jamaah bakal bisa menyibukkan diri di perpustakaan maupun ruang pemutaran film. Ada kran air bersih siap minum bantuan dari pemerintah Arab Saudi. Tersedia pula 36 kamar manadi khusus untuk para musafir.

Wow, lengkap sekali ya fasilitas di Masjid Agung An-Nur Batu. Usai sholat, Teman Traveler bisa menunggu waktu buka sembari duduk-duduk di alun-alun Batu. Bagaimana, tertarik berkunjung ke sini?

Tags
Batu kontributor masjid an-nur batu Travelingyuk wisata batu
Share