8 Makanan Khas Solo Wajib Dicoba, Awas Ketagihan!

Tidak hanya wisata sejarah dan budaya, Solo juga banyak disambangi turis karena kekayaan kulinernya. Beragam sajian makanan dan minuman lezat di kota asal Presiden Jokowi siap memanjakan para petualang rasa. Bahkan tak sedikit wisatawan mancanegara dibuat penasaran dengan ragam makanan khas Solo.

Mulai dari berkuah hingga kering, ringan hingga berat, varian makanan khas Solo berpotensi membuat lidah ketagihan. Jadi jangan sampai tak mencoba jika kebetulan berkunjung ke sana. Berikut adalah beberapa rekomendasi dari kontributor Travelingyuk, Muhammad Jodisenobirowo.

1. Nasi Liwet

Nasi Liwet
Nasi Liwet via Instagram idekuliner

Nasi liwet adalah makanan khas Solo paling terkenal di antara varian kuliner lainnya. Hidangan tradisional ini terdiri dari nasi gurih plus tambahan sayuran jipang, daging ayam, telur, santan kental (kumut), opor, dan diletakkan di atas daun pisang.

Penyajian alasnya pun tak kalah unik. Daun pisang sedikit ditekuk dan disematkan lidi supaya bentuknya menyerupai kerucut atau dikenal dengan istilah pincukan.

Salah satu nasi liwet yang cukup terkenal di Solo adalah Wongso Lemu. Lokasinya ada di daerah Keprabon, Jl Teuku Umar (dekat Kraton Mangkunegaran). Usaha kuliner ini sudah ada sejak tahun 1950, maka tak heran ketenarannya telah terdengar hingga seluruh Pulau Jawa. Bagi yang tertarik mencoba, mereka buka mulai pukul empat sore hingga dua dini hari.

2. Selat Solo

Selat Solo
Selat Solo via Instagram endangherawati2008

Selat Solo sempat disajikan pada Raja Salman saat berkunjung ke Indonesia. Makanan khas ini terdiri dari irisan daging menyerupai steak, telur, potongan buncis, wortel, dan kentang yang disiram kuah semur. Kata ‘selat’ sendiri konon berasal dari lafal Jawa untuk ‘slaatje’, kata Belanda yang berarti dari salad.

Alkisah di zaman penjajahan Belanda, warga pribumi Solo tertarik dengan santapan salad. Namun berhubung lidah orang Jawa kurang berkenan dengan citarasa Eropa, salad lantas dirombak menjadi santapan yang kini dikenal sebagai Selat Solo.

Salah satu warung selat yang terkenal adalah Vien’s. Lokasinya tak jauh dari Stasiun Solo Balapan. Selain enak, seporsi selat di sini dibandrol dengan harga yang tak menguras kantong. Pengunjung juga bisa memesan sup matahari, hidangan khas Solo lain yang tak kalah menggoda.

Vien’s terletak di Jl. Hasanuddin No. 99 D&E, Banjarsari, Surakarta. Mereka buka antara pukul setengah delapan pagi hingga lima sore.

3. Timlo

Timlo Solo
Timlo Solo via Instagram anita.erje.setyani

Timlo adalah sajian berisi daging ayam, ati ampela, sosis goreng, serta telur pindang. Sosis goreng di sini bukan sosis biasa yang terbuat dari daging sapi, namun makanan berbalut kulit lumpia yang dilipat seperti martabak dan digoreng. Isiannya berupa suwiran dada ayam yang nikmat.

Salah satu warung timlo terkenal di Solo adalah Timlo Sastro. Kuliner legendaris ini terletak di Jl. Pasar Gede Timur No 1-2, Balong. Warga sekitar juga mengenalnya dengan nama Timlo Sastro Balong. Di sini pengunjung bisa memilih menu hemat seharga tujuh ribu rupiah atau menu lengkap seharga 18 ribu.

Paket lengkap terdiri dari nasi, ati rempela, telur, dan sosis solo. Sementara menu hemat berisi nasi dan kuah timlo saja. Pilihan minumannya cukup beragam, mulai dari es stroop, es teh manis, teh manis hangat, susu soda, dan masih banyak lagi. Tertarik mencoba? Kuliner legendaris ini buka antara pukul enam pagi hingga setengah empat sore.

4. Tengkleng

Tengkleng
Tengkleng via Instagram kulinerjogja

Tengkleng adalah olahan berisi tulang-belulang dengan sedikit daging masih menempel. Biasanya ditambahkan juga jerohan kambing, mata, pipi, kuping, dan lainnya. Kuahnya kental mirip gulai dan bumbunya sangat terasa.

Salah satu warung tengkleng paling terkenal di Solo adalah Tengkleng Bu Edi. Di sini pelanggan akan mendapatkan sajian kepala kambing lengkap dengan tulang-tulangnya. Kuahnya berwarna kuning, disajikan bersama cabai rawit merah menyembul di sana-sini. Rasanya sedikit asin dengan campuran sensasi gurih dan pedas.

