Malang Flower Carnival 2019, Meriahnya Parade Penuh Warna

Selain dikenal dengan julukan Kota Pendidikan, Malang juga punya julukan sebagai Kota Bunga. Hal ini konon terinspirasi dari keindahan alamnya, yang sempat dijuluki sebagai Swiss van Java oleh orang-orang Belanda. Nah, belum lama ini pesona tersebut sempat dituangkan dalam festival Malang Flower Carnival 2019 yang meriah.

Parade tahunan ini kerap jadi ajang pertunjukan kostum tahunan bertemakan bunga dengan aneka warna memanjakan mata. Pada edisi 2019, Malang Flower Carnival sukses dihelat Minggu, 15 September. Seperti apa keseruannya? Yuk, intip bersama Teman Traveler.

Suguhkan Pesona Kostum Warna-Warni

img_20190915_152559_Cpy.jpg
Kemeriahan Flower Carnival (c) Karina Puspita Sari/Travelingyuk

Parade tahunan ini digelar di sepanjang area Simpang Balapan dan Jalan Ijen. Garis start-nya berada di Simpang Balapan dan selesai di depan Museum Brawijaya.

Suasananya terasa meriah, karena diikuti peserta dari kategori dewasa dan anak-anak. Setiap kategori memamerkan kostum buatan sendiri, yang wajib mengandung minimal 75 persen unsur atau ornamen bunga Menarik ya Teman Traveler?

img_20190915_150111_vSu.jpg
Parade drum band (c) Karina Puspita Sari/Travelingyuk

Semua peserta diminta berjalan memamerkan kostum terbaik di sepanjang rute karnaval, seraya sesekali memberikan pose terbaik. Alhasil, gelaran Malang Flower Carnival berikan sensasi layaknya pertunjukan street
fashion
, persembahan spesial dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Malang.

Di lini depan, event dibuka dengan suguhan penampilan epik dari Drumband Gita Swara Nala dari SMA Negeri Taruna Nala, Jawa Timur. Baru setelah itu, barisan disusul deretan Kakang Mbakyu Cilik hingga Kakang Mbakyu Dewasa serta sederet peserta karnaval.

Ajang Promosi Wisata

img_20190915_150342_dJv.jpg
Kostum penuh corak warna (c) Karina Puspita Sari/Travelingyuk

Mungkin sekilas acara ini bakal mengingatkan Teman Traveler pada
Jember Fashion Carnival. Kendati mirip, dari segi tema keduanya benar-benar berbeda lho. Namun demikian, dua event ini memang rutin digelar untuk mendongkrak promosi wisata dari masing-masing wilayah.

img_20190915_152434_Usf.jpg
Dibuat dari bahan daur ulang (c) Karina Puspita Sari/Travelingyuk

Kerennya lagi, semua kostum peserta wajib dibuat dari kreasi bahan daur
ulang lho. Ide ini diusulkan agar perhelatan tahunan ini ikut memberikan sumbangsih terhadap pelestarian lingkungan. Keren!

Wisata Kuliner Dadakan

img_20190915_131606_8GZ.jpg
Es Tape Ketan Hitam super segar (c) Karina Puspita Sari/Travelingyuk

Saking ramainya pengunjung, perhelatan ini juga menjelma sebagai panggon wisata kuliner dan jajanan dadakan. Hampir di tiap sudut Jalan Ijen, terdapat penjual jajanan, makanan berat, hingga aneka minuman segar pelepas dahaga.

img_20190915_131656_SjC.jpg
Anti kelaparan saat nonton karnaval (c) Karina Puspita Sari/Travelingyuk

Jenis kuliner yang disajikan pun beragam, mulai dari bakso, gulali, siomay, hingga Es Ketan Hitam. Ada juga sosis bakar aneka rasa. Meski karnaval sempat tertunda, menunggu jadi tak membosankan karena bisa sembari wisata kuliner Malang.

Bagaimana Teman Traveler, adakah di antara kalian yang tertarik menonton Malang Flower Carnival tahun depan? Semoga saja angan tersebut nantinya bisa terwujud, ya!

Tags
kontributor Malang Travelingyuk wisata malang
Share