4 Makanan Unik yang Bisa Kamu Coba di Tibet, Berani Coba Salah Satunya?

Rani Aisyah

Rani Aisyah

On Kuliner
Makanan Serba Yak di Bhutan Makanan Serba Yak di Bhutan

Tibet dikenal punya hewan ternak yang disebut yak. Serupa sapi namun punya bulu panjang dan lebat berfungsi melindungi diri dari dingin. Beberapa makanan dan minuman terbuat dari yak, bisa lemak, daging, bahkan darahnya. Berikut terdapat makanan unik di Tibet serba yak. Penasaran? Dibaca ulasannya, ya.

Gyuma

Gyuma via Instagram @gustasian
Gyuma via Instagram @gustasian

Makanan unik di Tibet ini mungkin terbilang cukup ekstrem. Sebab gyuma merupakan sosis yang terbuat dari darah yak. Cara pengambilannya pun tidak biasa. Darah yak diambil tanpa membunuhnya, istilahnya bloodletting. Konon hal tersebut dapat meregenerasi kesehatan yak.

Yak Ada yang Putih dan Hitam via Instagram @ykangmd
Yak Ada yang Putih dan Hitam via Instagram @ykangmd

Darah dicampur dengan nasi, daging yak yang telah dihaluskan, dan garam. Kemudian dimasukkan ke dalam usus yang telah dibersihkan. Barulah dimasak dengan cara digoreng, lalu dipotong-potong.

Keju Yak

Keju Yak yang Dikeringkan via Instagram @espres_so
Keju Yak yang Dikeringkan via Instagram @espres_so

Keju terbuat dari susu sapi maupun kambing sudah biasa beredar di pasaran. Namun, Tibet punya makanan unik yaitu keju terbuat dari susu yak. Susu dimatangkan di dalam tong tembaga berbahan bakar kotoran yak. Kemudian dikeringkan dan difermentasi dengan garam lokal.

Keju yak bisa dimakan begitu saja, dicampur roti, maupun dikeringkan. Teman Traveler yang ingin menjajalnya bisa melipir ke Kota Leh, Ladakh, di negara bagian India yang berbatasan dengan Tibet.

Po Cha

Po Cha via Instagram @doggydrooler
Po Cha via Instagram @doggydrooler

Makanan unik di Tibet selanjutnya disebut po cha. Ramuan bertekstur kental ini terbuat dari fermentasi teh hitam bernama pu’erh, ditambah garam, dan bagian atas diberi fermentasi mentega yak. Minuman ini berguna untuk menghalau dingin. Konon punya khasiat yaitu membuat tidur lebih nyenyak, meningkatkan libido, dan membuat badan lebih kuat.

Kalau berada di Tibet dan ditawari po cha, sebaiknya diminum saja. Karena hal tersebut merupakan bentuk keramahan sang tuan rumah. Penolakan merupakan sesuatu yang kurang sopan. Teman Traveler bisa mencoba po cha di Ganden Monastery di Lhasa.

Torma

Torma via Instagram @rinchen_g2005
Torma via Instagram @rinchen_g2005

Dalam tradisi agama Buddha Tibet, mentega yak yang telah diwarnai disulap menjadi beragam bentuk. Mulai dari bunga, hewan, dan simbol penting seperti Buddha maupun dharma wheel. Patung ini disebut Torma, yang dibuat oleh biksu, biarawati, maupun penduduk setempat.

Torma umumnya dibuat untuk festival seperti Tahun Baru Tibet disebut Losar. Namun tetap dapat ditemui sepanjang tahun. Seperti di Jokhang Temple, Distrik Chengguan, Lhasa.

Teman Traveler berminat menjajal makanan unik Tibet yang mana? Ada rencana untuk liburan ke kawasan dingin nan suci tersebut?