Makan di Lumboeng Resto Jogja, Manjakan Lidah dan Mata

Keliling wisata Jogja, tak lengkap rasanya jika tidak sekalian kulineran. Apalagi menyantap masakan sembari nikmati pemandangan khas pedesaan, mungkin bakal jadi pengalaman baru dan menarik bagi kalian. Sensasi ini bisa dirasakan di Lumboeng Resto.

Bersantai ditemani pemandangan asri ala persawahan, Teman Traveler bisa memesan aneka menu bercita rasa Jawa. Cocok dijadikan tempat ngumpul bersama keluarga maupun teman.

Family Resto di Bantul

Lumboeng Resto di Bantul (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Mengusung konsep family resto, Lumboeng Resto berada di Kabupaten Bantul. Alamat lengkapnya ada di Jalan Sorowajan Lama No.209, Banguntapan, Bantul. Lokasinya tak jauh dari flyover Janti dan Teman Traveler harus masuk ke gang-gang untuk menjangkaunya.  

Menyediakan menu tradisional Jawa (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Jika Teman Traveler berangkat dari Bandara Adisutjipto, arahkan kendaraan ke flyover Janti melalui Jalan Laksda Adisutjipto. Selanjutnya tinggal meluncur ke arah Kampus Akakom karena restoran berada tak jauh dari sini.

Lumboeng Resto buka mulai pukul 08.00 hingga 22.00. Bisa jadi alternatif tempat sarapan, hingga makan malam. Dijamin takkan menyesal deh mampir ke sini.

Suasana Jawa Syahdu

Suasana di dalam resto (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Dilihat dari luar, sudah nampak bahwa resto ini mengusung konsep tradisional. Bangunan Joglo dengan tiang-tiang yang besar dan furniture kayu membuat atmosfer Jawa makin terasa. Tempatnya cukup luas dengan banyak meja dan kursi. Terdiri dari area Joglo dan outdoor.

Berada di sini, Teman Traveler akan merasa seperti di kampung karena suasananya khas pedesaan. Cocok dijadikan pelarian sejenak, terutama buat kalian yang rindu akan suasana desa.  

Spot ikonik di area outdoor (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Area Joglo memberi kesan nostalgic dan syahdu. Bahkan ketika sekedar ngopi atau bercengkrama berseama keluarga sekali pun, tempat ini bakal bikin enggan beranjak.

Area outdoor di sisi barat juga cocok untuk bersantap santai bareng teman atau pasangan. Terdapat spot berupa pintu kayu yang langsung sajikan pemandangan sawah. Tempat ini kerap jadi favorit bagi pengunjung untuk berfoto.

Bonus Pemandangan Asri

Penuh dengan tanaman di sekelilingnya (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Hal menarik lain dari Lumboeng Resto adalah pemandangan sekitar yang berupa hamparan sawah. Ketika sawah sedang hijau, suasana jadi tambah segar dan memanjakan mata. Dengan bangunan Joglo yang tak berdinding, kalian bisa merasakan semilir angin yang sejuk dan adem. Terasa segar meski datang siang hari.  

Area persawahan sekitar resto (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Dari sini Teman Traveler juga bisa menyaksikan pemandangan pesawat bersiap landing di Bandara Adisutjipto. Saran saya sih, sebaiknya datang ke sini adalah pagi hari. Saat itu udara bakal sedang segar-segarnya.

Namun sore hari juga tak kalah apiknya. Kita bisa menyaksikan pemandangan langit senja. Bakal jauh lebih mengesankan jika sambil menikmati kopi atau teh. Semua akan terasa makin syahdu.     

Cita Rasa Khas Desa

Menu prasmanan (c) Annissa Sapturi/Travelingyuk

Lumboeng Resto mengusung konsep prasmanan. Teman Traveler akan menemukan sebuah meja makan panjang di sudut ruangan, dengan aneka pilihan sayur dan lauk. Bebas kalian ambil sesuai selera.

Masakan yang disajikan di sini semuanya merupakan rumahan khas masakan desa, dengan cita rasa Nusantara. Variannya ada banyak dan semuanya menggugah selera.

Untuk sayuran ada oseng tempe, oseng kembang kates, oseng jamur, oseng jantung pisang, sop sayur, brongkos, dan lodeh. Sementara untuk lauknya, ada ayam, nila, lele mangut, telur krispi, pindang, sate gurameh filet, sate udang bakar, dan spicy wing.

Masakan rumahan khas Nusantara (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Seporsi makananan di sini dibanderol dengan harga berbeda, tergantung sayur dan lauknya. Nasi dengan satu macam sayur dihargai Rp8.000, dua macam sayur dihargai Rp10.000, dan sementara untuk tiga macam sayur dibanderol Rp12.000. Jika ingin tambah lauk, ada biaya tambahan antara Rp5.000 hingga Rp15.000.

Cemilan dan Wedang

Cemilan sebagai teman nongkrong (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Bagi Teman Traveler yang ingin sekedar nongkrong sambil ngemil, Lumboeng Resto sediakan aneka kudapan dan minuman ringan. Dengan porsi sharing menu, semuanya bisa jadi pilihan untuk disantap beramai-ramai.

Pilihannya Ada jamur krispi, pisang goreng, tahu isi, jadah goreng, mendoan, dan telo goreng. Tiap porsi dibanderol dengan harga antara Rp8.000 hingga Rp10.000. Cukup terjangkau, ya?  

Wedang tradisional jadi favorit (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Ngemil tentu kurang lengkap jika tak didampingi minuman menyegarkan. Di sini Teman Traveler bisa pesan aneka minuman tradisional seperti wedang uwuh, wedang sereh, wedang jangkruk, wedang kunyit segar, dan wedang suwuh. Salah satu yang jadi favorit adalah wedang jangkruk, paduan racikan jahe, serai, dan jeruk nipis.

Jika tak suka minuman tradisional, Teman Traveler bisa pesan milkshake atau jus. Semua minuman di sini dibanderol dengan harga antara Rp3.000 hingga Rp15.000.

Itulah sedikit pengalaman saya makan di Lumboeng Resto, tempat bernuansa tradisional yang bisa jadi alternatif untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam. Ngopi sambil santai di sini juga tak kalah asyik. Jika sedang berwisata di Jogja, Teman Traveler jangan lupa mampir ke sini ya.

Tags
Bantul Jogja kontributor kuliner Jogja kuliner jogjakarta lumboeng resto bantul Travelingyuk
Share