Tengkleng Bu Edi disajikan dalam pincuk daun pisang dan dilapisi kertas pembungkus makanan. Saking terkenalnya para pengunjung biasanya sudah antri sebelum warung dibuka. Jadi, jangan kaget apabila berpanci-panci tengkleng di sini ludes hanya dalam waktu dua jam. Usaha kuliner ini berada di Pasar Klewer, sangat mudah ditemukan. Tapi ingat, mereka buka antara pukul satu siang hingga tiga sore, jangan terlambat datang jika tak ingin kehabisan.

5. Serabi Notosuman

Serabi Notosuman
Serabi Notosuman via Instagram nicbaked

Serabi bisa dibilang semacam pancake. Adonannya terdiri dari tepung beras, santan, gula, garam, dan daun pandan. Teksturnya kenyal namun lembut dan rasanya sangat legit. Beda dengan serabi atau surabi daerah lain, serabi Solo atau Notosuman dihidangkan tanpa kuah manis dan bentuknya lebih tipis.

Sesuai namanya, serabi ini berkembang dengan pesat di daerah Notosuman sejak 1926. Salah satu penjual yang paling terkenal adalah Ny. Lidia. Hanya ada dua jenis yang bisa dicoba, polos dan coklat. Bagi yang ingin mencoba, tempat ini buka antara pukul enam pagi hingga lima sore.

Cara pembuatannya masih sangat tradisional, hanya menggunakan adonan tepung beras dan santan. Hal ini membuat Serabi Notosuman hanya bisa tahan selama 24 jam. Lebih dari itu rasanya sudah tidak nikmat lagi.

6. Tahu Kupat

Tahu Kupat
Tahu Kupat via Instagram kuliner_asiksolo

Tahu Kupat terdiri dari ketupat, mie basah, taoge/kecambah, tahu goreng, potongan bakwan goreng, dan taburan kacang goreng. Semua bahan tersebut disajikan dengan bumbu kecap manis encer. Sebagai pelengkap, biasanya ditambahkan telur dadar plus kerupuk. Bagi penyuka makanan pedas, kuliner ini juga nikmat disantap bersama ulekan cabai rawit merah.

Salah satu penjual tahu kupat terkenal di Solo adalah Warung Tahu Kupat Solihin. Letaknya tak jauh dari Masjid Solihin, di sudut Jl Gajah Mada. Usaha kuliner legendaris yang sejatinya bernama Warung Sido Mampir ini sudah ada sejak 1977 dan banyak yang mengakui sebagai salah satu kupat tahu terlezat. Bagi yang ingin jajan ke sini, mereka buka mulai pukul setengah tujuh pagi hingga setengah enam petang.

7. Sate Buntel

Sate Buntel
Sate Buntel via Instagram ninik_ciptati_handayani

Sate buntel terbuat dari daging kambing cincang berbalut lemak kambing dan kemudian dibakar. Buntel sendiri merupakan kata dalam Bahasa Jawa yang artinya bungkus.

Salah satu penjual sate buntel paling terkenal di Solo adalah Sate Kambing Bu Hj. Bejo. Warung juga ini menjual berbagai macam olahan kambing, termasuk menu tongseng buntel yang populer. Saking enaknya, tempat ini menjadi salah satu kuliner favorit Presiden Joko Widodo.

Selain hidangan dengan citarasa nikmat, pelanggan Sate Kambing Bu Hj. Bejo juga akan dihibur oleh pertunjukan langgam-langgam jawa. Pengelola warung khusus mempekerjakan dua pesinden untuk kebutuhan ini.

8. Soto Gading

Soto Gading
Soto Gading via Instagram dhitaditaaa

Soto Gading berbahan dasar ayam dan disajikan dengan kaldu kental. Rasanya dijamin akan memanjakan lidah. Kelezatan soto ini bahkan begitu tersohor, hingga membuatnya jadi langganan beberapa Presiden Indonesia.

Seluruh orang yang pernah memimpin Republik ini, kecuali Soekarno, Soeharto, dan BJ Habibie tercatat pernah merasakan lezatnya Soto Gading. Nama Gading disematkan karena warung terletak di daerah Gading, selatan Keraton Kasunanan Surakarta.

Sebagai pelengkap soto, pengunjung bisa menambahkan aneka lauk menggoda seperti tempe, tahu, empal, sate uritan, brutu, perkedel, sate kerang, galantin, aneka jeroan, dan lainnya. Meski sering dinikmati para pejabat kelas atas, seporsi Soto Gading hanya dibandrol 10 ribu rupiah. Mereka buka antara pukul enam pagi hingga tiga sore.

Itulah tadi sederet makanan khas Solo yang patut untuk dicoba. Jika kebetulan sedang berada di tanah kelahiran Presiden Joko Widodo, jangan sampai melewatkan kesempatan mencoba sajian tersebut.

Tags
kuliner Solo Wisata Wisata Kuliner
Share